Tinggalkan komentar

COLLECTING DATA


COLLECTING DATA

 

BUKU SUMBER : Loraine Blaxter, Christina Hughes, dan Malcom Tight, (1996) How to Research.

Semua bentuk penelitian tntunya akan meliputi kegiatan pengumpulan dan penganalisaan data, baik melalui kegiatan membaca, observasi, pengukuran, menjawab berbagai pertanyaan ataupun menggabungkan semua dengan stratehi –strategi lainny. Data yang terkumpul selama penelitian berlangsung akan terdiri dari berbagai karakteristik, seperti:

–          data numeric, verbal atau juga gabungan keduanya

–          data primer (original) atau data sekunder

–          data mungkin berisi berupa jawaban kuesioner, hasil wawancara, atau catatan –catatan lain hsil pengamatan, percobaan, dokumen dan sumber-sumber lainnya.

Dalam bab ini akan diuraikan hal –hal sebagai berikut : akses dan isu –isu etika, menerapkan teknik –teknik  pengumpulan data, dokumentasi, wawancara, observasi, kuesioner, melaporkan kemajuan proyek dan naik –turunnya pengumpulan data : kesiapan menikmati dan obsevasi.

Akses dan isu –isu Etika

Ada dua isu utama yang mungkin bisa mengkronfrontir kita sebagai seorang peneliti yang dimulai dengan mempertimbangkan berbagai hal untuk mengumpulkan data yaitu akses dan etika. Isu-isu inilah yang mungkin merupakan sebuah kelanjutan dari seluruh proses pengumpulan data. Dalam boks 69 diuraikan bagaimana meningkatkan peluang akses dalam penelitian,diantaranya: 1) Dimulailah dengan meminta nasihat tentang bagaimana agar bisa akses dengan lebih pantas;2) Dalam permintaan tersebut, agar dibatasi cakupan supaya lebih focus, jangan memulai dengan menanyakan berbagai hal; 3) Efektifkan kontak-kontak yang ada dengan supervisor, manajerdan kolega; 4) Bertanyalah pada saat yang tepat; 5) Buatlah pertanyaan sejelas mungkin; 6) Jelaskan alasan riset:mengapa dan apa yang mungkin bisa dihasilkan.

Etika

          Kita tahu bahwa hak untuk menolak ambil bagian dalam riset berarti bahwa orang-orang dapat melindungi dirinya sendiri dalam melawan berbagai tekanan atau karena takut terganggu privacy-nya. Dalam suatu proyek penelitian, mungkin saja akan menimbulkan isu-isu etika, khususnya jika melibatkan orang-orang secara langsung,tetapi bisa juga menjadi suatu kasus jika anda menunjukkan proyek anda secara keseluruhannya atas bukti-bukti dokumentasi. Oleh karena itu hal yang penting untuk menyadari dan merespon isu-isu tersebut.

Etika penelitian akan mencakup hal-hal tentang bagaimana dalam mendapatkan informasi melalui wawancara,pertanyaan-pertanyaan,observasi atau tehnik lainnya. Selain itu juga berkenaan dengan pencapaian perjanjian penggunaan data ini dan bagaimana analisisnya yang akan dilaporkan dan dipresentasikan. Pada Boks 71 berisi tentang isu-isu etika yang umum,seperti: kerahasiaan responden (confidentiality), anonimitas (tidak mencantumkan identitas responden),legalitas dan profesionalisme.

Menerapkan Tehnik-tehnik Pengumpulan Data

          Ada empat tehnik/metode utama untuk memperoleh data yaitu: dokumentasi,wawancara,observasi dan kuisioner.

Dokumentasi

            Setiap penelitian tentunya tidak akan lepas dari penggunaan dan penganalisisan dokumen,baik dalam tingkat luas maupun sedikit. Peneliti diharapkan bisa membaca,memahami,dan melakukan analisis kritis terhadap berbagai tulisan orang lain. Ada beberapa bentuk dokumen seperti: dokumen yang ada di perpustakaan, yang berbasiskan komputer, yang memiliki focus kebijakan pemerintah, dan yang memiliki orientasi sejarah. Sedangkan contoh dokumen data sekunder adalah data statistik dan laporan sensus, laporan pemerintah,laporan tahunan perusahaan,buku,jurnal,Koran,program TV dan radio.

Wawancara

          Menggunakan metode wawancara akan sangat berguna pada saat peneliti tidak bisa menggunakan metode lainnya seperti kuisioner dan obeservasi. Jika anda sudah memutuskan untuk menggunakan metode ini maka hal yang harus diputuskan ialah bagaimana cara merekam wawancara tersebut apakah mencatatnya langsung atau dengan memanfaatkan tape recorder.

Observasi

Metode observasi akan meliputi pengamatan,pencatatan dan penganalisisan berbagai peristiwa yang bisa menarik peneliti bersangkutan. Sedangkan rentang dari berbagai pendekatan yang berbeda dalam studi observasi ialah sebagai berikut: (1) peristiwa dapat dicatat baik pada saat terjadi ataupun di lain waktu; (2) observasi bisa dilakukan baik secara terstruktur dalam kerangka yang ditentukan maupun secara terbuka; (3) para pengamat bisa saja terjun langsung sebagai partisipan dalam kegiatan obesrvasi yang dilakukannya. Pada Boks 79 dikemukakan tentang berbagai hal dalam observasi diantaranya : (1) apakah saat pelaksanaan observasi anda relevan?; (2) apakah anda perlu membuat jadwal observasi atau menentukan dulu kode-kode kategori; (3) pentingkah untuk mencoba dan mencatat segala sesuatu atau akankah anda lebih selektif; (4) seberapa visible kah anda sebagai seorang pengamat ; dan (5) apakah dengan obeservasi saja anda sudah cukup ataukah masih perlu teknik lainnya.

Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik yang paling sering digunakan oleh para peneliti. Berbagai cara bisa dilakukan untukn melakukan kuisioner, seperti : (1) mengirimkan kuisioner kepada responden, yang setelah diisi lengkap maka berkas tersebut diharapkan untuk dikirimkan kembali kepada peneliti dalam jangka waktu yang ditentukan; (2) dilakukan secara berhadap-hadapan atau secara tidak langsung misalnya melaluitelepon. Pada Boks 82 ada berbagai saran dalam membuat pertanyaan kuisioner yaitu : (a) hindarkan pertanyaan yang membingungkan responden;(b) ingatlah bahwa pertanyaan yang meminta responden menyebutkan kembali berbagai peristiwa dan perasaannya yang terjadi di masa lalu akan menghasilkan jawaban yang akurat; (c) dua-tiga pertanyaan sederhana akan lebih baik dibandingkan dengan pertanyaanyang rumit; (d) hindarkan pertanyaan yang terlalu banyak dalam kalimat negatif; dan (e) hindarkan pertanyaan yang bersifat menyerang dan sensitive.

Mencatat kemajuan proyek Anda

Untuk mencatat kemajuan dan merefleksikan kemajuan proyek anda pada tahap ini,maka anda perlu untuk memelihara berbagai catatan yang berhubungan dengan berbagai rencana anda,reaksi anda,apa yang  anda baca, apa yang anda pikirkan dan sebagainya. ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk memelihara catatan tersebut yaitu: (1) catatan harian penelitian (research diaries); (2) boxes or files: untu7k menampung bahan-bahan yang telah anda kumpulkan; (3) memasukkannya ke dalam komputer, dan (4) menggunakan kartu indeks untuk memisahkan detil bahan baik menurut pengarang maupun menurut subjeknya.

Turun- Naiknya kegiatan pengumpulan data

Loneliness (merasa kesepian)

          Bagi beberapa peneliti, bekerja sendirian bisa merupakan hal yang mengasikkan, namun tidak bagi yang lainnya, hal itu bisa menjadi suatu tekanan yang menjemukan sehingga mereka akan merasa kesepian. Untuk itu diperlukan cara-cara untuk melawan perasan iru, misalnya dengan cara banyak berhubungan dengan supervisor, manajer, atau kolega kita untuk melaporkan kemajuan yang telah dicapai atau mendiskusikan masalah yang dijumpai.

Obsessiveness

          Masalah obsessif, mungkin berhubungan erat dengan masalah kesepian ini, terutama jika anda melaksanakan penelitian sendirian. Untuk itu diperlukan beberapa strategi untuk mengantisipasinya, yaitu:

  • buatlah perencanaan dan jadwal riset anda dengan baik mulai dari awal,perbaikan rencana hingga akhir penelitian
  • mintalah teman, relasi atau kolega anda lainnya untuk memikul tanggung jawab dalam mengindetifikasikan pada saat anda menjadi obsesif
  • mengembangkan dan memanfaatkan jaringan kelompok peneliti,sehingga anda mungkin bisa mendapatkan dukungan dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: