Tinggalkan komentar

Strategi Sumber Daya Manusia


Strategi  SDM adalah kebijakan pengelolaan karyawan yang diintegrasikan dengan strategi organisasi dan digunakan untuk mendorong budaya organisasi, agar karyawan memiliki nilai dan menjadi sumber keunggulan bersaing. Tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya manusia memegang peranan penting dalam mencapai tujuan organisasi dan kenyataannya bahwa sumber daya manusia menjadi pusat perhatian pimpinan organisasi untuk diarahkan menjadi sumber daya manusia unggul organisasi.

Organisasi merupakan suatu unit sosial yang dengan sadar mengkoordinir dua atau lebih sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang berkelanjutan. Jadi dalam suatu organisasi terdiri dari sumber daya manusia yang bekerja dengan saling ketergantungan melalui interaksi dan koordinasi pola struktur, agar dapat survive dan bersaing dalam pencapaian tujuannya.

Agar setiap organisasi bisnis dapat survive dan bersaing pada era globalisasi, dengan persaingan yang luas dan tajam, maka diperlukan sumber daya manusia yang unggul. Yang dimaksud dengan sumber daya manusia yang unggul ialah SDM yang tidak hanya melakukan pekeq’aan rutin, tetapi yang dapat memperlihatkan kinerja berupa nilai tambah (value added) kepada organisasi bisnis. Mereka harus menjadi mitra (partners), pemain (players) dan pelopor (pioneers) dalam menciptakan nilai tambah dan sekaligus sebagai agen perubahan. Pengelolaan karyawan harus dilakukan melalui proses organisasional yang dapat memperkuat kompetensi individu dan kapabilitas organisasi. Pengelolaan karyawan harus didesain untuk menciptakan nilai dan hasil-hasil yang dapat memberikan kontribusi untuk strategi organisasi.

Sumber daya manusia adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Selanjutnya, manajemen sumber daya manusia (MSDM) berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum. Dan manajemen sumber daya manusia strategi adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada mang lingkup karyawan, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang strategi organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana proses mengelola sumber daya manusia strategi adalah merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Sumber daya manusia strategis dipusatkan pada penyesuaian strategi sumber daya manusia dengan strategi bisnis. Dalam memerankan hal ini, karyawan bekerja menjadi mitra strategis, membantu untuk memastikan keberhasilan strategi bisnis. Dengan pelaksanaan peran ini, karyawan meningkatkan kapasitas bisnisnya untuk melaksanakan strategi. Implementasi strategi bisnis ke dalam pelaksanaan program-program pengelolaan sumber daya manusia diwujudkan karyawan sebagai mitra strategis.

Banyak organisasi bisnis saat ini menunjukkan perubahan dan dinamika lingkungan yang menuntut organisasi untuk beradaptasi. Sehingga seringkali setiap organisasi dituntut memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, termasuk perubahan dalam kebijakan dan pengelolaan karyawan dengan tujuan untuk dapat mempertahankan karyawan melalui manajemen perubahan. Hasil dari manajemen pembahan bagi karyawan adalah pada kapasitas untuk berubah. Karyawan sebagai rekan bisnis membantu melepas budaya yang lama dan mengadaptasi budaya yang baru. Peran ini dikenal sebagai agen perubahan (change agent). Sebagai agen perubahan maka karyawan harus dapat meyakinkan bahwa pembahan difokuskan untuk menciptakan tim dengan kinerja yang tinggi, mengurangi siklus waktu dalam inovasi, menetapkan pelaksanaan teknologi baru, pengembangan dan menyampaikan dalam waktu yang cepat. Aktivitas dari peran ini adalah menjamin kapasitas untuk pembahan, diantaranya dengan mengidentifikasi dan menyusun masalah, membangun hubungan saling percaya, pemecahan masalah, dan membuat serta melaksanakan rencana tindakan.

Karyawan sebagai faktor sentral dalam organisasi seharusnya perannya dirubah terlebih dahulu agar dapat menjalankan proses perubahan dengan baik. Peran karyawan dalam paradigma lama adalah hanya sebagai pelengkap. Peran tersebut sudah tidak cocok lagi untuk kondisi saat ini. Paradigma barn sumber daya manusia telah mengggeser peran karyawan yang lama tersebut dan menjadikan karyawan sebagai kunci untuk memenangkan persaingan, dengan kata lain karyawan juga mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan.

Pendekatan strategi pengelolaan karyawan yang komprehensif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengembangkan dan mengalokasikan SDM yang bertalenta untuk membantu kegiatan pencapaian kinerja terbaik dari organisasi. Pendekatan yang bertujuan untuk mengetahui tentang kualitas karyawan seperti apa yang dibutuhkan untuk dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan lingkungan bisnis dan kapabilitas karyawan dalam mendukung tercapainya strategi organisasi dinamakan manajemen talenta. Domain dari manajemen talenta difokuskan tidak hanya pada pengembangan kapasitas intrinsik individu tetapi juga pada membangun kemampuan karyawan sebagai mitra strategis dan kemampuan mengelola pembahan dalam mempersiapkan elemen-elemen talenta-talenta individu untuk dimanifestasikan menjadi performance.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: