Tinggalkan komentar

THINKING ABOUT METHODS (Memikirkan Metode Penelitian)


THINKING ABOUT METHODS

(Memikirkan Metode Penelitian)

Everyday Research Skills

(Keterampilan-keterampilan Penelitian sehari-hari)

Everyday life skills for research

  • Membaca (Reading)
  • Mendengarkan (Listening)
  • Memperhatikan (Watching)
  • Memilih (Choosing)
  • Menanyakan sesuatu (Questioning)
  • Membuat Rangkuman (Summarizing)
  • Mengorganisasikan (Organizing)
  • Memulis (Writing)
  • Menyajikan (Presenting)

Para peneliti menggunakan keterampilan sehari-hari untuk pengumpulan,pemilihan,analisis dan presentasi data. Namun demikian para peneliti memanfatkan keterampilan-keterampilan yang telah diterima ini dengan cara yang sadar, dipertimbangkan, sistematis dan melibatkan profesionalisasi keterampilan-keterampilan sehari-hari juga menuntut peneliti untuk memberikan perhatian khusus pada nilai-nilai, pandangan, arti dan penjelasan alternatif.

Pada intinya walaupun keterampilan-keterampilan sehari-hari,pengalaman dan pemahaman tentang keterampilan sehari-hari ini memberikan pengetahuan siap untuk memikirkan desain dan metode penelitian.

Families,Approaches and Techniques

(Keluarga,Pendekatan dan Tehnik)

Ada banyak cara untuk memikirkan dan menggolongkan beraneka ragam metode yang ada untuk mendesain, melaksanakan dan menganalisa hasil penelitian.

Research Families (Keluarga/Rumpun Penelitian)

  • Quantitative or Qualitative (Kuantitatif atau Kualitatif)
  • Deskwork or Fieldwork (Pekerjaan dibelakang meja atau di lapangan)

Research Approach:

  • Action Research
  • Case Studies
  • Experiments
  • Surveys

Research Techniques:

  • Documents
  • Interview
  • Observatin
  • Questionnaire

Keluarga Penelitian

Kuantatif dan kualitatif

Penelitian kuantiatif meliputi kajian-kajian yang datanya dianalisis dalam bentuk angka-angka sedangakn kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan peristiwa,orang-orang,dan sebagainya secara ilmiah tanpa menggunakan data numeric. Penelitian kuantitatif lebih didasarkan langsung pada rencana asal dan hasilnya lebih sipa dianalisis dan diinterpretasikan. Penelitian kualitatif lebih terbuka dan lebih responsive terhadap subjeknya. Kedua jenis penelitian ini valid dan bermanfaat. Keduanya tidak saling ekslusif. Penggunaan keduanya pada suatu kajian dapat dimungkinkan (Best and Kahnp.89-90).

Penelitian kualitatif lebih sulit,lebih penuh tekanan, lebih banyak memakan waktu. Jika ingin  lebih cepat selesai dan mudah,gunakan saja studi kuesioner langsung. Penelitian kualitatif hanya cocok untuk orang yang menyukainya, melakukannya dengan serius dan siap pada komitmen (Delamon,1992,p.viii).

Enam karakteristik Penelitian Kualitatif:
1. Peristiwa dapat dipahami secara memadai hanya bila dilihat dalam konteks. Itulah sebabnya seorang peneliti kualitatif “membenamkan dirinya ‘ ke dalam setting penelitiannya.

2. Konteks-konteks inkuirinya tidak dibuat-buat melainkan natural.tak ada yang ditetapkan sebelumnya atau dipastikan benar.

3. Penelitian kualitatif ingin mendapatkan data langsung dari orang-orang yang dipelajari dan mendapatkan perspektif mereka dalam bentuk kata-kata dan tindakan. Itulah sebabnya penelitian kualitatif merupakan proses interaktif dimana orang-orang yang dipelajari mengajarkan kehidupan mereka pada peneliti.

4. Peneliti kualitatif memperlakukan pengalaman sebagai suatu keseluruhan, bukan sebagai variable yang terpisah-pisah. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami pengalaman sebagai kesatuan.

5. Metode-metode kualitatif sesuai dengan pernyataan-pernyataan di atas. Tak ada satu metodepun yang umum.

6. Bagi banyak peneliti kualitatif, proses penelitian memnuntut penilaian (penaksiran) tentang apa yang dikaji.

(Ely et al,1991. P.4;after Sherman and Webb,1988,pp.5-8)

“Kualitatif” mengandung arti langsung berhubungan dengan pengalaman seperti yang “dijalani” atau “dirasakan” atau “dialami”. (sebaliknya penelitian”kuantitatif” itu tidak langsung,abstrak dan memperlakukan pengalamn-pengalaman sebagai sesuatu yang serupa, menambahkan atau melipatgandakan atau mengkuantifikasikannya …… penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami pengalaman sedekat mungkin seperti orang-orang mengalami atau merasakannya.

Fieldwork or Deskwork?

Fieldwork artinya pergi keluar untuk mengumpulkan data penelitian. Data seperti itu dapat digambarkan secara orisinil atau empiris, dan tak dapat diperoleh apabila peneliti tidak melakukan sejenis ekspedisi.

Sedangkan deskwork meliputi proses-proses penelitian yang tidak memerlukan bepergian ke lapangan, terdiri dari kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sambil duduk di belakang meja. Kegiatan ini mencakup misalnya administrasi,pengumpulan dan penganalisisan survey-survey melalui pos, analisis data yang dikumpulkan oleh orang lain, beberapa jenis pekerjan eksperimental dan laboratorium tertentu, studi literature di perpustakaan dan tentu saja menulis.

Pendekatan Penelitain

Sebelumnya telah disebutkan ada empat pendekatan atau desain utama dalam penelitian ilmu social, yaitu: action research,case studies,surveys,dan experiment.

Teknik Penelitian

Teknik penelitian yang dapat digunakan yaitu:studi dokumenter,interviu,observasi dan kuesioner.

Perlu ditekankan  di sini bahwa berbagai keluarga, pendekatan, dan teknik yang dibahas di sini tidak berhubungan langsung satu sama lain. Jadi mungkin saja menggunakan pendekatan action research, case study atau survey dalam strategi penelitian kualitatif atau kuantitatif, walaupun eksperimen cenderung kepada kuantitatifdenagn sendirinya. Begitu pula case study,experiment dan survey dapat digunakan sebagai bagian strategi penelitian di belakang meja atau di lapangan;tetapi action research cenderung merupakan fieldwork. Dokumen,interview,dan kuesioner dapat diguankan pada semua strategi dan pendekatan penelitian walaupun cara penggunaannya dan penganalisisannya akan berb eda-beda.

Action Research

Action research dapat didefinisikan sebagai penelitian suatu situasi social untuk memperbaiki tindakan di dalamnya. Action research dimaksudkan memberikan keputusan  (judgement) praktis dalam situasi konkrit dan validitas teori dan hipotesis yang diambil tidak tergantung banyak pada pengujian kebenaran ilmiah, karena manfaatnya untuk membantu orang bertindak dengan lebih cerdas dan terampil. Dalam action research, teori-teori tiak validasi secara independen lalu diaplikasikan ke dalam praktek. Teori-teori justru divalidasi melalui praktek (Elliot,1991.p.69)

Criteria Action Research:

1.    Edukatif

2.    Berhubungan denagn individu-individu sebagai anggota kelompok social

3.    Berfokus pada masalah konteks spesifik dan diorientasikan ke masa depan.

4.    Melibatkan suatu intervensi perubahan.

5.    Dimaksudkan untuk perbaikan dan pelibatan (improvement and involvement).

6.    Melibatkan suatu proses siklus yang didalamnya penelitian,tindakan,dan evaluasi saling terkait.

7.    Dibuat atas dasar hubungan penelitian yang didalamnya orang-orang yang terlibat adalah orang-orang yang berpartisipasi dalam proses perubahan.

(Hart and Bond,1995,pp.37-38)

Case Study (Studi kasus)

Studi kasus menggunakan campuran berbagai metode:observasi personal, yang untuk beberapa periode atau peristiwa mungkin berkembang menjadi partisipasi ; penggunaan informasi –informasi untuk data masa kini dan histories, penginterviuan langsung, dan penelusuran dan pengkajian dokumen dan catatan-catatan yang relevan dari pemerintah pusat dan local, para pelncong, dsb. (Cosley and Lury, 1987,p65).

Studi kasus adalah metode pemilihan manakala fenomena yang dikaji belum siap dapat dibedakan dari konteksnya (Yin,1993,p3)

Studi kasus dalam banyak cara sangat ideal untuk kebutuhan dan sumber daya penelitian berskala kecil. Studi kasus memungkinkan dan memang mendukung, pemusatan pada hanya satu contoh atau barangkali hanya dua atau tiga. Hal ini mungkin menjadai tempat bekerjanya penelitian atau institusi atau organisasi yang lain yang mereka memiliki hubungan : perusahaan, LSM, sekolah, kapal laut atau penjara. Atau bisa juga satu elemen dari sebuah organisasi: kelas, tim, kelompok komunitas. Atau fokusnya pada seseorang atau beberapa orang seperti dalam penelitian Life is history atau analisis tentang begaimana top manajer memperoleh jabatannya.

Hubungan antara pendekatan action research dan case study seharusnya tidak dilihat secara umum. Case study dapat dijalankan dengan berbagai cara. Yen (1993) menyebutkan enam jenis study kasus, yang dibatasi dalamdua dimensi, yaitu:

  • Jumlah kasus : tunggal atau ganda
  • Tujuan kajian : eksplorasi, deskriptif atau eksplanatori

Jadi kita bisa menyebutkan studi kasus deskriptif tunggal, studi kasus eksplanatori ganda, dst.

 

Experiments

Ada dua tradisi penelitian yang luas dalam ilmu social; tingka; eksperimental dan non-eksperimental. Keduanya mencoba menjelaskn tingkahlaku manusia, mereka berbeda dalam jumlah kontrol yang mereka miliki terhadap data. Secara sederhana eksperimentalis memanipulasi variable –variabel yang dicurigai memiliki efek. Sedangkan non-eksperimentalis mengobservasinya. (Lewis-Beck,1993,pix).

Sebuah eksperimen yang didesain dengan baik memiliki tiga sifat penting: 1) peneliti harus mengubah paling sedikit satu variable independen untuk mengukur efek-efeknya pada tingkah laku subyek, 2) peneliti harus memiliki kekuasaan untuk menyuruh subyek berada pada berbagai kondisi eksperimental, dan 3) peneliti harus mengontrol variable –variable luar yang mungkin mempengaruhi tingkah laku subyek. (Leary 1991,p122).

Sebuah eksperimen melibatkan penciptaan situasi artificial yang didalamnya peristiwa –peristiwa yang biasanya berlangsung bersamaan diambil atau dipisahkan. Orang –orang yang terlibat dalam eksperimen disebut subyek. Faktor-faktor atau unsur-unsur yang tercakup dalam penelitian ini disebut variable. Variable independen adalah variable yang secara sistematis diubah oleh eksperimenter. Item –item yang dipengaruhi oleh perlakukan eksperimental disebut variable bebas. (Sommer and Sommer, 1991,p94).

Survey

Penelitian survey adalah metode pengumpulan informasi dengan menanyakan seperangkat pertanyaan yang dirumuskan sebelumnya dengan urutan yang ditentukan dalam sebuah kuesioner terstruktur kepada suatu sampel individu –individu yang ditarik sebagai representasi dari populasi tertentu. (Hutton 1990,p.8).

Penelitian survey dalam pendidikan meliputi pengumpulan informasi dari anggota –anggota satu kelompok murid, guru atau orang lain yang berhubungan dengan proses pendidikan, dan analisis dari informasi ini menjelaskan isu-isu pendidikan yang penting. Kebanyakan survey didasarkan pada sampel –sampel dari populasi sasaran tertentu/kelompok orang –orang yang berkepentingan. Peneliti sering berkeinginan untuk menggeneralisasikan hasil –hasil yang diperoleh dari sampel pada populasi darimana sampel itu ditarik. (Rosier 1988.p.107).

Keuntungan Survey

  • pertanyaan –pertanyaan didesain sehingga jawaban dari interview individual dapat digabungkan bersama-sama untuk mengahsilkan sesuatu yang sesuai dengan seluruh sampel.
  • Penelitian didasarkan pada interview dengan sampel representatif dari responden.
  • Pertanyaan –pertanyaan didesain untuk tidak biasa
  • Survey memungkinkan untuk pengulangan di masa depan
  • Survey yang besar dapat dipecah –pecah.

(Hutton,1990,pp.11-13)

Jenis –Jenis Survey:

Studi eksperimental didasarkan pada percobaan –percobaan terkontrol yang diacak …… studi prospektif dan follow-up…… mencakup penentuan orang –orang yang akan diteliti dan lalu membuat organisasi untuk menginterview mereka manakala mereka menggunakan jsa tertentu atau mengembangkan kondisi tertentu atau manakala internal yang sesuai telah berlalu….. kajian studi retrospektif ……… (Cartwight,1983,pp.142-145).

Survey deskriptif untuk menggambarkan secara akurat karakteristik individual tertentu. Situasi –situasi atau kelompok –kelompok tertentu………survey analitis berhubungan dengan pengetesan hipotesis tentang hubungan antara variable –variabel untuk memahami dan mejelaskan fenomena social tertentu.(Bulmer, 1984,p54).

Kuesioner dan interview yang merupakan teknik dalam penelitian survey menduduki tempat utama dalam proyek –proyek penelitian ilmu social skala kecil. Inilah sebabnya sampai sejauh tertentu, ketika mahasiswa atau kryawan diminta untuk melaksanakan penelitin,merweka hampir secara otomatis memikirkan untuk menggunakan teknik-teknik ini, biasanya keduanya sekaligus. Interview dan kuesioner tentu saj dapt menjadi bagian (dipakai) dalam pendekatan action research, studi kasus dan eksperimental pada penelitian ilmu social. Namun interview dan kuesioner bukanlah dua-duanya teknik yang ada. Penggunaan studi dan observasi juga biasa dipakai.

Delapan issu yang hrus dipertimbangkan dalam penelitian metode penelitian:

  • Apa yang anda perlukan atau apa yang ingin anda temukan?
  • Keterampilan apa yang anda miliki?
  • Akankah pilihan metodelogis anda menjawab pertanyaan anda?
  • Bagaimana metode anda akan mempengaruhi jawaban yang anda peroleh?
  • Metode –metode mana yang dapat diterima?
  • Penggunaan lebih dari satu metode
  • Kemungkinan perubahan arah penelitian

Mengambil Keputusan tentang Metode Penelitian.

Anda mungkin telah memiliki yang jelas tentang pertanyaan –pertanyaan berikut:

1.    Bagaimana anda akan melakukan penelitian

2.    strategi dan pendekatan apa yang akan anda pakai

3.    teknik atau metode apa yang akan anda gunakan

Anda mungkin telah memiliki perspektif tentang penelitian. Dengan demikian tentu saj dapat melaksanakan penelitian tanpa gangguan yang berkenaan dengan persepektif metodologis. Memikirkan metodologis dapat mempercepat penelitian secara signifikan. Karena :a) hal ini membantu memberikan apresiasi yang lebih baik tentang keuntungan dan kerugian metode-metode  tertentu baik secara masing –masing maupun gabungan, b) memungkinkan menghubungkan penelitian dengan proyek –proyek yang serupa yang dilakukan oleh peneliti –peneliti yang lain, c) mungkin memberikan perspektif yang menarik pada penelitian, barangkali lebih menarik daripada penelitiannya itu sendiri.

Jika anda memiliki pemehaman tentang kemungkinan strategi penelitian. Pendekatan –pendekatan dan teknik-teknik yang ada dalam melaksanakan penelitian, anda akan berada pada posisi yang jauh lebih baik untuk membuat pilihan metode mana yang akan anda pakai sendiri, dan bagaiamana menggunakannya dengan cara yang terbaik.

Sampling dan Seleksi

Srtategi Sampling

Probability sampling  
  • Simple rndom sampling
  • Systematic sampling
  • Stratified sampling

 

 

 

  • Cluster sampling

 

 

 

 

  • Stage sampling

 

 

 

 

 

 

 

 

–          pemilihan secara acak

–          memilih setiap kasus ke-n

–          pengambilan sampel dari kelompok –kelompok dalam populasi

–          menyervey seluruh cluster dari populasi yang diambil samelnya secara acak

–          mengambil sample cluster yang diambil secar acak

 

Non Probability Sampling  
  • Convenience sampling

 

  • Voluntary sampling

 

  • Quota sampling

 

 

  • Purposive sampling

 

 

  • Dimensional sampling

 

  • snowball sampling
–          Pengambilan sampel yang paling sesuai.

–          Sampel memilih dirinya sendiri

–          Convenience sampling dalam kelompok-kelompok  populasi.

–          Kasus –kasus khas atau menarik yang dipilih secara sengaja.

–          Multi dimensional quota sampling.

–          Membangun  sebuah sampel melalui informan

Jenis Sampling yang lalu  
  • Event sampling

 

 

 

  • Time sampling
–          menggunakan peristiwa –peristiwa rutin atau khusus sebagai basis pengambilan sampel.

–          Mengambil smpel berdasarkan bagian –bagian hari, minggu, atau tahun yang dianggap signifikan.

Pendekatan sampling probabilitas yang paling dipahami secara luas adalah random sampling, dimana setiap individual atau obyek dalam populasi yang bersangkutan memiliki peluang yang sama untuk dipilih dalam penelitia. Tetapi pendekatan yang lebih kompleks adalah sampleng sistemtik dan sampling stratified. Pendekatan yang lebih terfokus adalah sampling cluster dan sampling stage yang mungkin dipakai dalam kerangk kerja probabilitastik.

Pendekatan –pendekatan pengambilan sampel non- probabilitastik digunakan manakala peneliti kekurangan kerangka pengambilan probabilitastik dianggap tidak perlu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: