Tinggalkan komentar

MANAGING YOUR PROJECT


MANAGING YOUR PROJECT

(Mengelola Proyek Anda)

pendahuluan

kita telah memutuskan topik pada proyek penelitian kita. Kita telah menentukan pendekatan penelitian dan teknik serta metode yang akan digunakan. Kita telah mengetahui tempat literature yang relevan dengan topik kita dan telah dimulai membacanya. Bagaimana caranya kita mengelola dan melanjutkan rencana kita untuk melaksanakan dan menyelesaiakan proyek kita sesuai dengan waktu dan sumberdaya yang kita miliki?

Bab ini membahas berbagai keterampilan yang akan perlu kita kembangkan untuk mengelola proyek penelitian kita secara efektif dan untuk menangani permasalahan yang  mungkin timbul ketika kita malaksanakan proyek penelitian kita. Bab ini mencakup:

–          pengaturan waktu : Bagaimana menggunakan waktu bagi penelitian

–          pemetaan proyek kita :penjadwalan penelitian kita sesuai dengan waktu yang tersedia

–          piloting *penjajagan): menguji coba rencana penelitian sebelum melaksanakannya

–          berhubungan dengan figure –figur dan lembaga –lembaga kunci: peran pembimbing majikan dan universitas

–          pembagian tanggung jawab: memanfaatkan hubungan –hubungan formal dan informal untuk mendukung penelitiankita

–          menggunakan pengolah kata dan komputer: memanfaatkan  teknologi yang ada

mengusahakan agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan seperti yang direncanakan: naik turunannya proses penelitian.

Mengatur waktu

          Dalam melaksanakan proyek penelitian penting sekali diperhatikan waktu. Ketahuilah bagaimana sikap anda terhadap waktu dan cara menggunakannya. Kita harus memahami cara kita mengatur waktu dalam hubungannya dengan tingkat energi kita dan menangani stratehi –strategi, dan terhadap tuntutan peneyelesaian proyek penelitian.

Box 52: Sikap –sikap terhadap waktu.

–          saya seorang burung hantu

–          saya seorang burung yang cekatan

–          saya bermain –main dalam melaksanakan tugas-tugas

–          saya membantu jadwal segala sesuatu dibuku harian

–          saya terlalu banyak kegiatan

–          saya membagi –bagi waktu (contoh saya mekhususkan hari minggu untuk keluarga)

–          saya menyelipkan kegiatan –kegiatan ketika saya mampu

–          terlalu sedikit waktu dalam sehari

–          saya tidur nyenyak

–          saya tidak punya waktu walaupun hanya untuk pergi ke toilet

–          saya memasak untuk makan malam anak –anak dan sambil menulis di sudut meja

–           say harus tahu saya tidak akan diganggu

–          makin sedikit saya punya waktu makin banyak yang saya lakukan

–          waktu bagi saya lebih berarti energi dan motivasi

box 54: memanfaatkan waktu untuk penelitian

Delegasi:bisakah kita menelegasikan aspek-aspek tertentu dari penelitian kita, misalnya membuat perjanjian, melakukan interviu, penulisan kembali dari rekaman, memuaskan data ke  komputer, analisis statistik, pengetikan draft (rancangan)penelitian?

Membaca dengan efektif :latihan diri kita mendalami literature dan mencapai intisari argumen di dalamnya dengan lebih cepat

Memotong –motong pekerjaan : kita mungkin dapat membagi beberapa tugas penelitian menjadi potongan –potongan yang dapat dikerjakan manakala kita sedikit punya waktu. Misalnya jika kita membawa bahan potokopian yang harus kita baca, kita dapat membawanya ketika berpergian, misalnya, di kereta dan ketika kita punya waktu.

Rileks dengan suatu maksud: yakinkan semua aktivitas dalam keseluruhan waktu memiliki maksud tertentu. Kita mungkin malas, misalnya untuk membaca buku untuk memperoleh isinya. Atau mungkin menggunakan waktu berjalan –jalan dengan anjing atau mandi untuk sambil memikirkan sesuatu tentang penelitian. Jangan menganggap kegiatan itu sebagai pembuang waktu. Salah satu kunci melakukan penelitian yang efektif dan bernilai adalah dengan membiarkan diri kita memiliki waktu selingan untuk mempertimbangkan yang sedang kit kerjakan.

Ketika kita telah jelas dengan pilihan dan sikap kita terhadap pemanfaatan waktu., kita harus mampu membuat rancangan jadwal untuk penelitian kita. Hal ini akan menghubungkan waktu yang kita miliki untuk melaksanakan penelitian –sejumlah jam hari, minggu , atau barang kali tahun-dengan tanggung jawab dan komitmen kita yang lain, yang memungkinkan kita untuk menyelipkan berbagai kegiatan penelitian yang harus mengerjakan sesuatu dari penelitian kita.

Contoh pemetaan kegiatan ada pada bab 55 (penjadwalan penelitian menggunakan grid).

Piloting

          Piloting atau pengujiab kembali (reassesment), adalah proses dimana kita mengujicoba teknik –teknik dan metode penelitian yang ada dipikiran kita . lihatlah seberapa baik teknik dan metode itu dalam prakteknya dan jika perlu ubahlah rencana kita seperlunya.

Box 56: penjadwalan penelitian menggunakan table.

Berhubungan dengan figure-figur dan lembaga –lembaga kunci (paling penting)

Kebanyakan peneliti harus berhubungan dengan banyak figure dan berbagai institusi kunci. Dalam bagian peneliti ini kita akan membahas isu-isu yang paling umum tercakup didalamnya:

–          pada level individual, pembimbing, tutor, metor atau manejer kita.

–          Pada level institusi, universitas, majikan atau sponsor kita

Cacatan isu-isu yang berhubungan dengan informan dan institusi studi kasus dibahas dalam  Access and ethical issues di bab 6.

Figure kunci

          Figure –figur individual yang paling penting bagi kita sebagai peneliti adalah pembimbing atau manajer kita. Secar umum peran figure kunci adalah:

–          seorang supervisor memiliki tanggung jawab akademis untuk membimbing dan memberi naseht pada kita tentang proyek penelitian kita

–          seorang manajer memiliki tanggung jawb untuk mengarahkan dan mengawasi pekerjaan kita dalam arti yang lebih luas.

Box 57 : Berhubungan dengan pembimbing atau manajer

–          menyerahkan otoritas dan tanggung jawab terlalu banyak kepada figure kunci dalam penelitian kita nampaknya akan membuat kita kecewa. Penting sekali untuk mengembangkan rasa otoritas dan tanggung jawab kita sendiri.

–          Dalam hubungan pembimbing –peneliti dan manajer –peneliti, ada tanggung jawab pada kedua pihak. Persis seperti kita berhak memiliki harapan terhadap pembimbing atau manajer kita, dalam hal dukungan dan nasehat, maka mereka memiliki hak untuk memiliki harapan terhadap pekerjaan, dan pelaporan kembali.

–          Bilamana kita melaksanakan proyek penelitian sebagai bagian dari sebuah kelompok situasinya tentu agar lebih kompleks seluruh jaringan hubungan dan tanggung jawab peserta akan ada pada kita, anggota kelompok yang lain dengan pembimbing bersama atau manajer –manajer.

Karena dan kompleksitasnya, penting sekali untuk sejelas mungkin mengenai hakekat hubungan yang terlibat.

–          kita seharusnya secara ideal bermksud untuk tanggung jawab dan otoritas dalam penelitian kita. Namun demikian kitalah yang melakukan, sejauh tertentu pengaturan penelitian tersebut.

–          Jika kita meminta bantuan atau nasehat dari manajer atau pembimbing, bersiap –siaplah untuk ditolak, namun demikian kita dapat terus melanjutkan penelitian kita.

Box 58: Contoh -contoh kontrak penelitian

            Kewajiban supervisor. Selain malakukan apa yang mereka mampu untuk malaksanakan pertemuan rutin dengan mahasiswanya, pembimbing seharusnya memberi nasehat tentang:

–          desaian penelitian dan penjadwalan

–          pencarian literature

–          pengembangan teoritis dan konseptual

–          isu-isu metodologis

–          pengembangan keterampilan penelitian yang memadai

–          kemajuan mahasiswa

–          pengumpulan dan analisis data

kewajiban Mahasiswa: Pekerjaan sebenarnya tentu merupakan tanggung jawab mahasiswa. Jika pengaturan pembimbingan berjalan. Mahasiswa juga memikul tanggung jawabnya yang mencakup.

–          pengaturan pertemuan reguler dengan pembimbinya

–          memelihara pola kerj yang literature

–          mendiskusikan kemajuannya dan masalah-masalah yang dihadapi sepenuhnya dengan pembimbingnya.

–          Memberikan perhatian mengenai masalah-masalah paling besar pada setiap tahap kepada pembimbing atau bila relevan kepada anggota staf yang lain. (university of Warwick 1994, p.24)

Box 59: Keuntungan dan kerugian kontrak penelitian

Keuntungan :

  1. kontrak penelitian dapat membantu menspesifikasi peran dan tanggung jawab kita.
  2. kontrak penelitian itu dapat mengidentifikasikan harapan –harapan kedua belah pihak, misalnya dalam hal pertemuan atau output.
  3. kontrak penelitian dapat menyentuh membangun hubungan kerja awal atau untuk mengubah hubungan ynag telah ada.

Kerugian:

  1. Kontrak penelitian itu bisa menjadi kaku jika tidak direvisi atau dilihat kembali secara berkala
  2. kontrak penelitian mungkin menjebak kita pada hal –hal tertentu yang sebenarnya mau kita hindari.

Lembaga –lembaga kunci.

          Dua lembaga yang paling penting bagi penelitian kita adalah universitas atau perguruan tinggi kita, jika kita melakukan penelitian akademis, dan majikan kita. Jika kita melakukan penelitian untuk keperluan akademik kita akan harus mengetahui sebanyakmungkin tentang peraturan fasilitas dan praktek –praktek dari universitas yang bersangkutan.

Box 60 : Apa yang harus kita ketahui dari lembaga kita

Dari universitas atau lembaga kita:

Dalam hal fasilitas, kita harus mengetahui:

–          Sumber daya apa yang ada, (misalnya perpustakaan, komputer, laboratorium bahasa, ruangan) dan kapan dapat digunakan.

–          Pelayanan penelitian apa yang ditawarkan (misalnya desain kuesioner, input data transkrip tape (kaset), adpis –adpis statistik, workshop penulisan, pengajaran bahasa.

–          Pelayanan perpustakaan apa yang ditawarkan (misalnya database, internet, pinjaman antar perpustakaan, potokopi), dan atas dasar apa.

–          Bagaimana fasilitas-fasilitas ini diatur ditingkatkan universitas atau departemen (jurusan).

Kita juga akan harus sadar akan peraturan –peraturan tertulis di universitas atau dijurusan kita dan aturan informal yang tidak tertulis. Hal ini mungkin meliputi:

–          harapan –harapan pembimbing dan atau tutor

–          aturan –aturan tentang peran pembimbing dan pemeriksa eksternal

–          peraturan tentang waktu yang diperbolehkan untk menyelesaikan penelitian dan kemungkinan penundaan atau perluasan registrasi.

–          Aturan tentang penggunaan bahan –bahan lain (plagiarisme)

–          Aturan –aturan pra publikasi dihubungkan dengan pemasukan tesis kita.

Dari Majikan Kita:

–          jika kita diberi waktu untuk keluar atau istirahat , pastikan apakah kita harus mengerjakan pekerjaan lima hari dalam waktu empat hari.

–          Apakah manajer kita menerima bhwa pada setiap hari sabtu kit tidak bekerja, atau apakah kita harus tidak pergi ke  kampus ketika kontrak harus diselesaikan atau seoarang koleg tidak hadir karena sakit.

–          Akankah majikan atu sponsor kita membantu kita membeli buku atau memberikan uang.

–          Akankah kita akan mendapatkan akses untuk fasilitas komputasi dipekerjakan untuk penelitian ini? Bila dapat, pastikan fasilitas apa saja yang tersedia.

–          Dalam format apa kita dituntut melaporkan kembali (misalnya lisan, presentasi tertulis).

–          Apakah kita dituntut untuk mengembalikan biaya atau bantuan jika kita gagal, penelitian dianggap tidak memuaskan atau meninggalkan penelitian dalam periode tertentu.

Pembagian tanggung jawab

Dalam bagian –bagian sebelumya kita telah didorong untuk mengambil tanggung jawab dari proyek penelitian kita dengan cara mengenal peran-peran figure –figur dan organisasi kunci, dan membentuk kebebasan kita darinya. Penting juga, bagaimanapun untuk mengembangkan saling ketergantungan sesama peneliti dan kolega. Hubungan ini dapat memperkuat jaringan dukungan kita dan nilai penelitian kita. Bisa berbentuk formal, bisa juga implicit dalam proyek kita, seperti dalam kasus penelitian kelompok atau dimana kita berada dibawah arahan orang lain. Bisa juga informal, dan dikembangkan sebagian oleh kita, seperti dalam kasus hubungan personal dengan peneliti –peneliti atau kolega –kolega yang lain.

Penelitian Kelompok

Box 61:pertemuan –pertemuan consensus

Peranan dalam sebuah pertemuan consensus:

Fasilitator  membantu kelompok, membuat keputusan yang harus dibuat, membantunya melalui tahapn –tahapan untuk mencapai sebuah persetujuan, menjaga agar pertemuan terus berjalan, memfokuskan diskusi pada masalah yang sedang di bahas , meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan merumuskan dan menguji untuk melihat apakah consensus telah dicapai.

A mood watcher adalah seseorang dan group dan pola-pola partisipasi.

Mengomentari perasaan individual dan group dan pola partisipasi.

Seorang notulis dapat mengambil catatan tentang pertemuan terutama keputusan yang dibuat dan alat –alat implementasi, dan seorang penjaga waktu menjaga agar kegiatan –kegiatan berjalan menurut jadwal sehingga setiap agend dapat dibahas dalam waktu yang dialokasikan. (Johns, 1983:138).

Sikap dan tingkah laku yang membantu kelompok mencapi consensus

Tanggung jawab. Para peserta bertanggung jawab untuk mengungkapklan pendapatnya, berprtisipasi dalam diskusi dan secara aktif melaksanakan persetujuan.

Disiplin diri: Menghalangi kensensus harus dilakukan hanya untuk keberatan –keberatan yang prinsip. Sampaikan keberatan dengan jelas dan langsung tanpa pembicaraan yang bertele –tele. Berpartisipasilah dalam menemukan solusi alternatif.

Rasa hormat: hormatilah orang lain dan percayailah merek untuk membuat input-input bertanggungjawab.

Kerja sama:Carilah wilayah persetujuan dan dasar yang sama, dan bangunlah kerjasama diatasnya. Hindari persaingan, pemikiran menang/ kalah, benar/salah.

Perjuangan :gunakan ungkapan ketidaksetujuan dengan jelas tidak bertele –tele. Gunakan ketidak setujuan dan argumen untuk belajar tumbuh dan berubah. Bekerja keraslah  untuk membangun kesatuan dalam kelompok dengan tidak mengorbankan kepentingan individual anggotanya.

Hubungan –hubungan informal

Box 62: Mengelola hubungan –hubungan informal

–          Carilah seminar, pertemuan kenfensiensi apa saja yang dapat kita hadiri di lembaga kita atau yang lainnya. Ikutlah kegiatan ini, ikutlah menyumbang bila mungkin akan membantu jaringan kerja kita, menjaganya tetap up to date, berbagai kekhawatiran dan kesusksesan

–          Universitas atau majikan kita mungkin melaksanakan sebuah sistem mentoring atau sistem teman yang akan memasangkan kita atau menghubungkan kita dengan seorang mahasiswa atau kolega yang lebih banyak memiliki pengalaman dan dapat memberikan bantuan

–          Berhubungan dengan organisasi penelitian atau professional yang relevan di dalam wilayah yang sedang kita kerjakan. Organisasi –organisasi ini akan meneliti pertemuan –pertemuan, dan nempaknya tertarik dengan penelitian yang sedang kita lakukan dan dapat menyediakan kontak-kontak yang berguna juga badan yang bermanfaat bagi ide-ide kita

–          Bicarakan penelitian kita dengan kerabat yang tertarik tetangga, kolega, dan yang lainnya didalam komunitas kita. Kita akan terkejut bagaimana alangkah bermanfaatnya mereka, terutama karena penelitian sebagainya adalah mengkomunikasikan ide-ide dan temuan –temuan.

Memanfaatkan pengolah data dan komputer

Sikap terhadap Teknologi

          Kami menyarankan bahwa memiliki pemahaman dan fasilitas dalam penggunaan komputer dan pengolahan data adalah keterampilan kunci bagi semua peneliti dalam ilmu-ilmu social. Ada tiga aspek yang paling penting:

–          kita harus mampu mengetik dengan baik

–          kita harus mengetahui dan mampu mengakses dan menggunakan berbagai database komputer yang relevan dengan bidang penelitian kita

–          kita harus mengetahui jenis-jenis paket dan dan program yang tersedia untuk menganalisa dan mempresentasikan data penelitian dalam wilayah penelitian kita. Kita harus mengetahui cara bekerja, syarat-syaratnya, keuntungannya, dan kerugiannya.

Fasilitas –fasilitas yang biasanya tersedia

Fasilitas teknologi yang mungkin tersedia dan dapat diakses dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. pengetikan dan pengolah data (lihat box 63)
  2. database dan komunikasi (lihat box 664)
  3. paket-paket dan program –program (lihat box65)

berusahalah agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan

          walaupun proyek penelitian telah di kelola dengan sangat teliti, tidak selalu segala sesuatu yang rencanakan berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin ada hal –hal menjadi masalah yang mungkin membuat kita kurang bersemangat. Tidak ada peneliti yang tidak pernah berbuat kesalahan. Kotak 66 menawarkan untuk penghibur dan menyenangkan hati kita, sebuah daftar tentang 20 hal yang mungkin bermasalah.

Box 66: Dua puluh hal yang mungkin menjadi masalah

1) kita kehabisan waktu, 2) akses ditolak oleh institusi atau individu kunci, 3) perginya seorang relasi kunci di dalam sebuah organisasi yang sedang kita teliti, 4) kita menemukan bahwa orang lain telah melakukan penelitian yang sama, 5) kita kehilangan pekerjaan kita, 6) tingkat respon kita sangat rendah, 7) manejer atau pembimbing kita mencampuri rencana kita, 8) kita jatuh sakit, 9) kita menganti penkerjaan kita, membuat akses terhadap “site” penelitian kita menjadi sulit,10)kita putus dengan patner kita, 11) kita kehilangan kutipan referensi kunci, 12) kita mendapatkan bahwa kita memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit data untuk dianalisis, 13) tape recorder kita  rusak atau batreinya habis, 14) kita kehabisan uang, 15) kita tidak dapat menemukan referensi kunci atau utama di perpustakaan kita, 16) kita mengalami kebosanan dengan proyek kita, 17) anjing memakan rancangan penelitian, 18) kita menulis terlalu banyak atau sedikit, 19) komputernya rusak, 20) margins di teks kita sesuai ukurannya untuk dijilid.

Box 56: Jawaban terhadap kesulitan (penderitaan)

  • Ingatlah diri kita sendiri bahwa tujuan melaksanakan proyek penelitian, khususnya bagi peneliti baru, sebanyak mungkin untuk mengembangkan pemahaman kita tentang proses penelitian dan/atau penggunaan metode tertensu seperi , untuk mengeplorasi isu-isu subtantif:

–          ingatlah mungkin hanya valid , dan mungkin lebih membantu bagi penelitian lain, untuk menulis penelitian kita dalam hal, misalnya, masalah-masalah mendapatkan akses terhadap kelompok tertentu atau memperoleh respon yang memadai dari kelompok yang pernah diperoleh aksesnya.

–          Jadikanlah menulis sebagai bagian dari urusan kita untuk direflesikan terhadap strategi penelitian kita, carilah apa yang menjadi masalah san mengapa, dan masukkan rekomondasi untuk melakukannya dengan lebih baik telah dimasa yang akan datang.

–          Pandanglah penelitian sebagai keterampilan yang telah dipelajari dan dikembangkan sepanjang penelitian. Seperti telah dikemukakan sebelumnya beberapa proyek penelitian benar-benar merupakan penelitian awal atau kesimpulannya mengangketkan. Bagian dari melakukan  penelitian adalah mengenai apresiasi terhadap apa yang terlibat dan kemana hal itu akan membawa kita.

–          Jika kita punya waktu dan sumber daya kita mungkin tentu saja dapat memilih untuk mengerahkan kembali strategi penelitian kita, ketika kita terhalangi dalam suatu arah ini sangat umum dan bukan berarti kegagalan.

–          Selamat datang di klub (dikelompok ini. Tak ada yang sia-sia)

–          Setelah membaca bab ini kita harus mampu mengelola waktu untuk melaksanakan berbagai aktivitas bagi penelitian kita.

–          Memahami bagaimana kita mengatur hubungan kita dengan figure-figur dan institusi –institusi  kunci (paling penting) bagi penelitian kita.

–          Lebih menyadari bagaimana kita dapat memanfaatkan pengolah kata dan komputer dengan lebih efektif bagi penelitian kita

–          Lebih percaya diri bahwa kita dapat membuat perubahan atau kesalahan dalam rencana penelitian tanpa seorang peneliti yang buruk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: