Tinggalkan komentar

EFISTEMOLOGI PENELITIAN


Sebagai cara yang alami untuk mengerti dan mengetahui, science mempercayai pengalaman-pengalaman yang bijak observasi yang berhati-hati bersamaan dengan pengukuran dan petunjuk analisis yang mempertanyakan model-model dan teori “rasionalitas”

Salah satu tugas ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan banyak kenyataan yang dibentuk oleh pengalaman-pengalaman ilmuwan dan pakar lainnya yaitu menuntut kevalidan- apakah cara berpikir tertentu lebih berguna dalam memahami sebuah masalah ?

Para ilmuwan dari waktu ke waktu belajar memahami bahwa pola yang terperinci diperlukan untuk memahami pertanyaan “why” atas sesuatu teori yang belum pasti (hanya perkiraan/dugaan semata),observasi yang cermat,pengukuran yang sistematis, pengelompokan yang tepat, percobaan yang terkontrol dan pembuktian yang berhati-hati,dengan sejumlah analisis yang kritis dan kesimpulan yang hati-hati. Hanya beberapa saja diperlukan untuk membuat ilmu pengetahuan yang baik dan seberapa banyak ditambahkan,tetap tidak diketahui, yang jelas bagaimanapun, bahwa proses pembentukan ilmu pengetahuan diwarnai dengan jelas pada setiap tahapan oleh teori, dan teori itu adalah “ manmade”. Kita melihat apa-apa yang kita cari. Kita interpretasi data secara konsisten dengan teori kita. Kita cenderung menggantungkan harapan-harapan kita (hipotesis kita) dan melunturkan ketakutan-ketakutan kita (teori-teori yang lain). Ilmu merupakan suatu perkara yang subjektif.

Dalam banyak cara perkiraan tentang apa-apa yang benar secara ilmiah tentrang konsep yang objektif. Sebuah dikhotomi yang jelas ada dalam pikiran beberapa ilmuwan antara yang menjadi subyektif dan obyektif; untuk menjadi ilmiah adalah harus obyektif,sepenuhnya tidak memihak (jika tidak impersonal),factual dan empiris.

 

THINKING ABOUT RESEARCH

Tujuan deskripsi bab ini lebih bersifat sebagai pembukaan,yakni dengan menjajaki hakekat proses penelitian dalam ilmu-ilmu social. Deskripsi dalam bab ini menyajikan konten buku secara garis besar lengkap dengan sarasaran bagaimana seharusnya menggunakan buku ini. Bab ini disusun dengan struktur sebagai berikut:

(1)   Pengertian penelitian ( What is Research ? )

(2)   Alasan pentingnya melakukan penelitian ( Why Research ? )

(3)   Upaya mencapai originalitas dalam penelitian ( what is original ? )

(4)   Konteks penelitian (kebenaran,kekuatan dan nilai-nilai)

(5)   Bagaimana menggunakan buku ini.

What is Research

Untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang penelitian pada awalnya perlu respon dan pertanyaan: Apakah penelitian itu ? Berdasarkan respon pada pertanyaan ini diharapkan sekaligus dapat dipahami tentang hakikat penelitian.

Dengan membaca harian, majalah dan jurnal penelitian diharapkan dapat ditangkap isu-isu dan masalah-masalah yang menuntut perlunya dilakukan penelitian. Melalui kegiatan membaca tersebut dapat diperoleh pemahaman dan mahasiswa atau calon enelitia yang akan melakukan penelitian, dapat menulis banyak essay atau tugas-tugas “membandingkan dan membedakan” atau melakukan “analisis kritik” penelitian ynag telah dilakukan orang atau peneliti lain.

Untuk menyelesaikan program penelitian,peneliti pada dasarnya dapat melakukan kontak secara kontinyu dengan peneliti lain, dengan pegawai lembaga yang terlibat dalam program penelitian, atau bahkan dengan warga masyarakat yang menjadi subyek atau sumber data penelitian. Perubahan-perubahan pada praktek pekerjaan peneltian pada umumnya dapat dibenarkan dengan disertai laporan-laporan mengenai pendapat tim riset konsultan eksternal penelitian yang bersangkutan.

Bagaimana pandangan dalam memahami lebih jauh hakekat penelitian? Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat dibandingkan dengan 20 pandangan penelitian sebagaimana disajikan dalam box 2 di bawah ini:

Duapuluh Pandangan tentang Penelitian, yaitu:

  1. Kegiatan mengaktualisasikan teori
  2. Sesuatu yang dilakukan oleh kalangan akademisi atau ahli.
  3. Kegiatan yang dilakukan sangat luas.
  4. Kegiatan menemukan dan menganalisis fakta-fakta
  5. Tujuan
  6. Upaya membenarkan apa yang ingin dilakukan oleh pihak penyandang dana.
  7. Membuktikan sesuatu yang diinginkan
  8. Melibatkan banyak sekali jargon
  9. Dapat dilakukan dengan banyak cara.
  10. Mengekploitasi kalangan miskin.
  11. Kegiatan tanpa manfaat
  12. Kegiatan yang sangat sulit dilakukan.
  13. Kegiatan yang banyak menghabiskan waktu.
  14. Kegiatan ilmiah.
  15. Kegiatan yang dikontrol dengan ketat.
  16. Kegiatan yang hilang dari realitas.
  17. Tidak dapat mengubah sesuatu.
  18. Kegiatan yang seharusnya selalu terkait dengan kebijakan.
  19. Dapat memutuskan hubungan (relationship).
  20. Saya tidak pernah dapat melakukan penelitian.

Tipe-Tipe Penelitian

Jawaban nomor 9 di atas- ‘Penelitian dapat dilakukan dengan banyak cara’- seharusnya dapat membuka cakrawala pemikiran tentang tipe-tipe atau jenis-jenis penelitian, antara lain:

–          Penelitian murni, terapan, dan penelitian strategis;

–          Penelitian deskriptif, eksplanasi dan penelitian evaluasi;

–          Penelitian dasar (market research) dan penelitian akademis;

–          Penelitian tertutup, adversarial (iklan) dan kolaboratif;

–          Penelitian dasar, terapan, instrumental dan aksi.

Karakteristik utama dari seluruh tipe atau pandangan penelitian tersebut adalah bahwa setiap tipe penelitian tersebut memiliki tujuan,perencanaan, dan cara-cara sistematik dan reliable dalam menemukan atau mempertajam pengertian mengenai fenomena-fenomena yang diteliti.

Reperesentasi Proses Penelitian

Mengingat luasnya variasi pandangan mengenai tipe-tipe penelitian, dan demikian juga perbedaannya dalam praktek-praktek nyata, sehingga dibutuhkan beberapa perspektif alternatif proses melakukan penelitian. Sejumlah representasi diagramatik proses penelitian diuraikan sebagai beikut:

1)    Penelitian sering dipresentasikan sebagai suatu seri tahapan kegiatan yang bersifat tetap dan linier.

2)    Representasi penelitian yang lebih kompleks dari pandangan linier sehingga dimungkinkan terjadinya perbedaan rute penelitian dari proses tahap-tahap tertentu.

3)    Reprensentasi lainnya menggambarkan penelitian sebagai suatu proses sirkuler, analog dengan proses belajar yang lebih umum.

4)    Beberapa varian terhadap pendekatan tersebut diatas sering dikaitkan dengan penelitian aksi, yakni yang memandang bahwa proses penelitian bersifat siklus sehingga harus dilakukan sesuai dengan siklus tersebut.

Seluruh diagram tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menyederhanakan sekaligus idealisasi proses penelitian. “Penelitian riil sesungguhnya tak dapat disangkal lebih merupakan proses relatif yang kacau”. Sehubungan dengan itu, Box 5 menyatakan paling sedikit ada empat titik pandang penelitian:

Sesuai dengan keempat pandangan representatif penelitian di atas, dapat dinyatakan bahwa proses penelitian lebih bersifat piral (box6). Berdasarkan perspektif ini maka dapat dinyatakan bahwa penelitian adalah :

–          cyclical (merupakan suatu siklus);

–          dapat dimasuki hampir dari setiap point;

–          merupakan suatu proses yang tidak pernah berakhir;

–          yang menyebabkan peneliti mempertimbangkan kembali praktek penelitiannya; dan

–          yang akan menempatkan peneliti pada suatu titik awal yang berbeda dengan titik awal penelitian semula.

Why Research?

Sebagai seorang peneliti,ia akan menemukan makna mengapa ia melibatkan dirinya alam penelitian. Pemahaman ini selanjutnya akan mempengaruhi bagaimana ia melakukan penelitian, dan apa yang diharapkan dari penelitian itu. Beberapa pertanyaan penting direspon oleh peneliti adalah : Darimana memulai penelitian? Apa yang diharapkan dari penelitian tersebut? Apakah melalui penelitian,peneliti ingin mengubah dunia, atau hanya ingin mengubah dunianya? Apakah peneliti seorang yang pragmatis atau idealis? Jika peneliti kesulitan menentukan topik penelitiannya, atau karena ia kurang termotivasi,maka perlu direspon pertanyaan:Apakah yang dilakukan peneliti jika ia belum dapat memikirkan suatu topik?

What is Original?

Banyak penelitan khususnya dalam program lembaga pendidikan tinggi yang menuntut tingkat originalitas tertentu dari penelitian mahasiswa yang akan menyelesaikan program studi. Aspek apa yang original dari proyek penelitian mahasiswa? Apakah original dalam batas-batas topik, pendekatan atau presentasi?

Setiap peneliti dituntut untuk melakukan penelitian dengan tingkat originalitas yang tinggi. Originalitas penelitian ini sekaligus menuntut agar peneliti tidak melakukan tiruan secara membabi buta,peneliti bukan seorang plagiator.

Power and Values

Penelitian merupakan suatu aktivitas social yang banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor motivasi dan nilai-nilai yang melekat pada kepribadian peneliti. Penelitian juga dilakukan dalam konteks social yang luas, bersentuhan dengan politik dan kekuasaan yang mempengaruhi penelitian itu sendiri. Dalam konteks ini dapat dinyatakan secara singkat bahwa penelitian hendaknya dilakukan dengan sedapat mungkin terbuka dan transparan dalam batas-batas intensi (maksud dan tujuan), metodologi,analisis dan hasil-hasil penelitian.

Different Audiences and Rules

Suatu hal yang tidak dapat diabaikan dalam pemikiran penelitian ini adalah yang berkenaan dengan audiences dan rules (peraturan-peraturan). Penelitian harus menyadari siapa pemakai hasil atau pembaca laporan penelitiannya. Mereka entu saja memiliki aturan dan harapan yang saling berbeda terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini harus dipertimbangkan secara cermat oleh peneliti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: