Tinggalkan komentar

Manfaat Employee Engagement dalam Kasus Bob’s Service Star dalam menghadapi Persaingan


Penelitian terbaru yang diadakan oleh Metrus Institute bekerja sama dengan American Society of Quality menyatakan kepada kita bahwa:
• Perusahaan yang mendapatkan skor tinggi dalam pengelolaan human capital tampaknya lebih dari dua kali berada di sepertiga puncak pada industri mereka dalam kinerja finansialnya, dibandingkan dengan mereka yang mengelola karyawannya secara buruk. Seandainya rata-rata bisnis kecil memperoleh profit 10 persen, riset terbaru dan informasi praktik bisnis terbaik menunjukkan bahwa pendapatannya bisa meningkat sebanyak dua kali lipat dari laba tersebut.
• Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam 25 persen teratas dalam hal pengelolaan orang-orang kuncinya kehilangan jauh lebih sedikit orang-orang yang memiliki kinerja terbaik–rata-rata 8 persen berbanding dengan 18 persen pada bisnis yang mengelola karyawanya secara buruk. Untuk bisnis Bob, yang memiliki 16 orang pegawai, dengan biaya penempatan pegawai (menemukan, melatih, dan menjadikan mereka sampai pada produktivitas puncak) $12.000 per karyawan dan tingkat turnover 50 persen, biaya turnover karyawan adalah $96.000 per tahun. Apabila Bob bisa mengelola karyawannya dengan baik sehingga mereka betah dan bekerja dengan sungguh-sungguh, biaya turnover dapat dipangkas separuhnya―memberikan $48.000 lebih banyak untuk penghasilan bersih!
• Dengan orang-orang yang bekerja secara sungguh-sunguh, kualitas yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih tinggi. Karyawan yang memiliki ikatan dengan pekerjanaya dengan orang-orang sangat terlibat dan mampu menyesuaikan dengan pelanggan mereka. Perusahaan di dalam seperempat perusahaan teratas pada faktor-faktor orang tersebut memiliki lebih dari dua kali lipat kesempatan menjadi sepertiga teratas dalam kualitas pelayanan pelanggan di antara para pesaingnya. Ketika persaingan menjadi lebih keras, perusahaan yang memberi kualitas pelayanan lebih baik akan mengalahkan pesaing-pesaingnya dalam memproleh pendapatan finansial.
Bob’s Service Star kehilangan 20 persen pelanggannya setiap tahun–lebih dari setengahnya karena para pelanggan mencari kualitas pelayanan yang lebih tinggi. Dengan mengasumsikan bahwa 20 persen pelanggan ini merepresentasikan 20 persen pendapatan, maka terdapat pendapatan senilai $100.000 yang harus diganti setiap tahun. Dengan membawa sumber daya, informasi, dan talenta yang tepat kepada pelanggan pada saat yang benar dalam penyampaian pelayanan, nilai pengganti pendapatan yang hilang tersebut dapat dipotong separuhnya.

Dengan kata lain, perusahaan tersebut memperoleh $50.000 dengan memiliki karyawan yang memiliki mentalitas pelayanan yang benar.

• Biasanya, 15 hingga 30 persen waktu seorang karyawan dihabiskan dalam kegiatan yang bernilai rendah atau tidak bernilai (misalnya: email yang kurang penting, rapat tanpa tindakan, bersosialisasi, menelpon, proyek-proyek sepele), dikarenakan oleh kurangnya kerja sama–karyawan tidak memahami tujuan atau kebijakan Anda, nilai-nilai mereka tidak sama dengan nilai-nilai organisasi, atau mereka sendiri terlibat dalam kegiatan yang tidak penting atau produktif.

Sebagaimana ditunjukkan oleh pembimbing (Promotor) akademik saya, mereka mungkin bekerja keras namun tidak cerdas.

Bisnis yang dilakukan secara selaras bisa menekan penggunaan waktu tidak produktif hingga di bawah 10 persen. Penghematan yang dihasilkan bisa mencapai $40.000 pada bottom line.
• Kecenderungan pasar akan mempunyai dampak berlawanan terhadap Bob’s Service Star. Pertama, jika wilayah Bob’s mengikuti proyeksi demografi nasional, Bob harus mengatasi angkatan kerja yang secara substansial berbeda-beda, dengan ketersediaan dan campuran keterampilan dan minat yang berbeda. Howard Winkler dari Southern Company, misalnya, telah bergulat dengan persoalan itu di wilayah tenggara Amerika Serikat. Dia mencatat bahwa ada banyak kekacauan berkaitan dengan ketiadaan teknisi, tetapi di banyak tempat di seluruh dunia juga sulit untuk mendapatkan karyawan yang memiliki keterampilan dasar untuk suatu industri–tukang patri, tukang listrik, tukang las, masinis, dan bahkan montir mobil.

Selama masa-masa resesi terjadi persaingan yang lebih tinggi untuk mengamankan pelanggan, artinya bahwa Bob akan menghadapi para pesaing, (beberapa di antaranya adalah pesaing baru dan sering dengan biaya yang lebih murah), yang akan mendorong harga turun. Kedua, sejumlah pesaing, misalnya dealer yang bersaing dengan Bob’s, mungkin juga melakukan outsourcing untuk sebagian pekerjaan mereka (misalnya jasa diagnostik atau penasihat) ke India, Amerika Latin, China, atau lokasi lain yang biaya pekerjanya lebih rendah. Hal ini tidak hanya menciptakan tekanan harga, tetapi juga meningkatkan standar mutu atau kecepatan untuk bersaing secara efektif.
Dalam masa ekspansi ekonomi berikutnya, organisasi seperti Bob’s tampaknya akan menghadapi bahaya ganda. Pertama, para karyawan yang kurang memiliki ikatan atau kurang menyatu yang tetap dipertahankan selama masa resesi mungkin ingin sekali keluar sehingga menimbulkan ketegangan kelompok karyawan bertalenta atau karyawan yang masih ada. Banyak perusahaan akan berubah dari kelebihan karyawan bertalenta menjadi kehabisan talenta. Kedua, karena demografi global dan campuran keterampilan, dunia akan menghadapi kekosongan talenta di banyak bidang keterampilan yang paling dibutuhkan. Organisasi yang posisinya tidak bagus cenderung ditinggalkan para karyawan yang sangat bertalenta.
Kombinasi kecenderungan ini memiliki potensi untuk menciptakan badai yang sempurna–bagi Bob dan bagi jutaan pemimpin bisnis lainnya, baik kecil maupun besar. Prediksi bahwa Bob dan perusahaan-perusahaan lainnya terlempar dari pasar, sama sekali tidak ngawur.

Sumber:
Schiemann, William A., 2011. Reinventing Talent Management: How to Maximize Performance in the New Marketplace

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: