jump to navigation

Permasalahan SDM (Human Capital) yang dihadapi perusahaan di Indonesia tahun 2011 19 November 2011

Posted by Rusdin Tahir in Artikel.
trackback

Permasalahan sumber daya manusia (human capital) yang dihadapi perusahaan di Indonesia tahun 2011 dapat disarikan dalam Tabel 1.1.

 

Tabel 1.1

Permasalahan Utama SDM (Human Capital)

pada Perusahaan di Indonesia

No

Topik Masalah

Hasil Studi

1

Isu Bajak Membajak Karyawan Perusahaan makin tanggap terhadap kebutuhan karyawan karena tidak ingin kehilangan orang-orang terbaiknya. Kendati demikian, isu bajak membajak karyawan masih sering terdengar. Perusahaan yang ingin melesat memilih membeli orang-orang terbaik dari luar organisasi, kendati harus mengeluarkan biaya yang mahal. Hal ini berisiko menimbulkan suasana yang kurang kondusif bagi perkembangan karier karyawan yang sudah mengabdi selama puluhan tahun di perusahaan tersebut.

2

Paradigma Praktisi Human Capital Kehadiran generasi baru di lingkungan kerja yang sama sekali berbeda dengan orang-orang sebelumnya atau biasa disebut Gen Y. Paradigma praktisi Human Capital (HC) pun harus berubah. Praktisi HC harus siap menerima generasi baru yang memiliki perilaku dan gaya bekerja yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Bila praktisi HC tidak dapat merespons situasi ini dengan baik, yang muncul adalah suasana yang tidak kondusif. Alangkah baiknya jika karyawan dari generasi sebelumnya diarahkan untuk menjadi mentor bagi karyawan dari Generasi Y

3

Sistem reward Banyak perusahaan yang mengubah sistem reward dari pay for position menjadi pay for person. Sistem penggajian pun berubah. Jika sebelumnya porsi basic salary (gaji pokok) lebih besar daripada variable salary (insentif atau bonus), kini semakin banyak perusahaan yang memperbesar porsi variable salary. Itu berarti, setiap orang dinilai berdasarkan kinerjanya (pay for performance)

4

Knowledge Management Semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya pengetahuan sebagai dasar untuk memajukan dan mengembangkan organisasi. Dengan demikian, perusahaan tak mau ketinggalan dalam penerapan Knowledge Management (KM). Saat ini (2011), KM menjadi salah satu agenda yang masuk dalam prioritas perusahaan. Perubahan ini merupakan indikasi bahwa semakin banyak orang yang menyadari pentingnya pengetahuan di organisasi. Karyawan pun dituntut dapat mengembangkan dirinya menjadi pekerja pengetahuan (Knowledge Worker)

5

Peran Depertemen Human Capital dalam mensosialisasikan CSR kepada Karyawan Perusahaan mengakui punya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan ikut berkontribusi untuk memulihkan lingkungan di sekitarnya. Peran CSR makin ditingkatkan melalui program perbaikan lingkungan. Lagi-lagi, departemen HC berperan penting dalam meng-sosialisasi-kan dan mengkomunikasikan kepada karyawan untuk berkontribusi dan berperilaku yang pro lingkungan

6

Perundang-undangan Ketenagakerjaan Masalah tarik ulur Perundang-undangan Ketenagakerjaan di Indonesia, yang menjadi pokok permasalahan antara lain: proses PHK dirasakan terlalu panjang dan jumlah pesangon yang dinilai memberatkan pengusaha; sering timbul masalah yang berkaitan dengan tenaga outsource dan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau kontrak kerja; adanya perbedaan persepsi yang menimbulkan masalah sehubungan dengan cuti haid, kerja lembur, pengupahan, upah minimum provinsi/kabupaten/ kota, dan penyusunan perjanjian kerja bersama (PKB); serta tumpang tindihnya beberapa undang-undang termasuk UU No 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dan UU No 39/2004 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri

7

Risiko atas kehilangan investor, Ketidak adilan dalam hal remunerasi tidak langsung, dan Outsourcing Risiko yang dihadapi dari munculnya masalah tersebut antara lain: (a) Investor jadi ragu masuk ke Indonesia karena tidak adanya kepastian hukum mengenai ketenagakerjaan; (b) Penghargaan masa kerja dan pesangon yang nominalnya lebih besar bagi pekerja yang di-PHK karena bermasalah, menimbulkan perilaku premanisme jika dibandingkan pekerja yang berhenti karena sudah memasuki masa pensiun/usia lanjut; dan (c) pengusaha lebih memilih outsource daripada merekrut karyawan permanen

8

Efek samping dari UU ketenagakerjaan Kondisi tersebut tidak kondusif, seperti berburu di kebun binatang. Kalau pengusahanya bagus dan rajin bayar pajak, justru diubek-ubek disuruh bayar. Implementasi Undang-undang No 13/2003 masih dipertanyakan, bahkan saat ini masih direvisi dan sudah masuk proleknas, tapi tidak dibahas-bahas. Jadi efek sampingnya sangat besar. Investor tidak bisa masuk, sedangkan pengusaha lebih memilih tenaga outsource daripada merekrut karyawan permanen

9

Kepercayaan dan profesionalisme Energi kepercayaan dalam organisasi akan mengakumulasikan semua kekuatan positif, dan menciptakan kesiapan lingkungan organisasi untuk berinteraksi secara profesional dengan setiap fungsi dan peran kerja
About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: