Tinggalkan komentar

READING FOR RESEARCH (Membaca untuk Penelitian)


 

Pendahuluan

Melakukan penelitian dalam ilmu-ilmu social akan menuntut kita banyak membaca terutama dalam bidang kajian sebelumnya tidak banyak kita baca. Pekerjaan dan keterampilan –keterampilan yang berhubungan dengan membaca  bagaimana membaca, apa yang harus dibaca, bagaimana bacaan – dapat menjadi kekhawatiran dan hambatan utama bagi peneliti yang relatif belum berpengalaman. Tujuan dari bab ini adalah untuk memberi dukungan kepada kita dalam mengembangkan dan memanfaatkan keterampilan –keterampilan membaca.

Bab ini disusun bagian –bagian berikut:

Mengapa Membaca?

Mengenai Literatur Penelitian

Strategi –strategi membaca paling penting

Menggunakan Perpustakaan

Membaca yang baik

Membaca tentang metode dan subjek Penelitian

Pencatatan hasil membaca

Meriviu literature

Masalah –masalah dalam membaca

 

Mengapa membaca?

Dua pulu alasan membaca untuk penelitian:

  1. membaca akan memberi kita ide-ide
  2. makan membantu memperbaiki gaya menulis kita
  3. kita harus mengetahui apa yang telah dilakukan oleh peneliti lain dalam bidang kajian kita.
  4. untuk memperluas wawasan kita dan menempatkan pekerjaan kita pada konteksnya.
  5. karena pengalaman langsung pribadi kita tidak akan pernah cukup.
  6. karena supervisor atau manager kita menginginkan kita banyak membaca
  7. membuat kita dapat menuliskan nama-nama penulis buku dalam karya tulis kita
  8. membaca itu menarik
  9. untuk meligitimasi argumen –argumen kita
  10. karena dapat menyebabkan kita mngubah pemikiran kita
  11. Karen para penulis perlu para pembaca
  12. membuat kita dapat lebih memahami tradisi-tradisi disipliner dimana kita bekerja
  13. menjadikan kita lebih trampil membaca
  14. karena kita tidak suka melakukannya
  15. membuat kita dapat mengkritik secara efektif apa yang telah dilakukan orang lain
  16. merupakan cara menghindari kontak social
  17. untuk mempelajari tempat –tempat yang tidak akan pernah kita kunjungi
  18. mengeluarkan kita dari jaln –jalan
  19. untuk mempelajari lebih dalam metode –metode penelitian dan eplikasinya dalam praktek
  20. untuk menentukan daerah –daerah kajian yang belum pernah diteliti.

Dari dua pulu alasan diatas sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita tambahkan. Kita juga melihat bahwa ada alasan negataif dan positif yang sengaja diberikan untuk memberikan rasa senang ketika menemukan alasan –alasan tadi dan untuk mencakup pengetahuan kita yang lalu. Kita dapat membacanya untuk mengontekstualisasikan apa yang sedang kita lakukan dan untuk memberi kesan kepada pembaca kita sendiri akan pengetahuan kita tentang literature.

Berikut in kita bahas tahp –tahap tujuannya membaca:

Tahap –tahap membaca:

–          pada tahap permulaan penelitian, untuk mengecek penelitian lain yang sudah dilakukan, untuk memfokuskan ide-ide dan untuk menyelidiki konteks bagi proyek kita

–          selama melakukan penelitian, untuk menjaga agar kita dapat menyukainya dan mengikuti perkembangan, untuk membantu kiita lebih memahami metode –metode yang sedang kita pakai dan bidang kajian penelitian kita dan sebagai sumber data.

–          Sesudah penelitian, untuk melihat dampak apa yang dimiliki oleh karya kita dan untuk membantu kita mengembangkan ide- ide bagi proyek –proyek penelitian lebih lanjut.

Tujuan –tujuan menbaca

–          sebagai laporan tentang  penelitian mengenai topik yang serupa.

–          Mencari berbagai informasi tentang metode –metode yang sedang dipakai dengan cara yang serupa dengan rencana kita.

–          Mencari berbagai informasi tentang konteks yang berhubungan dengan proyek kita.

Bagi peneliti yang komit, membaca menjadi aktivitas yang kontinu dan luas jangkauannya.

Menangani literature penelitian

Bagi peneliti baru, nampaknya banyak sekali yang harus dibaca sehingga sulit untuk memahami semuanya. Penelitian lebih berpengalaman juga bisa saja seperti itu. Tetapi peneliti baru mungkin merasa terlalu banyak dibebani oleh tingginya tuntutan  untuk membaca  yang memerlukan waktu yang lama. Ada beberapa hal yang diperlukan seperti berikut ini:

–          Volume literature. Jumlah materi yng ditulis pada berbagai bidang sudah begitu besar dan berkembang terus menerus. Bagaimana peneliti menguasainya?

–          Jenis –jenis literature. Banyak sekali jenis literature (buku teks jurnal, Koran dsb) yang mungkin relevan. Bagaiamanakan peneliti menggunakan sumber yang seluas ini?

–          Kurangnya pembatasan. Kecuali suatu proyek dibatasi dengan ketat, tidak mungkin untuk memastikan daerah literature mana yang relevan. Bagaimanakah peneliti menghindari pembaca yang terlalu luas atau tak bertujuan?

–          Argumen –argumen yang bertentangan. Segera ketika kita  mulai membaca, kita akan dihadapkan dengan berbagai pendapat argumen dan interprestasi yang berbeda –beda. Nampaknya tidak ada penulispun yang bersepakat tentang isu yang paling dasar sekalipun. Bagaimanakah peneliti menilai argumen –argumen ini dan menempatkan dirinya sendiri didalamnya?

Saran :

Jika kita menemukan argumen –argumen yang sangat bertentangan dalam  bacaan kita, kita mungkin bisa mengidentifikasi sebuah isu atau debat yang  mungkin berharga untuk diselidiki dalam proyek penelitian kita.

Strategi –Strategi Membaca Paling Penting

Membaca dimana.

Kita dapat membaca diperpustakaan kampus atau perpustakaan umum atau perpusatakaan pribadi atau perpustakaan lain. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan kesempatan di toko buku untuk membaca bahan –bahan yang kita perlukan. Juga  kita dapat meminjam buku dari majikan supervisor, teman, sesama mahasiswa, atau siapa saja yang memiliki bahan –bahan yang relevan dengan penelitian kita.

Apa yang harus dibaca

Kita dapat memperoleh bahan –bahan yang relevan dari buku –buku, jurnal, laporan, media popular, bahan-bahan computer-based materials, memo notulen, laporan –laporan internal, surat dan buku haria, makalah yang diterbitkan dan tidak, karya komtemporer dan klasik, teks-teks introductory dan overview, koleksi-koleksi yang teredit dan review literature, tulisan metodologis dan confessional(pengakuan), sumber-sumber primer, sumber –sumber sukunder sumber-sumber tersier.

Sumber primer adalah teks yang isinya semuanya data. Sumber sekunder mengansung diskusi dan interprestasi data yang di dalamnya penulis beragumentasi dari sudut pandang tertentu. Sumber tertier adalah teks yang berisi sedikit argumen lebih banyak persentase inforamasi dan sedikit merujuk pada sumber-sumber informasi tersebut.

Siapa yang harus dibaca

          Sangat penting untuk mengetahui siapa yang kita baca, dari mana asalnya , seberapa besar otoritasnya, dan apa motivasi tulisannya.

Bagaimana menemukan apa yang perlu dibaca.

          Jika anda seorang peneliti yang mengenai bidang kajian kurang      dikuasai untuk pertama kali anda harus mengusai literature yang relevan secepat mungkin . tujuannya adalah untuk mengenal dekat teks-teks kunci area kajian, dan untuk menambah pemahaman yang lebih luas dan bacaan selekrtif semngenai topik penelitian.

Delapan tahap menemukan apa yang perlu kita baca:

1.    Mintalah nasehat dari sumber-sumber yang ada : supervisor, manajer, sesama peneliti atau mahasiswa kita.

2.    carilah tempat buku –buku  atau jurnal yang nampak relevan dalam sebuah perpustakaan katalog bertanya kepada pustakawan, membuka –buka  buku atau menggunakan katalog . katalog computer –based akan sangat bermanfaat.

3.    setelah anda mengetahui lokasi-lokasi rak buku yang relevan, lihat –lihatlah buku-buku lain yang relevan dengan topik kita.

4.    setelah mengetahui jurnal –jurnal yang relevan, lihat –lihatlan isu-isu terakhir untuk menemukan tulisan yang paling up-to-date tentang topik kita.

5.    bacalah mulai dari sumber asli diikuti dengan referen-referen yang tampak menarik.

6.    identifikasi teks-teks kunci dengan mencatat teks-teks yang terus menerus dirujuk yakinlah bahwa anda membaca teks yang paling popular atau paling relevan . carilah edisi terakhir.

7.    sementara and mengembangkan feeling anda tentang literature yang relevan dengan bidang anda. Cobalah dan yakinlah bahwa anda memiliki pemahaman dan telah membaca daerah –daerah kajian yang berbeda.

8.    memanfaatkan waktu dan sumber daya yang ada untuk membaca teks-teks yang berkaitan semaksimal mungkin

Menggunakan Perpustakaan

Suber –sumber informasi di perpustakaan adalah: pustakawan, katalog , data –base dan komputer, abstrak dan reviu, kamus dan ensiklopedi, dan rak –rak terbuka

Bacalah pula jurnal –jurnal selain buku. Selain itu ada juga sumber infomasi yang dapat diperoleh di luar perpustakaan. Anda mungkin juga perlu memfotokopi bahan-bahan yang tidak dapat dibeli.

Membaca dengan cukup baik

          Membacalah dengan cepat dan cobalah memahami intisarinya. Berikut adalah saran –sran tips untuk mendapatkan intisari:

1.    Catatlah nama penulis, judul,penerbit, dan tanggal tahun,laporan atau artikel. Simpanlah catatan ini dan catatan lain tentang isinya dengan aman.

2.    Carilah pendahuluan,bab kesimpulan,abstrak,atau rangkuman. Jika ada bacalah dengan cepat,baca isisnya dengan cara scenning.

3.    Jika buku atau laporan itu ada jilidnya,uraian singkat dari penerbit juga mungkin bermanfaat. Jika sebuah buku atau laporan, carilah daftar isisnya. Carilah bab-bab yang anda anggap relevan dengan topik,kemudian fokuskan kepadanya,lalu mulai lagi dari pendahuluan dan atau kesimpulan.

4.    Jika sebuah buku atau laporan, carilah indeksnya. Jika ada ahl-hal yang khusus yang menarik kita (orang-orang,institusi atau peristiwa kita harus mencari tempat dari indeks dimana hal-hal tadi dibahas di dalam teks.

5.    Di dalam teks itu sendiri masalah-masalah kunci akan sering disentuh atau diparagraf pertama atau paragraph terakhir. Begitu pula kalimat pertama atau paragraph terakhir sering digunakan untuk menunjukkan dan merangkum isi paragraph.

Strategi Membaca SQ3R dan SQ4R

SQ3R (Survey Question Read Recall and Review)

SQ3R adalah strategi fleksibel. Kita dapat menenrapkannya dengan berbagai cara untuk berbagai bahan bacaan,sesuai dengan tujuan kita.Berikut adalah tahap-tahap paling penting.

1.    Cobalah untuk memperoleh arah umum dari bahan-bahan yang sedang kita lihat-lihat dengan cara melakukan reviu atau survey cepat.

2.    Sementara kita melakukan survey,mulailah menanyakan pertanyaan-pertanyaan (questions) pada diri sendiri yang jawabannya diharapkan dapat diperoleh jika teksnya itu perlu dibaca lebih teliti.

3.    Bacalah (read) teks dengan lebih teliti jika perlu.

4.    Ketika kita selesai membaca, cobalah untuk mengingat (recall) hal-hal yang paling penting.

5.    Periksalah seberapa baik anda telah mengingat dengan cara kembali mereviu teks (survey questions read recall and review) (Rowntree 1991,pp 76-77)

Strategi SQ4R (Survey,Question,Read,Recite,Write,Review).

Strategi SQ4R terdiri dari langkah-langkah berikut:

1.    Survey dan pertanyaan

2.    Membaca untuk menjawab pertanyaan

3.    Ceritakan kembali dan tulis jawaban dan rangkuman

4.    Reviu

SQ4R didesain untuk membantu kita memusatkan perhatian pada mempelajari apa-apa yang penting bagi kita. Kita belajar mengorganisasikan dan membuat struktur belajar kita. Kita menyatakan tujuan kita sebagai pertanyaan, mencari jawaban, mencapai tujuan kita terus maju. Kita menfokuskan pada menguasai konsep-konsep kunci (Walter and Seibert 1993,p.94). Sulit untuk mengubah kebiasaan belajar lama yang membutuhkan lebih banyak energi untuk membuat pertanyaan dan mengembangkan rangkuman daripada untuk membiarkan mata kita membaca secara pasif halaman-halaman ynag etrcetak.(ibid,p.95)

Bagaimana meniai secara kritis apa yang kita baca

Interprestasi dan evaluasi kritis seperti yang kita gunakan untuk menulis esai memerlukan image yang setengah terbentuk dan pengalaman membaca secara umum. Membaca kritis harus merespon terhadap hal-hal yang rinci (taylor 1989,p.55).

Proses-proses kritis dalam membaca

Reorganizing

Reorganizing akan melibatkan pemilihan apa yang penting dalam masing-masing sumber dan mengumpulkan apa yang telah dipelajari dengan cara yang koheren dan relevan dengan masalah-masalah kita (Fairbairn,an Winch,1991,p.12).

Infering

Kita harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan bahwa ada hal lain yang dimaksud oleh penulis untuk dikomunikasikan kepada kita selain apa yang tersurat (Ibid,p.13)

Evaluating

Kita akan membentuk suatu opini terhadap manfaat apa yang kita baca. Apakah penulis menyajikan argumen-argumen atau bukti-bukti yang baik bagi pernyataan-pernyataannya. Apakah informasi mudah diperoleh? Apakah penulis mengekspresikan pandangan yang konsisten satu sama lain? Apakah dia membedakan secara jelas yang mana fakta dan mana pendapat atau apakah pendapat sering disamarkan sebagai fakta.(Ibid,p.13).

Apakah yang dimaksud dengan membaca kritis?
Membaca kritis adalah :

–          Membaca yang dilakukan melebihi deskripsi semata dengan cara memberikan pendapat,membuat respon-respon pribadi terhadap apa-apa yang telah ditulis.

–          Membaca yang menghubungkan berbagai tulisan,menunjukkan perbedaaannya dan kontradiksinya, dan menyoroti kekurangan-kekurangannya.

–          Membaca yang tidak hanya memahami tulisan dari permukaannya saja.

–          Membaca yang berusahan eksplisit mengenai nilai-nilai dan teori-teori yang memberi informasi dan mewarnai terhadap bacaan dan tulisan.

–          Membaca yang memandang karya tulis penelitian sebagai ajang pertentangan di dalamnya  pandangan dan posisi alternatif dapat diambil.

–          Membaca yang menampilkan kesadaran hubungan kekuasaan yang terlibat dalam penelitian dan dari mana penulis berasal.

–          Membaca yang menggunakan bahasa tertentu (penulis menyatakan,beragumentasi,mengambil kesimpulan atau berpendapat), dapat dikualisifikasi secara teliti, dapat menggunakan suara inpersonal.

Membaca tentang metode dan subjek

Kita telah menekankan beberapa kali pentingnya memahami pendekatan dan tehnik maupun subjek penelitian kita. Berikut sembilan alasan membaca tentang metode-metode.

1.    kita akan menggunakan satu atau lebih tehnik atau metode penelitian dalam proyek kita, sehingga kita perlu memahami sebanyak mungkin tentang metode dan penggunaannya.

2.    Kita mungkin perlu mengevaluasi pendekatan-pendekatan atau tehnik-tehnik alternatif sebelum memutuskan yang mana yang akan kita pakai

3.    Jika kita akan terlibat dalam suatu rangkaian proyek-proyek penelitian kita perlu mengembangkan pemahaman kita tentang metode-metode penelitian yang digunakan dalam disiplin ilmu kita atau daerah subjek

4.    Sementara itu kita akan mengembangkan pengetahuan kita tentang praktek-praktek penelitian yang akan lebih mampu merefleksikannya dalam praktek

5.    Akan membantu kita menjastifikasi apa yang sedang kita lakukan atau apa yang kita usulkan dan mengapa.

6.     Akan membuat kita memandang penelitian seperti adanya, sebuah proses social dengan konvensi-konvensi yang bervariasi dan praktek-praktek yang berubah, dan bukan sebagai perangkat prosedur yang artificial dan objektif.

7.    Metode-metode kita mungkin lebih menarik daripada subjek penelitiannya.

8.    Kita mungkin perlu atau diharapkan menulis bagian atau bab metodologis dalam laporan atau disertasi penelitian kita.

9.    Untuk memperluas pengetahuan kita.

Dimana kita dapat membaca tentang metode.

1.   Methodological Teks. Teks-teks ini munkin mereviu berbagai metode atau memfokuskan lebih rinci hanya pada satu atau dua.

2.   Methods journals. Jurnal-jurnal ini mengkhususkan membahas artikel-artikel tentang penggunaan dan pengembangan metode-metode tertentu. (contoh,lihat box 46)

3.   Confessional accounts. Adalah artikel-artikel atau buku-buku yang menceriterakan seperti apa penelitian, masalah-masalah apa yang ditemui, dan bagaimana ditangani. Ini membantu menggali ide penelitian sebagai proses yang jelas bebas dari kesalahan dan hal ini akan memberikan dorongan kepada kita manakala kita menemukan kesulitan dalam penelitian kita. Kita akan menemukan kutipan dan rujukan dalam buku-buku tersebut.

4.   Laporan tentang metodologi dalam penelitian ynag diterbitkan. Makalah penelitian mungkin akan mengungkapkan metode yang digunakan untuk melakukan penelitian.

Mencatat bacaan kita

Ketelitian, diiringi dengan kreatifitas,fleksibilitas,persuasiveness (bersifat membujuk), dan kemampuan memperoleh pembiayaan, merupakan sifat-sifat peneliti paling penting. Teliti sejak awal sampai akhir penelitian dan sesudahnya akan menghemat waktu dan kesulitan dalam jangka panjang.

Hal ini sangat penting terutama dalam pencatatan hasil membaca. Kita harus memutuskan, segera sejak mulai, untuk mencatat seluruh detail segala sesuatu yang kita baca. Detail ini harus mencakup:

–          penulis

–          judul makalah,laporan dan buku

–          tanggal penerbitan

–          jika sebuah buku atau laporan,penerbit dan tempat penerbitan

–          jika sebuah bab dalam buku yang diedit,judul  dan editor buku,nomor halaman bab tersebut

–          jika sebuah makalah di jurnal, jurnal, volume dan nomor isu, dan halaman

Reviu Literatur

Melakukan reviu literature:

1.    Mintalah nasehat supervisor, manajer,kolega, sesama mahasiswa tentang apa-apa yang diperlukan. Jika kita meneliti dalam konteks akademis mungkin ada ketentuan-ketentuan yang ketat.

2.    Lihatlah contoh-contoh reviu literature yang telah lalu dalam bidang kajian penelitian kita. Mungkin telah diselesaikan oleh mahasiswa atau peneliti yang lalu di lembaga kita atau telah dipublikasikan dalam bentuk buku atau jurnal. Banyak artikel yang memasukkan paling tidak suatu reviu literature yang pendek. Ketika kita membaca reviu-reviu yang lalu cobalah untuk tidak mengikuti cara mereka membentuk atau argumen-argumennya secara sembarangan. Bacalah sumber-sumber yang dirujuk bila mungkin, dan tidak percaya begitu saja pada interpretasi orang lain.

3.    Yakinkan bahwa kita memasukkan apa yang dianggap teks kunci dalam bidang kita dan kita menempatkan karya ini dalam tradisi disiplin ilmu kita yang lebih luas, sub disiplin atau  daerah subjek (bidang kajian). Jika pekerjaan kita akan diperiksa dan kita menyadari akan identitas pemeriksa atau kesukaannya,masuk aapabila kita menyebutnya dalam reviu kita. Para pemeriksa juga manusia. Rujuklah pekerjaan pemeriksa kita, demonstrasikan bahwa kita telah membacanya dan tidak terlalu krits.

4.    Bentuklah reviu kita dalam bagia-bagian untuk merefleksikan berbagai pendekatan interpretasi aliran pemikiran dan daerah kajian subjek.

5.    Reviu kita sehrusnya merangkum apa yang telah dilakukan  orang lain dan dipikirkan orang lain dalam bidang kajian itu dan menunjukkan respon kita sendiri terhadap karya dan kesimpulan mereka. Bersikap kritislah-hanya karena pekerjaan itu diterbitkan bahkan jika oleh pemikir utama dalam bidang kita, tidak berarti itu sudah final-tetapi tidak destruktif.

Penggunaan dan penyalahgunaan referensi

Kita harus menggunakan referensi untuk :

1.    Menjastifikasi argumen kita

2.    Memungkinkan kita membuat perbandingan dengan penelitian lain

3.    Mengungkapkan dengan lebih baik daripada yang pernah kita lakukan

4.    Untuk mendemonstrasikan keakraban kita dengan bidang kajian kita.

Kita tidak boleh menggunakan referensi untuk

1.    Memberikan kesan kepada pembaca tentang luasnya bacaan kita.

2.    Mengotori tulisan kita dengan nama dan kutipan.

3.    Mengganti perlunya untuk mengungkapkan pikiran kita sendiri.

4.    Salah menampilkan kembali penulis yang lain.

Rangkuman

Setelah membaca bab ini kita seharusnya:

1.    Memahami sangat pentingnya membaca sebagai bagian dari proses penelitian.

2.    Merasa lebih percaya diri tentang bagaimana menemukan bahan-bahan yang relevan untuk dibaca.

3.    Menyadari bahwa membaca untuk penelitian adalah sebuah proses yang selektif.

4.    Meapresiasi pentingnya pencatatan yang teliti tentang apa yang telah dibaca.

5.    Memiliki pandangan yang lebih baik tentang apa-apa yang tercakup dalam menghasilkan sebuah reviu literature.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: