READING FOR RESEARCH (Membaca untuk Penelitian)

 

Pendahuluan

Melakukan penelitian dalam ilmu-ilmu social akan menuntut kita banyak membaca terutama dalam bidang kajian sebelumnya tidak banyak kita baca. Pekerjaan dan keterampilan –keterampilan yang berhubungan dengan membaca  bagaimana membaca, apa yang harus dibaca, bagaimana bacaan – dapat menjadi kekhawatiran dan hambatan utama bagi peneliti yang relatif belum berpengalaman. Tujuan dari bab ini adalah untuk memberi dukungan kepada kita dalam mengembangkan dan memanfaatkan keterampilan –keterampilan membaca.

Bab ini disusun bagian –bagian berikut:

Mengapa Membaca?

Mengenai Literatur Penelitian

Strategi –strategi membaca paling penting

Menggunakan Perpustakaan

Membaca yang baik

Membaca tentang metode dan subjek Penelitian

Pencatatan hasil membaca

Meriviu literature

Masalah –masalah dalam membaca

 

Mengapa membaca?

Dua pulu alasan membaca untuk penelitian:

  1. membaca akan memberi kita ide-ide
  2. makan membantu memperbaiki gaya menulis kita
  3. kita harus mengetahui apa yang telah dilakukan oleh peneliti lain dalam bidang kajian kita.
  4. untuk memperluas wawasan kita dan menempatkan pekerjaan kita pada konteksnya.
  5. karena pengalaman langsung pribadi kita tidak akan pernah cukup.
  6. karena supervisor atau manager kita menginginkan kita banyak membaca
  7. membuat kita dapat menuliskan nama-nama penulis buku dalam karya tulis kita
  8. membaca itu menarik
  9. untuk meligitimasi argumen –argumen kita
  10. karena dapat menyebabkan kita mngubah pemikiran kita
  11. Karen para penulis perlu para pembaca
  12. membuat kita dapat lebih memahami tradisi-tradisi disipliner dimana kita bekerja
  13. menjadikan kita lebih trampil membaca
  14. karena kita tidak suka melakukannya
  15. membuat kita dapat mengkritik secara efektif apa yang telah dilakukan orang lain
  16. merupakan cara menghindari kontak social
  17. untuk mempelajari tempat –tempat yang tidak akan pernah kita kunjungi
  18. mengeluarkan kita dari jaln –jalan
  19. untuk mempelajari lebih dalam metode –metode penelitian dan eplikasinya dalam praktek
  20. untuk menentukan daerah –daerah kajian yang belum pernah diteliti.

Dari dua pulu alasan diatas sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita tambahkan. Kita juga melihat bahwa ada alasan negataif dan positif yang sengaja diberikan untuk memberikan rasa senang ketika menemukan alasan –alasan tadi dan untuk mencakup pengetahuan kita yang lalu. Kita dapat membacanya untuk mengontekstualisasikan apa yang sedang kita lakukan dan untuk memberi kesan kepada pembaca kita sendiri akan pengetahuan kita tentang literature.

Berikut in kita bahas tahp –tahap tujuannya membaca:

Tahap –tahap membaca:

–          pada tahap permulaan penelitian, untuk mengecek penelitian lain yang sudah dilakukan, untuk memfokuskan ide-ide dan untuk menyelidiki konteks bagi proyek kita

–          selama melakukan penelitian, untuk menjaga agar kita dapat menyukainya dan mengikuti perkembangan, untuk membantu kiita lebih memahami metode –metode yang sedang kita pakai dan bidang kajian penelitian kita dan sebagai sumber data.

–          Sesudah penelitian, untuk melihat dampak apa yang dimiliki oleh karya kita dan untuk membantu kita mengembangkan ide- ide bagi proyek –proyek penelitian lebih lanjut.

Tujuan –tujuan menbaca

–          sebagai laporan tentang  penelitian mengenai topik yang serupa.

–          Mencari berbagai informasi tentang metode –metode yang sedang dipakai dengan cara yang serupa dengan rencana kita.

–          Mencari berbagai informasi tentang konteks yang berhubungan dengan proyek kita.

Bagi peneliti yang komit, membaca menjadi aktivitas yang kontinu dan luas jangkauannya.

Menangani literature penelitian

Bagi peneliti baru, nampaknya banyak sekali yang harus dibaca sehingga sulit untuk memahami semuanya. Penelitian lebih berpengalaman juga bisa saja seperti itu. Tetapi peneliti baru mungkin merasa terlalu banyak dibebani oleh tingginya tuntutan  untuk membaca  yang memerlukan waktu yang lama. Ada beberapa hal yang diperlukan seperti berikut ini:

–          Volume literature. Jumlah materi yng ditulis pada berbagai bidang sudah begitu besar dan berkembang terus menerus. Bagaimana peneliti menguasainya?

–          Jenis –jenis literature. Banyak sekali jenis literature (buku teks jurnal, Koran dsb) yang mungkin relevan. Bagaiamanakan peneliti menggunakan sumber yang seluas ini?

–          Kurangnya pembatasan. Kecuali suatu proyek dibatasi dengan ketat, tidak mungkin untuk memastikan daerah literature mana yang relevan. Bagaimanakah peneliti menghindari pembaca yang terlalu luas atau tak bertujuan?

–          Argumen –argumen yang bertentangan. Segera ketika kita  mulai membaca, kita akan dihadapkan dengan berbagai pendapat argumen dan interprestasi yang berbeda –beda. Nampaknya tidak ada penulispun yang bersepakat tentang isu yang paling dasar sekalipun. Bagaimanakah peneliti menilai argumen –argumen ini dan menempatkan dirinya sendiri didalamnya?

Saran :

Jika kita menemukan argumen –argumen yang sangat bertentangan dalam  bacaan kita, kita mungkin bisa mengidentifikasi sebuah isu atau debat yang  mungkin berharga untuk diselidiki dalam proyek penelitian kita.

Strategi –Strategi Membaca Paling Penting

Membaca dimana.

Kita dapat membaca diperpustakaan kampus atau perpustakaan umum atau perpusatakaan pribadi atau perpustakaan lain. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan kesempatan di toko buku untuk membaca bahan –bahan yang kita perlukan. Juga  kita dapat meminjam buku dari majikan supervisor, teman, sesama mahasiswa, atau siapa saja yang memiliki bahan –bahan yang relevan dengan penelitian kita.

Apa yang harus dibaca

Kita dapat memperoleh bahan –bahan yang relevan dari buku –buku, jurnal, laporan, media popular, bahan-bahan computer-based materials, memo notulen, laporan –laporan internal, surat dan buku haria, makalah yang diterbitkan dan tidak, karya komtemporer dan klasik, teks-teks introductory dan overview, koleksi-koleksi yang teredit dan review literature, tulisan metodologis dan confessional(pengakuan), sumber-sumber primer, sumber –sumber sukunder sumber-sumber tersier.

Sumber primer adalah teks yang isinya semuanya data. Sumber sekunder mengansung diskusi dan interprestasi data yang di dalamnya penulis beragumentasi dari sudut pandang tertentu. Sumber tertier adalah teks yang berisi sedikit argumen lebih banyak persentase inforamasi dan sedikit merujuk pada sumber-sumber informasi tersebut.

Siapa yang harus dibaca

          Sangat penting untuk mengetahui siapa yang kita baca, dari mana asalnya , seberapa besar otoritasnya, dan apa motivasi tulisannya.

Bagaimana menemukan apa yang perlu dibaca.

          Jika anda seorang peneliti yang mengenai bidang kajian kurang      dikuasai untuk pertama kali anda harus mengusai literature yang relevan secepat mungkin . tujuannya adalah untuk mengenal dekat teks-teks kunci area kajian, dan untuk menambah pemahaman yang lebih luas dan bacaan selekrtif semngenai topik penelitian.

Delapan tahap menemukan apa yang perlu kita baca:

1.    Mintalah nasehat dari sumber-sumber yang ada : supervisor, manajer, sesama peneliti atau mahasiswa kita.

2.    carilah tempat buku –buku  atau jurnal yang nampak relevan dalam sebuah perpustakaan katalog bertanya kepada pustakawan, membuka –buka  buku atau menggunakan katalog . katalog computer –based akan sangat bermanfaat.

3.    setelah anda mengetahui lokasi-lokasi rak buku yang relevan, lihat –lihatlah buku-buku lain yang relevan dengan topik kita.

4.    setelah mengetahui jurnal –jurnal yang relevan, lihat –lihatlan isu-isu terakhir untuk menemukan tulisan yang paling up-to-date tentang topik kita.

5.    bacalah mulai dari sumber asli diikuti dengan referen-referen yang tampak menarik.

6.    identifikasi teks-teks kunci dengan mencatat teks-teks yang terus menerus dirujuk yakinlah bahwa anda membaca teks yang paling popular atau paling relevan . carilah edisi terakhir.

7.    sementara and mengembangkan feeling anda tentang literature yang relevan dengan bidang anda. Cobalah dan yakinlah bahwa anda memiliki pemahaman dan telah membaca daerah –daerah kajian yang berbeda.

8.    memanfaatkan waktu dan sumber daya yang ada untuk membaca teks-teks yang berkaitan semaksimal mungkin

Menggunakan Perpustakaan

Suber –sumber informasi di perpustakaan adalah: pustakawan, katalog , data –base dan komputer, abstrak dan reviu, kamus dan ensiklopedi, dan rak –rak terbuka

Bacalah pula jurnal –jurnal selain buku. Selain itu ada juga sumber infomasi yang dapat diperoleh di luar perpustakaan. Anda mungkin juga perlu memfotokopi bahan-bahan yang tidak dapat dibeli.

Membaca dengan cukup baik

          Membacalah dengan cepat dan cobalah memahami intisarinya. Berikut adalah saran –sran tips untuk mendapatkan intisari:

1.    Catatlah nama penulis, judul,penerbit, dan tanggal tahun,laporan atau artikel. Simpanlah catatan ini dan catatan lain tentang isinya dengan aman.

2.    Carilah pendahuluan,bab kesimpulan,abstrak,atau rangkuman. Jika ada bacalah dengan cepat,baca isisnya dengan cara scenning.

3.    Jika buku atau laporan itu ada jilidnya,uraian singkat dari penerbit juga mungkin bermanfaat. Jika sebuah buku atau laporan, carilah daftar isisnya. Carilah bab-bab yang anda anggap relevan dengan topik,kemudian fokuskan kepadanya,lalu mulai lagi dari pendahuluan dan atau kesimpulan.

4.    Jika sebuah buku atau laporan, carilah indeksnya. Jika ada ahl-hal yang khusus yang menarik kita (orang-orang,institusi atau peristiwa kita harus mencari tempat dari indeks dimana hal-hal tadi dibahas di dalam teks.

5.    Di dalam teks itu sendiri masalah-masalah kunci akan sering disentuh atau diparagraf pertama atau paragraph terakhir. Begitu pula kalimat pertama atau paragraph terakhir sering digunakan untuk menunjukkan dan merangkum isi paragraph.

Strategi Membaca SQ3R dan SQ4R

SQ3R (Survey Question Read Recall and Review)

SQ3R adalah strategi fleksibel. Kita dapat menenrapkannya dengan berbagai cara untuk berbagai bahan bacaan,sesuai dengan tujuan kita.Berikut adalah tahap-tahap paling penting.

1.    Cobalah untuk memperoleh arah umum dari bahan-bahan yang sedang kita lihat-lihat dengan cara melakukan reviu atau survey cepat.

2.    Sementara kita melakukan survey,mulailah menanyakan pertanyaan-pertanyaan (questions) pada diri sendiri yang jawabannya diharapkan dapat diperoleh jika teksnya itu perlu dibaca lebih teliti.

3.    Bacalah (read) teks dengan lebih teliti jika perlu.

4.    Ketika kita selesai membaca, cobalah untuk mengingat (recall) hal-hal yang paling penting.

5.    Periksalah seberapa baik anda telah mengingat dengan cara kembali mereviu teks (survey questions read recall and review) (Rowntree 1991,pp 76-77)

Strategi SQ4R (Survey,Question,Read,Recite,Write,Review).

Strategi SQ4R terdiri dari langkah-langkah berikut:

1.    Survey dan pertanyaan

2.    Membaca untuk menjawab pertanyaan

3.    Ceritakan kembali dan tulis jawaban dan rangkuman

4.    Reviu

SQ4R didesain untuk membantu kita memusatkan perhatian pada mempelajari apa-apa yang penting bagi kita. Kita belajar mengorganisasikan dan membuat struktur belajar kita. Kita menyatakan tujuan kita sebagai pertanyaan, mencari jawaban, mencapai tujuan kita terus maju. Kita menfokuskan pada menguasai konsep-konsep kunci (Walter and Seibert 1993,p.94). Sulit untuk mengubah kebiasaan belajar lama yang membutuhkan lebih banyak energi untuk membuat pertanyaan dan mengembangkan rangkuman daripada untuk membiarkan mata kita membaca secara pasif halaman-halaman ynag etrcetak.(ibid,p.95)

Bagaimana meniai secara kritis apa yang kita baca

Interprestasi dan evaluasi kritis seperti yang kita gunakan untuk menulis esai memerlukan image yang setengah terbentuk dan pengalaman membaca secara umum. Membaca kritis harus merespon terhadap hal-hal yang rinci (taylor 1989,p.55).

Proses-proses kritis dalam membaca

Reorganizing

Reorganizing akan melibatkan pemilihan apa yang penting dalam masing-masing sumber dan mengumpulkan apa yang telah dipelajari dengan cara yang koheren dan relevan dengan masalah-masalah kita (Fairbairn,an Winch,1991,p.12).

Infering

Kita harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan bahwa ada hal lain yang dimaksud oleh penulis untuk dikomunikasikan kepada kita selain apa yang tersurat (Ibid,p.13)

Evaluating

Kita akan membentuk suatu opini terhadap manfaat apa yang kita baca. Apakah penulis menyajikan argumen-argumen atau bukti-bukti yang baik bagi pernyataan-pernyataannya. Apakah informasi mudah diperoleh? Apakah penulis mengekspresikan pandangan yang konsisten satu sama lain? Apakah dia membedakan secara jelas yang mana fakta dan mana pendapat atau apakah pendapat sering disamarkan sebagai fakta.(Ibid,p.13).

Apakah yang dimaksud dengan membaca kritis?
Membaca kritis adalah :

–          Membaca yang dilakukan melebihi deskripsi semata dengan cara memberikan pendapat,membuat respon-respon pribadi terhadap apa-apa yang telah ditulis.

–          Membaca yang menghubungkan berbagai tulisan,menunjukkan perbedaaannya dan kontradiksinya, dan menyoroti kekurangan-kekurangannya.

–          Membaca yang tidak hanya memahami tulisan dari permukaannya saja.

–          Membaca yang berusahan eksplisit mengenai nilai-nilai dan teori-teori yang memberi informasi dan mewarnai terhadap bacaan dan tulisan.

–          Membaca yang memandang karya tulis penelitian sebagai ajang pertentangan di dalamnya  pandangan dan posisi alternatif dapat diambil.

–          Membaca yang menampilkan kesadaran hubungan kekuasaan yang terlibat dalam penelitian dan dari mana penulis berasal.

–          Membaca yang menggunakan bahasa tertentu (penulis menyatakan,beragumentasi,mengambil kesimpulan atau berpendapat), dapat dikualisifikasi secara teliti, dapat menggunakan suara inpersonal.

Membaca tentang metode dan subjek

Kita telah menekankan beberapa kali pentingnya memahami pendekatan dan tehnik maupun subjek penelitian kita. Berikut sembilan alasan membaca tentang metode-metode.

1.    kita akan menggunakan satu atau lebih tehnik atau metode penelitian dalam proyek kita, sehingga kita perlu memahami sebanyak mungkin tentang metode dan penggunaannya.

2.    Kita mungkin perlu mengevaluasi pendekatan-pendekatan atau tehnik-tehnik alternatif sebelum memutuskan yang mana yang akan kita pakai

3.    Jika kita akan terlibat dalam suatu rangkaian proyek-proyek penelitian kita perlu mengembangkan pemahaman kita tentang metode-metode penelitian yang digunakan dalam disiplin ilmu kita atau daerah subjek

4.    Sementara itu kita akan mengembangkan pengetahuan kita tentang praktek-praktek penelitian yang akan lebih mampu merefleksikannya dalam praktek

5.    Akan membantu kita menjastifikasi apa yang sedang kita lakukan atau apa yang kita usulkan dan mengapa.

6.     Akan membuat kita memandang penelitian seperti adanya, sebuah proses social dengan konvensi-konvensi yang bervariasi dan praktek-praktek yang berubah, dan bukan sebagai perangkat prosedur yang artificial dan objektif.

7.    Metode-metode kita mungkin lebih menarik daripada subjek penelitiannya.

8.    Kita mungkin perlu atau diharapkan menulis bagian atau bab metodologis dalam laporan atau disertasi penelitian kita.

9.    Untuk memperluas pengetahuan kita.

Dimana kita dapat membaca tentang metode.

1.   Methodological Teks. Teks-teks ini munkin mereviu berbagai metode atau memfokuskan lebih rinci hanya pada satu atau dua.

2.   Methods journals. Jurnal-jurnal ini mengkhususkan membahas artikel-artikel tentang penggunaan dan pengembangan metode-metode tertentu. (contoh,lihat box 46)

3.   Confessional accounts. Adalah artikel-artikel atau buku-buku yang menceriterakan seperti apa penelitian, masalah-masalah apa yang ditemui, dan bagaimana ditangani. Ini membantu menggali ide penelitian sebagai proses yang jelas bebas dari kesalahan dan hal ini akan memberikan dorongan kepada kita manakala kita menemukan kesulitan dalam penelitian kita. Kita akan menemukan kutipan dan rujukan dalam buku-buku tersebut.

4.   Laporan tentang metodologi dalam penelitian ynag diterbitkan. Makalah penelitian mungkin akan mengungkapkan metode yang digunakan untuk melakukan penelitian.

Mencatat bacaan kita

Ketelitian, diiringi dengan kreatifitas,fleksibilitas,persuasiveness (bersifat membujuk), dan kemampuan memperoleh pembiayaan, merupakan sifat-sifat peneliti paling penting. Teliti sejak awal sampai akhir penelitian dan sesudahnya akan menghemat waktu dan kesulitan dalam jangka panjang.

Hal ini sangat penting terutama dalam pencatatan hasil membaca. Kita harus memutuskan, segera sejak mulai, untuk mencatat seluruh detail segala sesuatu yang kita baca. Detail ini harus mencakup:

–          penulis

–          judul makalah,laporan dan buku

–          tanggal penerbitan

–          jika sebuah buku atau laporan,penerbit dan tempat penerbitan

–          jika sebuah bab dalam buku yang diedit,judul  dan editor buku,nomor halaman bab tersebut

–          jika sebuah makalah di jurnal, jurnal, volume dan nomor isu, dan halaman

Reviu Literatur

Melakukan reviu literature:

1.    Mintalah nasehat supervisor, manajer,kolega, sesama mahasiswa tentang apa-apa yang diperlukan. Jika kita meneliti dalam konteks akademis mungkin ada ketentuan-ketentuan yang ketat.

2.    Lihatlah contoh-contoh reviu literature yang telah lalu dalam bidang kajian penelitian kita. Mungkin telah diselesaikan oleh mahasiswa atau peneliti yang lalu di lembaga kita atau telah dipublikasikan dalam bentuk buku atau jurnal. Banyak artikel yang memasukkan paling tidak suatu reviu literature yang pendek. Ketika kita membaca reviu-reviu yang lalu cobalah untuk tidak mengikuti cara mereka membentuk atau argumen-argumennya secara sembarangan. Bacalah sumber-sumber yang dirujuk bila mungkin, dan tidak percaya begitu saja pada interpretasi orang lain.

3.    Yakinkan bahwa kita memasukkan apa yang dianggap teks kunci dalam bidang kita dan kita menempatkan karya ini dalam tradisi disiplin ilmu kita yang lebih luas, sub disiplin atau  daerah subjek (bidang kajian). Jika pekerjaan kita akan diperiksa dan kita menyadari akan identitas pemeriksa atau kesukaannya,masuk aapabila kita menyebutnya dalam reviu kita. Para pemeriksa juga manusia. Rujuklah pekerjaan pemeriksa kita, demonstrasikan bahwa kita telah membacanya dan tidak terlalu krits.

4.    Bentuklah reviu kita dalam bagia-bagian untuk merefleksikan berbagai pendekatan interpretasi aliran pemikiran dan daerah kajian subjek.

5.    Reviu kita sehrusnya merangkum apa yang telah dilakukan  orang lain dan dipikirkan orang lain dalam bidang kajian itu dan menunjukkan respon kita sendiri terhadap karya dan kesimpulan mereka. Bersikap kritislah-hanya karena pekerjaan itu diterbitkan bahkan jika oleh pemikir utama dalam bidang kita, tidak berarti itu sudah final-tetapi tidak destruktif.

Penggunaan dan penyalahgunaan referensi

Kita harus menggunakan referensi untuk :

1.    Menjastifikasi argumen kita

2.    Memungkinkan kita membuat perbandingan dengan penelitian lain

3.    Mengungkapkan dengan lebih baik daripada yang pernah kita lakukan

4.    Untuk mendemonstrasikan keakraban kita dengan bidang kajian kita.

Kita tidak boleh menggunakan referensi untuk

1.    Memberikan kesan kepada pembaca tentang luasnya bacaan kita.

2.    Mengotori tulisan kita dengan nama dan kutipan.

3.    Mengganti perlunya untuk mengungkapkan pikiran kita sendiri.

4.    Salah menampilkan kembali penulis yang lain.

Rangkuman

Setelah membaca bab ini kita seharusnya:

1.    Memahami sangat pentingnya membaca sebagai bagian dari proses penelitian.

2.    Merasa lebih percaya diri tentang bagaimana menemukan bahan-bahan yang relevan untuk dibaca.

3.    Menyadari bahwa membaca untuk penelitian adalah sebuah proses yang selektif.

4.    Meapresiasi pentingnya pencatatan yang teliti tentang apa yang telah dibaca.

5.    Memiliki pandangan yang lebih baik tentang apa-apa yang tercakup dalam menghasilkan sebuah reviu literature.

 

 

 

THINKING ABOUT METHODS (Memikirkan Metode Penelitian)

THINKING ABOUT METHODS

(Memikirkan Metode Penelitian)

Everyday Research Skills

(Keterampilan-keterampilan Penelitian sehari-hari)

Everyday life skills for research

  • Membaca (Reading)
  • Mendengarkan (Listening)
  • Memperhatikan (Watching)
  • Memilih (Choosing)
  • Menanyakan sesuatu (Questioning)
  • Membuat Rangkuman (Summarizing)
  • Mengorganisasikan (Organizing)
  • Memulis (Writing)
  • Menyajikan (Presenting)

Para peneliti menggunakan keterampilan sehari-hari untuk pengumpulan,pemilihan,analisis dan presentasi data. Namun demikian para peneliti memanfatkan keterampilan-keterampilan yang telah diterima ini dengan cara yang sadar, dipertimbangkan, sistematis dan melibatkan profesionalisasi keterampilan-keterampilan sehari-hari juga menuntut peneliti untuk memberikan perhatian khusus pada nilai-nilai, pandangan, arti dan penjelasan alternatif.

Pada intinya walaupun keterampilan-keterampilan sehari-hari,pengalaman dan pemahaman tentang keterampilan sehari-hari ini memberikan pengetahuan siap untuk memikirkan desain dan metode penelitian.

Families,Approaches and Techniques

(Keluarga,Pendekatan dan Tehnik)

Ada banyak cara untuk memikirkan dan menggolongkan beraneka ragam metode yang ada untuk mendesain, melaksanakan dan menganalisa hasil penelitian.

Research Families (Keluarga/Rumpun Penelitian)

  • Quantitative or Qualitative (Kuantitatif atau Kualitatif)
  • Deskwork or Fieldwork (Pekerjaan dibelakang meja atau di lapangan)

Research Approach:

  • Action Research
  • Case Studies
  • Experiments
  • Surveys

Research Techniques:

  • Documents
  • Interview
  • Observatin
  • Questionnaire

Keluarga Penelitian

Kuantatif dan kualitatif

Penelitian kuantiatif meliputi kajian-kajian yang datanya dianalisis dalam bentuk angka-angka sedangakn kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan peristiwa,orang-orang,dan sebagainya secara ilmiah tanpa menggunakan data numeric. Penelitian kuantitatif lebih didasarkan langsung pada rencana asal dan hasilnya lebih sipa dianalisis dan diinterpretasikan. Penelitian kualitatif lebih terbuka dan lebih responsive terhadap subjeknya. Kedua jenis penelitian ini valid dan bermanfaat. Keduanya tidak saling ekslusif. Penggunaan keduanya pada suatu kajian dapat dimungkinkan (Best and Kahnp.89-90).

Penelitian kualitatif lebih sulit,lebih penuh tekanan, lebih banyak memakan waktu. Jika ingin  lebih cepat selesai dan mudah,gunakan saja studi kuesioner langsung. Penelitian kualitatif hanya cocok untuk orang yang menyukainya, melakukannya dengan serius dan siap pada komitmen (Delamon,1992,p.viii).

Enam karakteristik Penelitian Kualitatif:
1. Peristiwa dapat dipahami secara memadai hanya bila dilihat dalam konteks. Itulah sebabnya seorang peneliti kualitatif “membenamkan dirinya ‘ ke dalam setting penelitiannya.

2. Konteks-konteks inkuirinya tidak dibuat-buat melainkan natural.tak ada yang ditetapkan sebelumnya atau dipastikan benar.

3. Penelitian kualitatif ingin mendapatkan data langsung dari orang-orang yang dipelajari dan mendapatkan perspektif mereka dalam bentuk kata-kata dan tindakan. Itulah sebabnya penelitian kualitatif merupakan proses interaktif dimana orang-orang yang dipelajari mengajarkan kehidupan mereka pada peneliti.

4. Peneliti kualitatif memperlakukan pengalaman sebagai suatu keseluruhan, bukan sebagai variable yang terpisah-pisah. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami pengalaman sebagai kesatuan.

5. Metode-metode kualitatif sesuai dengan pernyataan-pernyataan di atas. Tak ada satu metodepun yang umum.

6. Bagi banyak peneliti kualitatif, proses penelitian memnuntut penilaian (penaksiran) tentang apa yang dikaji.

(Ely et al,1991. P.4;after Sherman and Webb,1988,pp.5-8)

“Kualitatif” mengandung arti langsung berhubungan dengan pengalaman seperti yang “dijalani” atau “dirasakan” atau “dialami”. (sebaliknya penelitian”kuantitatif” itu tidak langsung,abstrak dan memperlakukan pengalamn-pengalaman sebagai sesuatu yang serupa, menambahkan atau melipatgandakan atau mengkuantifikasikannya …… penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami pengalaman sedekat mungkin seperti orang-orang mengalami atau merasakannya.

Fieldwork or Deskwork?

Fieldwork artinya pergi keluar untuk mengumpulkan data penelitian. Data seperti itu dapat digambarkan secara orisinil atau empiris, dan tak dapat diperoleh apabila peneliti tidak melakukan sejenis ekspedisi.

Sedangkan deskwork meliputi proses-proses penelitian yang tidak memerlukan bepergian ke lapangan, terdiri dari kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sambil duduk di belakang meja. Kegiatan ini mencakup misalnya administrasi,pengumpulan dan penganalisisan survey-survey melalui pos, analisis data yang dikumpulkan oleh orang lain, beberapa jenis pekerjan eksperimental dan laboratorium tertentu, studi literature di perpustakaan dan tentu saja menulis.

Pendekatan Penelitain

Sebelumnya telah disebutkan ada empat pendekatan atau desain utama dalam penelitian ilmu social, yaitu: action research,case studies,surveys,dan experiment.

Teknik Penelitian

Teknik penelitian yang dapat digunakan yaitu:studi dokumenter,interviu,observasi dan kuesioner.

Perlu ditekankan  di sini bahwa berbagai keluarga, pendekatan, dan teknik yang dibahas di sini tidak berhubungan langsung satu sama lain. Jadi mungkin saja menggunakan pendekatan action research, case study atau survey dalam strategi penelitian kualitatif atau kuantitatif, walaupun eksperimen cenderung kepada kuantitatifdenagn sendirinya. Begitu pula case study,experiment dan survey dapat digunakan sebagai bagian strategi penelitian di belakang meja atau di lapangan;tetapi action research cenderung merupakan fieldwork. Dokumen,interview,dan kuesioner dapat diguankan pada semua strategi dan pendekatan penelitian walaupun cara penggunaannya dan penganalisisannya akan berb eda-beda.

Action Research

Action research dapat didefinisikan sebagai penelitian suatu situasi social untuk memperbaiki tindakan di dalamnya. Action research dimaksudkan memberikan keputusan  (judgement) praktis dalam situasi konkrit dan validitas teori dan hipotesis yang diambil tidak tergantung banyak pada pengujian kebenaran ilmiah, karena manfaatnya untuk membantu orang bertindak dengan lebih cerdas dan terampil. Dalam action research, teori-teori tiak validasi secara independen lalu diaplikasikan ke dalam praktek. Teori-teori justru divalidasi melalui praktek (Elliot,1991.p.69)

Criteria Action Research:

1.    Edukatif

2.    Berhubungan denagn individu-individu sebagai anggota kelompok social

3.    Berfokus pada masalah konteks spesifik dan diorientasikan ke masa depan.

4.    Melibatkan suatu intervensi perubahan.

5.    Dimaksudkan untuk perbaikan dan pelibatan (improvement and involvement).

6.    Melibatkan suatu proses siklus yang didalamnya penelitian,tindakan,dan evaluasi saling terkait.

7.    Dibuat atas dasar hubungan penelitian yang didalamnya orang-orang yang terlibat adalah orang-orang yang berpartisipasi dalam proses perubahan.

(Hart and Bond,1995,pp.37-38)

Case Study (Studi kasus)

Studi kasus menggunakan campuran berbagai metode:observasi personal, yang untuk beberapa periode atau peristiwa mungkin berkembang menjadi partisipasi ; penggunaan informasi –informasi untuk data masa kini dan histories, penginterviuan langsung, dan penelusuran dan pengkajian dokumen dan catatan-catatan yang relevan dari pemerintah pusat dan local, para pelncong, dsb. (Cosley and Lury, 1987,p65).

Studi kasus adalah metode pemilihan manakala fenomena yang dikaji belum siap dapat dibedakan dari konteksnya (Yin,1993,p3)

Studi kasus dalam banyak cara sangat ideal untuk kebutuhan dan sumber daya penelitian berskala kecil. Studi kasus memungkinkan dan memang mendukung, pemusatan pada hanya satu contoh atau barangkali hanya dua atau tiga. Hal ini mungkin menjadai tempat bekerjanya penelitian atau institusi atau organisasi yang lain yang mereka memiliki hubungan : perusahaan, LSM, sekolah, kapal laut atau penjara. Atau bisa juga satu elemen dari sebuah organisasi: kelas, tim, kelompok komunitas. Atau fokusnya pada seseorang atau beberapa orang seperti dalam penelitian Life is history atau analisis tentang begaimana top manajer memperoleh jabatannya.

Hubungan antara pendekatan action research dan case study seharusnya tidak dilihat secara umum. Case study dapat dijalankan dengan berbagai cara. Yen (1993) menyebutkan enam jenis study kasus, yang dibatasi dalamdua dimensi, yaitu:

  • Jumlah kasus : tunggal atau ganda
  • Tujuan kajian : eksplorasi, deskriptif atau eksplanatori

Jadi kita bisa menyebutkan studi kasus deskriptif tunggal, studi kasus eksplanatori ganda, dst.

 

Experiments

Ada dua tradisi penelitian yang luas dalam ilmu social; tingka; eksperimental dan non-eksperimental. Keduanya mencoba menjelaskn tingkahlaku manusia, mereka berbeda dalam jumlah kontrol yang mereka miliki terhadap data. Secara sederhana eksperimentalis memanipulasi variable –variabel yang dicurigai memiliki efek. Sedangkan non-eksperimentalis mengobservasinya. (Lewis-Beck,1993,pix).

Sebuah eksperimen yang didesain dengan baik memiliki tiga sifat penting: 1) peneliti harus mengubah paling sedikit satu variable independen untuk mengukur efek-efeknya pada tingkah laku subyek, 2) peneliti harus memiliki kekuasaan untuk menyuruh subyek berada pada berbagai kondisi eksperimental, dan 3) peneliti harus mengontrol variable –variable luar yang mungkin mempengaruhi tingkah laku subyek. (Leary 1991,p122).

Sebuah eksperimen melibatkan penciptaan situasi artificial yang didalamnya peristiwa –peristiwa yang biasanya berlangsung bersamaan diambil atau dipisahkan. Orang –orang yang terlibat dalam eksperimen disebut subyek. Faktor-faktor atau unsur-unsur yang tercakup dalam penelitian ini disebut variable. Variable independen adalah variable yang secara sistematis diubah oleh eksperimenter. Item –item yang dipengaruhi oleh perlakukan eksperimental disebut variable bebas. (Sommer and Sommer, 1991,p94).

Survey

Penelitian survey adalah metode pengumpulan informasi dengan menanyakan seperangkat pertanyaan yang dirumuskan sebelumnya dengan urutan yang ditentukan dalam sebuah kuesioner terstruktur kepada suatu sampel individu –individu yang ditarik sebagai representasi dari populasi tertentu. (Hutton 1990,p.8).

Penelitian survey dalam pendidikan meliputi pengumpulan informasi dari anggota –anggota satu kelompok murid, guru atau orang lain yang berhubungan dengan proses pendidikan, dan analisis dari informasi ini menjelaskan isu-isu pendidikan yang penting. Kebanyakan survey didasarkan pada sampel –sampel dari populasi sasaran tertentu/kelompok orang –orang yang berkepentingan. Peneliti sering berkeinginan untuk menggeneralisasikan hasil –hasil yang diperoleh dari sampel pada populasi darimana sampel itu ditarik. (Rosier 1988.p.107).

Keuntungan Survey

  • pertanyaan –pertanyaan didesain sehingga jawaban dari interview individual dapat digabungkan bersama-sama untuk mengahsilkan sesuatu yang sesuai dengan seluruh sampel.
  • Penelitian didasarkan pada interview dengan sampel representatif dari responden.
  • Pertanyaan –pertanyaan didesain untuk tidak biasa
  • Survey memungkinkan untuk pengulangan di masa depan
  • Survey yang besar dapat dipecah –pecah.

(Hutton,1990,pp.11-13)

Jenis –Jenis Survey:

Studi eksperimental didasarkan pada percobaan –percobaan terkontrol yang diacak …… studi prospektif dan follow-up…… mencakup penentuan orang –orang yang akan diteliti dan lalu membuat organisasi untuk menginterview mereka manakala mereka menggunakan jsa tertentu atau mengembangkan kondisi tertentu atau manakala internal yang sesuai telah berlalu….. kajian studi retrospektif ……… (Cartwight,1983,pp.142-145).

Survey deskriptif untuk menggambarkan secara akurat karakteristik individual tertentu. Situasi –situasi atau kelompok –kelompok tertentu………survey analitis berhubungan dengan pengetesan hipotesis tentang hubungan antara variable –variabel untuk memahami dan mejelaskan fenomena social tertentu.(Bulmer, 1984,p54).

Kuesioner dan interview yang merupakan teknik dalam penelitian survey menduduki tempat utama dalam proyek –proyek penelitian ilmu social skala kecil. Inilah sebabnya sampai sejauh tertentu, ketika mahasiswa atau kryawan diminta untuk melaksanakan penelitin,merweka hampir secara otomatis memikirkan untuk menggunakan teknik-teknik ini, biasanya keduanya sekaligus. Interview dan kuesioner tentu saj dapt menjadi bagian (dipakai) dalam pendekatan action research, studi kasus dan eksperimental pada penelitian ilmu social. Namun interview dan kuesioner bukanlah dua-duanya teknik yang ada. Penggunaan studi dan observasi juga biasa dipakai.

Delapan issu yang hrus dipertimbangkan dalam penelitian metode penelitian:

  • Apa yang anda perlukan atau apa yang ingin anda temukan?
  • Keterampilan apa yang anda miliki?
  • Akankah pilihan metodelogis anda menjawab pertanyaan anda?
  • Bagaimana metode anda akan mempengaruhi jawaban yang anda peroleh?
  • Metode –metode mana yang dapat diterima?
  • Penggunaan lebih dari satu metode
  • Kemungkinan perubahan arah penelitian

Mengambil Keputusan tentang Metode Penelitian.

Anda mungkin telah memiliki yang jelas tentang pertanyaan –pertanyaan berikut:

1.    Bagaimana anda akan melakukan penelitian

2.    strategi dan pendekatan apa yang akan anda pakai

3.    teknik atau metode apa yang akan anda gunakan

Anda mungkin telah memiliki perspektif tentang penelitian. Dengan demikian tentu saj dapat melaksanakan penelitian tanpa gangguan yang berkenaan dengan persepektif metodologis. Memikirkan metodologis dapat mempercepat penelitian secara signifikan. Karena :a) hal ini membantu memberikan apresiasi yang lebih baik tentang keuntungan dan kerugian metode-metode  tertentu baik secara masing –masing maupun gabungan, b) memungkinkan menghubungkan penelitian dengan proyek –proyek yang serupa yang dilakukan oleh peneliti –peneliti yang lain, c) mungkin memberikan perspektif yang menarik pada penelitian, barangkali lebih menarik daripada penelitiannya itu sendiri.

Jika anda memiliki pemehaman tentang kemungkinan strategi penelitian. Pendekatan –pendekatan dan teknik-teknik yang ada dalam melaksanakan penelitian, anda akan berada pada posisi yang jauh lebih baik untuk membuat pilihan metode mana yang akan anda pakai sendiri, dan bagaiamana menggunakannya dengan cara yang terbaik.

Sampling dan Seleksi

Srtategi Sampling

Probability sampling  
  • Simple rndom sampling
  • Systematic sampling
  • Stratified sampling

 

 

 

  • Cluster sampling

 

 

 

 

  • Stage sampling

 

 

 

 

 

 

 

 

–          pemilihan secara acak

–          memilih setiap kasus ke-n

–          pengambilan sampel dari kelompok –kelompok dalam populasi

–          menyervey seluruh cluster dari populasi yang diambil samelnya secara acak

–          mengambil sample cluster yang diambil secar acak

 

Non Probability Sampling  
  • Convenience sampling

 

  • Voluntary sampling

 

  • Quota sampling

 

 

  • Purposive sampling

 

 

  • Dimensional sampling

 

  • snowball sampling
–          Pengambilan sampel yang paling sesuai.

–          Sampel memilih dirinya sendiri

–          Convenience sampling dalam kelompok-kelompok  populasi.

–          Kasus –kasus khas atau menarik yang dipilih secara sengaja.

–          Multi dimensional quota sampling.

–          Membangun  sebuah sampel melalui informan

Jenis Sampling yang lalu  
  • Event sampling

 

 

 

  • Time sampling
–          menggunakan peristiwa –peristiwa rutin atau khusus sebagai basis pengambilan sampel.

–          Mengambil smpel berdasarkan bagian –bagian hari, minggu, atau tahun yang dianggap signifikan.

Pendekatan sampling probabilitas yang paling dipahami secara luas adalah random sampling, dimana setiap individual atau obyek dalam populasi yang bersangkutan memiliki peluang yang sama untuk dipilih dalam penelitia. Tetapi pendekatan yang lebih kompleks adalah sampleng sistemtik dan sampling stratified. Pendekatan yang lebih terfokus adalah sampling cluster dan sampling stage yang mungkin dipakai dalam kerangk kerja probabilitastik.

Pendekatan –pendekatan pengambilan sampel non- probabilitastik digunakan manakala peneliti kekurangan kerangka pengambilan probabilitastik dianggap tidak perlu.

MANAGING YOUR PROJECT

MANAGING YOUR PROJECT

(Mengelola Proyek Anda)

pendahuluan

kita telah memutuskan topik pada proyek penelitian kita. Kita telah menentukan pendekatan penelitian dan teknik serta metode yang akan digunakan. Kita telah mengetahui tempat literature yang relevan dengan topik kita dan telah dimulai membacanya. Bagaimana caranya kita mengelola dan melanjutkan rencana kita untuk melaksanakan dan menyelesaiakan proyek kita sesuai dengan waktu dan sumberdaya yang kita miliki?

Bab ini membahas berbagai keterampilan yang akan perlu kita kembangkan untuk mengelola proyek penelitian kita secara efektif dan untuk menangani permasalahan yang  mungkin timbul ketika kita malaksanakan proyek penelitian kita. Bab ini mencakup:

–          pengaturan waktu : Bagaimana menggunakan waktu bagi penelitian

–          pemetaan proyek kita :penjadwalan penelitian kita sesuai dengan waktu yang tersedia

–          piloting *penjajagan): menguji coba rencana penelitian sebelum melaksanakannya

–          berhubungan dengan figure –figur dan lembaga –lembaga kunci: peran pembimbing majikan dan universitas

–          pembagian tanggung jawab: memanfaatkan hubungan –hubungan formal dan informal untuk mendukung penelitiankita

–          menggunakan pengolah kata dan komputer: memanfaatkan  teknologi yang ada

mengusahakan agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan seperti yang direncanakan: naik turunannya proses penelitian.

Mengatur waktu

          Dalam melaksanakan proyek penelitian penting sekali diperhatikan waktu. Ketahuilah bagaimana sikap anda terhadap waktu dan cara menggunakannya. Kita harus memahami cara kita mengatur waktu dalam hubungannya dengan tingkat energi kita dan menangani stratehi –strategi, dan terhadap tuntutan peneyelesaian proyek penelitian.

Box 52: Sikap –sikap terhadap waktu.

–          saya seorang burung hantu

–          saya seorang burung yang cekatan

–          saya bermain –main dalam melaksanakan tugas-tugas

–          saya membantu jadwal segala sesuatu dibuku harian

–          saya terlalu banyak kegiatan

–          saya membagi –bagi waktu (contoh saya mekhususkan hari minggu untuk keluarga)

–          saya menyelipkan kegiatan –kegiatan ketika saya mampu

–          terlalu sedikit waktu dalam sehari

–          saya tidur nyenyak

–          saya tidak punya waktu walaupun hanya untuk pergi ke toilet

–          saya memasak untuk makan malam anak –anak dan sambil menulis di sudut meja

–           say harus tahu saya tidak akan diganggu

–          makin sedikit saya punya waktu makin banyak yang saya lakukan

–          waktu bagi saya lebih berarti energi dan motivasi

box 54: memanfaatkan waktu untuk penelitian

Delegasi:bisakah kita menelegasikan aspek-aspek tertentu dari penelitian kita, misalnya membuat perjanjian, melakukan interviu, penulisan kembali dari rekaman, memuaskan data ke  komputer, analisis statistik, pengetikan draft (rancangan)penelitian?

Membaca dengan efektif :latihan diri kita mendalami literature dan mencapai intisari argumen di dalamnya dengan lebih cepat

Memotong –motong pekerjaan : kita mungkin dapat membagi beberapa tugas penelitian menjadi potongan –potongan yang dapat dikerjakan manakala kita sedikit punya waktu. Misalnya jika kita membawa bahan potokopian yang harus kita baca, kita dapat membawanya ketika berpergian, misalnya, di kereta dan ketika kita punya waktu.

Rileks dengan suatu maksud: yakinkan semua aktivitas dalam keseluruhan waktu memiliki maksud tertentu. Kita mungkin malas, misalnya untuk membaca buku untuk memperoleh isinya. Atau mungkin menggunakan waktu berjalan –jalan dengan anjing atau mandi untuk sambil memikirkan sesuatu tentang penelitian. Jangan menganggap kegiatan itu sebagai pembuang waktu. Salah satu kunci melakukan penelitian yang efektif dan bernilai adalah dengan membiarkan diri kita memiliki waktu selingan untuk mempertimbangkan yang sedang kit kerjakan.

Ketika kita telah jelas dengan pilihan dan sikap kita terhadap pemanfaatan waktu., kita harus mampu membuat rancangan jadwal untuk penelitian kita. Hal ini akan menghubungkan waktu yang kita miliki untuk melaksanakan penelitian –sejumlah jam hari, minggu , atau barang kali tahun-dengan tanggung jawab dan komitmen kita yang lain, yang memungkinkan kita untuk menyelipkan berbagai kegiatan penelitian yang harus mengerjakan sesuatu dari penelitian kita.

Contoh pemetaan kegiatan ada pada bab 55 (penjadwalan penelitian menggunakan grid).

Piloting

          Piloting atau pengujiab kembali (reassesment), adalah proses dimana kita mengujicoba teknik –teknik dan metode penelitian yang ada dipikiran kita . lihatlah seberapa baik teknik dan metode itu dalam prakteknya dan jika perlu ubahlah rencana kita seperlunya.

Box 56: penjadwalan penelitian menggunakan table.

Berhubungan dengan figure-figur dan lembaga –lembaga kunci (paling penting)

Kebanyakan peneliti harus berhubungan dengan banyak figure dan berbagai institusi kunci. Dalam bagian peneliti ini kita akan membahas isu-isu yang paling umum tercakup didalamnya:

–          pada level individual, pembimbing, tutor, metor atau manejer kita.

–          Pada level institusi, universitas, majikan atau sponsor kita

Cacatan isu-isu yang berhubungan dengan informan dan institusi studi kasus dibahas dalam  Access and ethical issues di bab 6.

Figure kunci

          Figure –figur individual yang paling penting bagi kita sebagai peneliti adalah pembimbing atau manajer kita. Secar umum peran figure kunci adalah:

–          seorang supervisor memiliki tanggung jawab akademis untuk membimbing dan memberi naseht pada kita tentang proyek penelitian kita

–          seorang manajer memiliki tanggung jawb untuk mengarahkan dan mengawasi pekerjaan kita dalam arti yang lebih luas.

Box 57 : Berhubungan dengan pembimbing atau manajer

–          menyerahkan otoritas dan tanggung jawab terlalu banyak kepada figure kunci dalam penelitian kita nampaknya akan membuat kita kecewa. Penting sekali untuk mengembangkan rasa otoritas dan tanggung jawab kita sendiri.

–          Dalam hubungan pembimbing –peneliti dan manajer –peneliti, ada tanggung jawab pada kedua pihak. Persis seperti kita berhak memiliki harapan terhadap pembimbing atau manajer kita, dalam hal dukungan dan nasehat, maka mereka memiliki hak untuk memiliki harapan terhadap pekerjaan, dan pelaporan kembali.

–          Bilamana kita melaksanakan proyek penelitian sebagai bagian dari sebuah kelompok situasinya tentu agar lebih kompleks seluruh jaringan hubungan dan tanggung jawab peserta akan ada pada kita, anggota kelompok yang lain dengan pembimbing bersama atau manajer –manajer.

Karena dan kompleksitasnya, penting sekali untuk sejelas mungkin mengenai hakekat hubungan yang terlibat.

–          kita seharusnya secara ideal bermksud untuk tanggung jawab dan otoritas dalam penelitian kita. Namun demikian kitalah yang melakukan, sejauh tertentu pengaturan penelitian tersebut.

–          Jika kita meminta bantuan atau nasehat dari manajer atau pembimbing, bersiap –siaplah untuk ditolak, namun demikian kita dapat terus melanjutkan penelitian kita.

Box 58: Contoh -contoh kontrak penelitian

            Kewajiban supervisor. Selain malakukan apa yang mereka mampu untuk malaksanakan pertemuan rutin dengan mahasiswanya, pembimbing seharusnya memberi nasehat tentang:

–          desaian penelitian dan penjadwalan

–          pencarian literature

–          pengembangan teoritis dan konseptual

–          isu-isu metodologis

–          pengembangan keterampilan penelitian yang memadai

–          kemajuan mahasiswa

–          pengumpulan dan analisis data

kewajiban Mahasiswa: Pekerjaan sebenarnya tentu merupakan tanggung jawab mahasiswa. Jika pengaturan pembimbingan berjalan. Mahasiswa juga memikul tanggung jawabnya yang mencakup.

–          pengaturan pertemuan reguler dengan pembimbinya

–          memelihara pola kerj yang literature

–          mendiskusikan kemajuannya dan masalah-masalah yang dihadapi sepenuhnya dengan pembimbingnya.

–          Memberikan perhatian mengenai masalah-masalah paling besar pada setiap tahap kepada pembimbing atau bila relevan kepada anggota staf yang lain. (university of Warwick 1994, p.24)

Box 59: Keuntungan dan kerugian kontrak penelitian

Keuntungan :

  1. kontrak penelitian dapat membantu menspesifikasi peran dan tanggung jawab kita.
  2. kontrak penelitian itu dapat mengidentifikasikan harapan –harapan kedua belah pihak, misalnya dalam hal pertemuan atau output.
  3. kontrak penelitian dapat menyentuh membangun hubungan kerja awal atau untuk mengubah hubungan ynag telah ada.

Kerugian:

  1. Kontrak penelitian itu bisa menjadi kaku jika tidak direvisi atau dilihat kembali secara berkala
  2. kontrak penelitian mungkin menjebak kita pada hal –hal tertentu yang sebenarnya mau kita hindari.

Lembaga –lembaga kunci.

          Dua lembaga yang paling penting bagi penelitian kita adalah universitas atau perguruan tinggi kita, jika kita melakukan penelitian akademis, dan majikan kita. Jika kita melakukan penelitian untuk keperluan akademik kita akan harus mengetahui sebanyakmungkin tentang peraturan fasilitas dan praktek –praktek dari universitas yang bersangkutan.

Box 60 : Apa yang harus kita ketahui dari lembaga kita

Dari universitas atau lembaga kita:

Dalam hal fasilitas, kita harus mengetahui:

–          Sumber daya apa yang ada, (misalnya perpustakaan, komputer, laboratorium bahasa, ruangan) dan kapan dapat digunakan.

–          Pelayanan penelitian apa yang ditawarkan (misalnya desain kuesioner, input data transkrip tape (kaset), adpis –adpis statistik, workshop penulisan, pengajaran bahasa.

–          Pelayanan perpustakaan apa yang ditawarkan (misalnya database, internet, pinjaman antar perpustakaan, potokopi), dan atas dasar apa.

–          Bagaimana fasilitas-fasilitas ini diatur ditingkatkan universitas atau departemen (jurusan).

Kita juga akan harus sadar akan peraturan –peraturan tertulis di universitas atau dijurusan kita dan aturan informal yang tidak tertulis. Hal ini mungkin meliputi:

–          harapan –harapan pembimbing dan atau tutor

–          aturan –aturan tentang peran pembimbing dan pemeriksa eksternal

–          peraturan tentang waktu yang diperbolehkan untk menyelesaikan penelitian dan kemungkinan penundaan atau perluasan registrasi.

–          Aturan tentang penggunaan bahan –bahan lain (plagiarisme)

–          Aturan –aturan pra publikasi dihubungkan dengan pemasukan tesis kita.

Dari Majikan Kita:

–          jika kita diberi waktu untuk keluar atau istirahat , pastikan apakah kita harus mengerjakan pekerjaan lima hari dalam waktu empat hari.

–          Apakah manajer kita menerima bhwa pada setiap hari sabtu kit tidak bekerja, atau apakah kita harus tidak pergi ke  kampus ketika kontrak harus diselesaikan atau seoarang koleg tidak hadir karena sakit.

–          Akankah majikan atu sponsor kita membantu kita membeli buku atau memberikan uang.

–          Akankah kita akan mendapatkan akses untuk fasilitas komputasi dipekerjakan untuk penelitian ini? Bila dapat, pastikan fasilitas apa saja yang tersedia.

–          Dalam format apa kita dituntut melaporkan kembali (misalnya lisan, presentasi tertulis).

–          Apakah kita dituntut untuk mengembalikan biaya atau bantuan jika kita gagal, penelitian dianggap tidak memuaskan atau meninggalkan penelitian dalam periode tertentu.

Pembagian tanggung jawab

Dalam bagian –bagian sebelumya kita telah didorong untuk mengambil tanggung jawab dari proyek penelitian kita dengan cara mengenal peran-peran figure –figur dan organisasi kunci, dan membentuk kebebasan kita darinya. Penting juga, bagaimanapun untuk mengembangkan saling ketergantungan sesama peneliti dan kolega. Hubungan ini dapat memperkuat jaringan dukungan kita dan nilai penelitian kita. Bisa berbentuk formal, bisa juga implicit dalam proyek kita, seperti dalam kasus penelitian kelompok atau dimana kita berada dibawah arahan orang lain. Bisa juga informal, dan dikembangkan sebagian oleh kita, seperti dalam kasus hubungan personal dengan peneliti –peneliti atau kolega –kolega yang lain.

Penelitian Kelompok

Box 61:pertemuan –pertemuan consensus

Peranan dalam sebuah pertemuan consensus:

Fasilitator  membantu kelompok, membuat keputusan yang harus dibuat, membantunya melalui tahapn –tahapan untuk mencapai sebuah persetujuan, menjaga agar pertemuan terus berjalan, memfokuskan diskusi pada masalah yang sedang di bahas , meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan merumuskan dan menguji untuk melihat apakah consensus telah dicapai.

A mood watcher adalah seseorang dan group dan pola-pola partisipasi.

Mengomentari perasaan individual dan group dan pola partisipasi.

Seorang notulis dapat mengambil catatan tentang pertemuan terutama keputusan yang dibuat dan alat –alat implementasi, dan seorang penjaga waktu menjaga agar kegiatan –kegiatan berjalan menurut jadwal sehingga setiap agend dapat dibahas dalam waktu yang dialokasikan. (Johns, 1983:138).

Sikap dan tingkah laku yang membantu kelompok mencapi consensus

Tanggung jawab. Para peserta bertanggung jawab untuk mengungkapklan pendapatnya, berprtisipasi dalam diskusi dan secara aktif melaksanakan persetujuan.

Disiplin diri: Menghalangi kensensus harus dilakukan hanya untuk keberatan –keberatan yang prinsip. Sampaikan keberatan dengan jelas dan langsung tanpa pembicaraan yang bertele –tele. Berpartisipasilah dalam menemukan solusi alternatif.

Rasa hormat: hormatilah orang lain dan percayailah merek untuk membuat input-input bertanggungjawab.

Kerja sama:Carilah wilayah persetujuan dan dasar yang sama, dan bangunlah kerjasama diatasnya. Hindari persaingan, pemikiran menang/ kalah, benar/salah.

Perjuangan :gunakan ungkapan ketidaksetujuan dengan jelas tidak bertele –tele. Gunakan ketidak setujuan dan argumen untuk belajar tumbuh dan berubah. Bekerja keraslah  untuk membangun kesatuan dalam kelompok dengan tidak mengorbankan kepentingan individual anggotanya.

Hubungan –hubungan informal

Box 62: Mengelola hubungan –hubungan informal

–          Carilah seminar, pertemuan kenfensiensi apa saja yang dapat kita hadiri di lembaga kita atau yang lainnya. Ikutlah kegiatan ini, ikutlah menyumbang bila mungkin akan membantu jaringan kerja kita, menjaganya tetap up to date, berbagai kekhawatiran dan kesusksesan

–          Universitas atau majikan kita mungkin melaksanakan sebuah sistem mentoring atau sistem teman yang akan memasangkan kita atau menghubungkan kita dengan seorang mahasiswa atau kolega yang lebih banyak memiliki pengalaman dan dapat memberikan bantuan

–          Berhubungan dengan organisasi penelitian atau professional yang relevan di dalam wilayah yang sedang kita kerjakan. Organisasi –organisasi ini akan meneliti pertemuan –pertemuan, dan nempaknya tertarik dengan penelitian yang sedang kita lakukan dan dapat menyediakan kontak-kontak yang berguna juga badan yang bermanfaat bagi ide-ide kita

–          Bicarakan penelitian kita dengan kerabat yang tertarik tetangga, kolega, dan yang lainnya didalam komunitas kita. Kita akan terkejut bagaimana alangkah bermanfaatnya mereka, terutama karena penelitian sebagainya adalah mengkomunikasikan ide-ide dan temuan –temuan.

Memanfaatkan pengolah data dan komputer

Sikap terhadap Teknologi

          Kami menyarankan bahwa memiliki pemahaman dan fasilitas dalam penggunaan komputer dan pengolahan data adalah keterampilan kunci bagi semua peneliti dalam ilmu-ilmu social. Ada tiga aspek yang paling penting:

–          kita harus mampu mengetik dengan baik

–          kita harus mengetahui dan mampu mengakses dan menggunakan berbagai database komputer yang relevan dengan bidang penelitian kita

–          kita harus mengetahui jenis-jenis paket dan dan program yang tersedia untuk menganalisa dan mempresentasikan data penelitian dalam wilayah penelitian kita. Kita harus mengetahui cara bekerja, syarat-syaratnya, keuntungannya, dan kerugiannya.

Fasilitas –fasilitas yang biasanya tersedia

Fasilitas teknologi yang mungkin tersedia dan dapat diakses dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. pengetikan dan pengolah data (lihat box 63)
  2. database dan komunikasi (lihat box 664)
  3. paket-paket dan program –program (lihat box65)

berusahalah agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan

          walaupun proyek penelitian telah di kelola dengan sangat teliti, tidak selalu segala sesuatu yang rencanakan berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin ada hal –hal menjadi masalah yang mungkin membuat kita kurang bersemangat. Tidak ada peneliti yang tidak pernah berbuat kesalahan. Kotak 66 menawarkan untuk penghibur dan menyenangkan hati kita, sebuah daftar tentang 20 hal yang mungkin bermasalah.

Box 66: Dua puluh hal yang mungkin menjadi masalah

1) kita kehabisan waktu, 2) akses ditolak oleh institusi atau individu kunci, 3) perginya seorang relasi kunci di dalam sebuah organisasi yang sedang kita teliti, 4) kita menemukan bahwa orang lain telah melakukan penelitian yang sama, 5) kita kehilangan pekerjaan kita, 6) tingkat respon kita sangat rendah, 7) manejer atau pembimbing kita mencampuri rencana kita, 8) kita jatuh sakit, 9) kita menganti penkerjaan kita, membuat akses terhadap “site” penelitian kita menjadi sulit,10)kita putus dengan patner kita, 11) kita kehilangan kutipan referensi kunci, 12) kita mendapatkan bahwa kita memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit data untuk dianalisis, 13) tape recorder kita  rusak atau batreinya habis, 14) kita kehabisan uang, 15) kita tidak dapat menemukan referensi kunci atau utama di perpustakaan kita, 16) kita mengalami kebosanan dengan proyek kita, 17) anjing memakan rancangan penelitian, 18) kita menulis terlalu banyak atau sedikit, 19) komputernya rusak, 20) margins di teks kita sesuai ukurannya untuk dijilid.

Box 56: Jawaban terhadap kesulitan (penderitaan)

  • Ingatlah diri kita sendiri bahwa tujuan melaksanakan proyek penelitian, khususnya bagi peneliti baru, sebanyak mungkin untuk mengembangkan pemahaman kita tentang proses penelitian dan/atau penggunaan metode tertensu seperi , untuk mengeplorasi isu-isu subtantif:

–          ingatlah mungkin hanya valid , dan mungkin lebih membantu bagi penelitian lain, untuk menulis penelitian kita dalam hal, misalnya, masalah-masalah mendapatkan akses terhadap kelompok tertentu atau memperoleh respon yang memadai dari kelompok yang pernah diperoleh aksesnya.

–          Jadikanlah menulis sebagai bagian dari urusan kita untuk direflesikan terhadap strategi penelitian kita, carilah apa yang menjadi masalah san mengapa, dan masukkan rekomondasi untuk melakukannya dengan lebih baik telah dimasa yang akan datang.

–          Pandanglah penelitian sebagai keterampilan yang telah dipelajari dan dikembangkan sepanjang penelitian. Seperti telah dikemukakan sebelumnya beberapa proyek penelitian benar-benar merupakan penelitian awal atau kesimpulannya mengangketkan. Bagian dari melakukan  penelitian adalah mengenai apresiasi terhadap apa yang terlibat dan kemana hal itu akan membawa kita.

–          Jika kita punya waktu dan sumber daya kita mungkin tentu saja dapat memilih untuk mengerahkan kembali strategi penelitian kita, ketika kita terhalangi dalam suatu arah ini sangat umum dan bukan berarti kegagalan.

–          Selamat datang di klub (dikelompok ini. Tak ada yang sia-sia)

–          Setelah membaca bab ini kita harus mampu mengelola waktu untuk melaksanakan berbagai aktivitas bagi penelitian kita.

–          Memahami bagaimana kita mengatur hubungan kita dengan figure-figur dan institusi –institusi  kunci (paling penting) bagi penelitian kita.

–          Lebih menyadari bagaimana kita dapat memanfaatkan pengolah kata dan komputer dengan lebih efektif bagi penelitian kita

–          Lebih percaya diri bahwa kita dapat membuat perubahan atau kesalahan dalam rencana penelitian tanpa seorang peneliti yang buruk.

COLLECTING DATA

COLLECTING DATA

 

BUKU SUMBER : Loraine Blaxter, Christina Hughes, dan Malcom Tight, (1996) How to Research.

Semua bentuk penelitian tntunya akan meliputi kegiatan pengumpulan dan penganalisaan data, baik melalui kegiatan membaca, observasi, pengukuran, menjawab berbagai pertanyaan ataupun menggabungkan semua dengan stratehi –strategi lainny. Data yang terkumpul selama penelitian berlangsung akan terdiri dari berbagai karakteristik, seperti:

–          data numeric, verbal atau juga gabungan keduanya

–          data primer (original) atau data sekunder

–          data mungkin berisi berupa jawaban kuesioner, hasil wawancara, atau catatan –catatan lain hsil pengamatan, percobaan, dokumen dan sumber-sumber lainnya.

Dalam bab ini akan diuraikan hal –hal sebagai berikut : akses dan isu –isu etika, menerapkan teknik –teknik  pengumpulan data, dokumentasi, wawancara, observasi, kuesioner, melaporkan kemajuan proyek dan naik –turunnya pengumpulan data : kesiapan menikmati dan obsevasi.

Akses dan isu –isu Etika

Ada dua isu utama yang mungkin bisa mengkronfrontir kita sebagai seorang peneliti yang dimulai dengan mempertimbangkan berbagai hal untuk mengumpulkan data yaitu akses dan etika. Isu-isu inilah yang mungkin merupakan sebuah kelanjutan dari seluruh proses pengumpulan data. Dalam boks 69 diuraikan bagaimana meningkatkan peluang akses dalam penelitian,diantaranya: 1) Dimulailah dengan meminta nasihat tentang bagaimana agar bisa akses dengan lebih pantas;2) Dalam permintaan tersebut, agar dibatasi cakupan supaya lebih focus, jangan memulai dengan menanyakan berbagai hal; 3) Efektifkan kontak-kontak yang ada dengan supervisor, manajerdan kolega; 4) Bertanyalah pada saat yang tepat; 5) Buatlah pertanyaan sejelas mungkin; 6) Jelaskan alasan riset:mengapa dan apa yang mungkin bisa dihasilkan.

Etika

          Kita tahu bahwa hak untuk menolak ambil bagian dalam riset berarti bahwa orang-orang dapat melindungi dirinya sendiri dalam melawan berbagai tekanan atau karena takut terganggu privacy-nya. Dalam suatu proyek penelitian, mungkin saja akan menimbulkan isu-isu etika, khususnya jika melibatkan orang-orang secara langsung,tetapi bisa juga menjadi suatu kasus jika anda menunjukkan proyek anda secara keseluruhannya atas bukti-bukti dokumentasi. Oleh karena itu hal yang penting untuk menyadari dan merespon isu-isu tersebut.

Etika penelitian akan mencakup hal-hal tentang bagaimana dalam mendapatkan informasi melalui wawancara,pertanyaan-pertanyaan,observasi atau tehnik lainnya. Selain itu juga berkenaan dengan pencapaian perjanjian penggunaan data ini dan bagaimana analisisnya yang akan dilaporkan dan dipresentasikan. Pada Boks 71 berisi tentang isu-isu etika yang umum,seperti: kerahasiaan responden (confidentiality), anonimitas (tidak mencantumkan identitas responden),legalitas dan profesionalisme.

Menerapkan Tehnik-tehnik Pengumpulan Data

          Ada empat tehnik/metode utama untuk memperoleh data yaitu: dokumentasi,wawancara,observasi dan kuisioner.

Dokumentasi

            Setiap penelitian tentunya tidak akan lepas dari penggunaan dan penganalisisan dokumen,baik dalam tingkat luas maupun sedikit. Peneliti diharapkan bisa membaca,memahami,dan melakukan analisis kritis terhadap berbagai tulisan orang lain. Ada beberapa bentuk dokumen seperti: dokumen yang ada di perpustakaan, yang berbasiskan komputer, yang memiliki focus kebijakan pemerintah, dan yang memiliki orientasi sejarah. Sedangkan contoh dokumen data sekunder adalah data statistik dan laporan sensus, laporan pemerintah,laporan tahunan perusahaan,buku,jurnal,Koran,program TV dan radio.

Wawancara

          Menggunakan metode wawancara akan sangat berguna pada saat peneliti tidak bisa menggunakan metode lainnya seperti kuisioner dan obeservasi. Jika anda sudah memutuskan untuk menggunakan metode ini maka hal yang harus diputuskan ialah bagaimana cara merekam wawancara tersebut apakah mencatatnya langsung atau dengan memanfaatkan tape recorder.

Observasi

Metode observasi akan meliputi pengamatan,pencatatan dan penganalisisan berbagai peristiwa yang bisa menarik peneliti bersangkutan. Sedangkan rentang dari berbagai pendekatan yang berbeda dalam studi observasi ialah sebagai berikut: (1) peristiwa dapat dicatat baik pada saat terjadi ataupun di lain waktu; (2) observasi bisa dilakukan baik secara terstruktur dalam kerangka yang ditentukan maupun secara terbuka; (3) para pengamat bisa saja terjun langsung sebagai partisipan dalam kegiatan obesrvasi yang dilakukannya. Pada Boks 79 dikemukakan tentang berbagai hal dalam observasi diantaranya : (1) apakah saat pelaksanaan observasi anda relevan?; (2) apakah anda perlu membuat jadwal observasi atau menentukan dulu kode-kode kategori; (3) pentingkah untuk mencoba dan mencatat segala sesuatu atau akankah anda lebih selektif; (4) seberapa visible kah anda sebagai seorang pengamat ; dan (5) apakah dengan obeservasi saja anda sudah cukup ataukah masih perlu teknik lainnya.

Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik yang paling sering digunakan oleh para peneliti. Berbagai cara bisa dilakukan untukn melakukan kuisioner, seperti : (1) mengirimkan kuisioner kepada responden, yang setelah diisi lengkap maka berkas tersebut diharapkan untuk dikirimkan kembali kepada peneliti dalam jangka waktu yang ditentukan; (2) dilakukan secara berhadap-hadapan atau secara tidak langsung misalnya melaluitelepon. Pada Boks 82 ada berbagai saran dalam membuat pertanyaan kuisioner yaitu : (a) hindarkan pertanyaan yang membingungkan responden;(b) ingatlah bahwa pertanyaan yang meminta responden menyebutkan kembali berbagai peristiwa dan perasaannya yang terjadi di masa lalu akan menghasilkan jawaban yang akurat; (c) dua-tiga pertanyaan sederhana akan lebih baik dibandingkan dengan pertanyaanyang rumit; (d) hindarkan pertanyaan yang terlalu banyak dalam kalimat negatif; dan (e) hindarkan pertanyaan yang bersifat menyerang dan sensitive.

Mencatat kemajuan proyek Anda

Untuk mencatat kemajuan dan merefleksikan kemajuan proyek anda pada tahap ini,maka anda perlu untuk memelihara berbagai catatan yang berhubungan dengan berbagai rencana anda,reaksi anda,apa yang  anda baca, apa yang anda pikirkan dan sebagainya. ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk memelihara catatan tersebut yaitu: (1) catatan harian penelitian (research diaries); (2) boxes or files: untu7k menampung bahan-bahan yang telah anda kumpulkan; (3) memasukkannya ke dalam komputer, dan (4) menggunakan kartu indeks untuk memisahkan detil bahan baik menurut pengarang maupun menurut subjeknya.

Turun- Naiknya kegiatan pengumpulan data

Loneliness (merasa kesepian)

          Bagi beberapa peneliti, bekerja sendirian bisa merupakan hal yang mengasikkan, namun tidak bagi yang lainnya, hal itu bisa menjadi suatu tekanan yang menjemukan sehingga mereka akan merasa kesepian. Untuk itu diperlukan cara-cara untuk melawan perasan iru, misalnya dengan cara banyak berhubungan dengan supervisor, manajer, atau kolega kita untuk melaporkan kemajuan yang telah dicapai atau mendiskusikan masalah yang dijumpai.

Obsessiveness

          Masalah obsessif, mungkin berhubungan erat dengan masalah kesepian ini, terutama jika anda melaksanakan penelitian sendirian. Untuk itu diperlukan beberapa strategi untuk mengantisipasinya, yaitu:

  • buatlah perencanaan dan jadwal riset anda dengan baik mulai dari awal,perbaikan rencana hingga akhir penelitian
  • mintalah teman, relasi atau kolega anda lainnya untuk memikul tanggung jawab dalam mengindetifikasikan pada saat anda menjadi obsesif
  • mengembangkan dan memanfaatkan jaringan kelompok peneliti,sehingga anda mungkin bisa mendapatkan dukungan dari mereka.

MENGANALISIS DATA

MENGANALISIS DATA

 

Pendahuluan

Kami berharap bahwa dengan membaca bab ini, anda akan merasa lebih baik sebelum menyelesaikan kegiatan pengumpulan data dalam riset anda. Setelah semuanya itu, mungkin anda perlu untuk mulai melakukan analisis data sebelum anda selesai mengumpulkannya,bisa saja segera setelah anda berhasil memperolehnya, tanpa menunggu data tersebut semuanya dikumpulkan. Sebagaimana yang kami sebutkan pada beberapa bagian dalam buku ini bahwa penelitian merupakan sebuah proses yang tidak teratur dan terdiri dari tahap-tahap dan proses dimana tahap yang satu tidak perlu mengikuti tahap lainnya slesai.

Sungguh adalah hal yang terbaik bagi anda untuk membaca seluruh bab ini sebelumanda selesai memutuskan bagaimana anda akan menfokuskan studi anda, jenis pendekatan serta tehnik apa yang akan anda pakai. Hal inilah yang akan membuatnya memiliki beberapa pemahaman terhadap jenis analisis data yang mungkin anda gunakan dan bagaimana jenis data yang akan anda kumpulkan tersebut bisa mempengaruhi dan membatasi penganalisisannya sebelum anda menjalankan proyek tersebut.

Selanjutnya tujuan dari bab ini ialah untuk membantu anda dalam mendapatkan data ke dalam suatu bentuk tertentu, dan untuk memberikan saran-saran bagaimana anda akan menganalisis dan menginterpretasikannya. Kami memulainya dari adanya berbagai perasaan tak menentu, yang begitu umum terjadi baik pada peneliti baru maupun para peneliti yang sudah berpengalaman, dalam melakukan pengumpulan data penelitian baik data yang banyak berlimpah maupun yang morat-marit. Namun demikian setelah anda selesai membaca bab ini, kami harapkan anda bisa berada pada suatu posisi dimana anda dapat mulai menuliskan hasil dan kesimpulan anda sendiri.

Adapun susunan pembahasan bab ini ialah disusun ke dalam beberapa tema pokok yaitu:

  • Bentuk data : suatu kondisi dimana data anda berada, dan berbagai sarana yang anda miliki untuk menganalisisnya.
  • Hakikat data : apakah hakikat data riset itu? Dalam pengertian jumlah angka-angka dan kata-kata.
  • Pengolahan data : pengkodean,pengurangan dan peringkasan data mentah.
  • Proses analisis : cara-cara umum dalam menganalisis serangkaian data kualitatif dan kuantitatif.
  • Analisis dokumen: bagaimana untuk memahami berbagai catatan anda.
  • Analisis wawancara :bagaimana untuk memahami hasil wawancara anda.
  • Analisis observasi: bagaimana untuk memahami hasil pengamatan anda.
  • Analisis kuisioner : bagaimana untuk memahami jawaban/respon kuisioner anda.
  • Interpretasi: bagaimana untuk memahamidan mengkontekstualisasikan hasil-hasil analisis anda.

Saran

          Jika anda merasa trauma dan khawatir terhadap proses analisis data yang telah anda kumpulkan, maka pikirkanlah itu semua sebagai analogi untuk memasak. Apa dan bagaimana anda memasak,itu akan tergantung pada selera, keahlian dan bahan-bahan yang tersedia yang dimiliki Anda. Anda mungkin akan menyukai makanan yang sederhana yang disajikan hangat-hangat, atau malah untuk jangka yang agak lama atau mungkin juga yang cepat saji. Anda boleh mencampurkan bahan-bahannya secara berbarengan dengan menggunakan resep,tau karena sudah pengalaman sebelumnya,atau bahkan anda bisa membeli makanan yang sudah siap saji(instan). Anda bisa menggunakan berbagai alat masak mulai dari sendok dan pisau yang murah hingga yang sangat mahal harganya. Anda bisa menyajikan makanan tersebut hanya untuk anda sendiri atau malah untuk disajikan dalam meja prasmanan. Maka lihatlah jika anda dapat menemukan paralelitasnya yang lebih jauh sebagaimana anda memasak data anda.

Bentuk data

Ada dua hal yang mendasar dan harus dipertimbangkan, yang bisa mempengaruhi seluruh pendekatan dalam menganalisis data yaitu:

  1. Kondisi dimana data yang anda kumpulkan itu berbeda
  2. Dimana dan sarana apa sehingga anda mampu menganalisisnya.

Data yang teratur atau semrawut?

Anda mungkin saja akan sangat menghabiskan waktu dalam mengumpulkan data riset,kecuali kalau nda menghubungkannya hanya dengan data sekunder yang telah akrab dengan anda, dan dengan bentuk kumpulan data yang mana anda akan berujung dengan suatu keinginan yang pasti sangat berbeda dari apa yang telah bayangkan pada saat anda memulainya. Sementara rencana-rencana anda untuk mengumpulkan data mungkin akan dipandang sangat metodis,tetapi pada kenyataannya data yang telah terkumpul pada awalnya nampak menjadi sesuatu yang mungkin nampak lebih semrawut/kacau dibandingkan nampak lebih teratur. (lihat boks 85).

Boks 85 : Data yang teratur atau tidak teratur?

Penampilan data yang teratur

Penampilan data yang tidak teratur

  • Buku-buku catatan yang tertata rapi
  • Kartu-kartu indeks
  • File-file kuisioner
  • Folder dengan kode yang berwarna
  • Tape rekaman yang diberi label
  • Fotocopy hal-hal yang penting
  • Rencana dan jadwal yang jelas
  • Seperangkat komputer yang artistic.
  • Buku-buku catatan yang tertata aneh
  • Sobekan-sobekan kertas
  • Keranjang sampah
  • File-file yang penuh dan bertonjolan
  • Catatan-catatan  kutipan
  • Kutipan-kutipan yang setengah-setengah
  • Amplop yang usang
  • Mesin tik yang sudah tua.

Boks 86 : Dari semrawut hingga teratur dan kembali lagi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah data anda nampak teratur atau semrawut, tergantung kepada berbagai referensi dan persepsi anda sendiri. Isu yang riil di sini ialah apakah hasil karya tersebut baik untuk anda? Begitu panjang seperti yang anda ketahui dimana untuk menemukan apa yang anda inginkan atau yang anda perlukan. Jika anda orang yang baru dalam proses riset, tentunya anda akan menemukan sesuatu sebagaimana bila anda pergi jauh. Begitu banyak dari apa yang telah disebutkan dalam buku ini dapat dipakai untuk mengarahkan dalam referensi untuk perencanaan,penyusunan, dan pengaturan,namun dalam prakteknya itu semua bisa saja sangat berbeda dengan apa yang seharusnya.

Kondisi data anda, bahkan berbagai perubahan selama proses analisis, ialah berada dalam keinginan yang sudah semestinya. Namun demikian ketidakterorganisasian dan ketidakmemadaiannya bisa anda pikirkan pada saat awal. Dimana anda mungkin bisa menemukan kekuatan didalamnya sebagaimana yang anda kerjakan. Demikian juga jika anda mulai dari posisi bawah dimana anda telah memiliki semua data yang diinginkan,anda mungkin mengenali berbagai kekurangan (deficiencies) seperti yang anda dapatkan pada “ kedalaman sebuah analisis”.

Untuk analisis data yang bergerak dari teratur ke semrawut dan sebaliknya sering terjadi secara simultan. Data yang nampak berada di bawah kendali kita bisa saja merupakan sesuatu yang lebih tidak terorganisir, setidaknya untuk suatu waktu. Sementara yang nampak teratur atau yang dipaksakan teratur terhadapnya,bahkan bisa saja dalam pengumpulannya akan lebih semrawut. Prosesnya mungkin saja tidak dapat menyenangkan, sehingga cara mana yang anda perlukan atau inginkan untuk bergerak dalam menganalisis data anda itu/ (lihat boks 86).

Data anda mungkin saja pada suatu waktu,selama dalam proses analisis,bisa nampak terstruktur ataupun morat-marit (messy). Namun demikian dengan berakhirnya proses tersebut,setidaknya anda harus mengenali keduanya itu. Suatu area dimana anda memikirkan untuk mnambah data terhadap sebuah pemahaman topik yang sedang anda teliti mungkin akan dilihat seperti teratur, sementara area lainnya dalam mana pekerjaan anda telah menimbulkan lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawabannya (pola yang normal),maka bisa saja nampak semrawut.

Dimana dan dengan apa melakukan analisis?

Berbagai sumber yang tersedia untuk riset anda, dan bagaimana anda menyesuaikan rencana anda terhadapnya, telah dipertimbangkan di bagian lain dalam buku ini.

Jelasnya anda dibatasi dengan hal –hal seperti bagaimana, di mana dan kapan anda harus melakukan analisis data dengan sumber –sumber yang ad. Namun demikian ada beberapa hal  ynag lebih praktis yang berkenaan dengan tempat, ruang dan waktu dalam mana anda lakukan analisis tersebut secara lebih pantas. Hal inilah yang bisa dilihat pada latihan 44 di bawah ini.

Latihan 44:tempat, ruang dan waktu untuk melakukan analisis pertimbangkanlah beberapa pertanyaan dibawah ini:

  • Apakah anda lebih suka pada sebuah meja atau pada sebuah kursi tangan (armchair)?
  • Akankah anda berkeinginan untuk membentangkan pekerjaan anda di atas lantai atau pada dinding?
  • Apakah anda menyukai bekerja dengan menggunakan kertas dan pulpen atau dengan menggunakan komputer?
  • Apakah analisis anfa membutuhkan waktu yang lama, atau dapatkah itu dilakukan dalam bentuk potongan –potongan yang kecil, atau adakah elemen keduanya?
  • Dapatkah anda melakukan analisis tersebut dalam satu atau akankah itu memerlukan sejumlah sarana yang terpisah?

Jelaslah bahwa jawaban anda terhadap pertanyaan –pertanyaan tersebut di atas akan membantu anda dalam menentukan bagaimana anda pergi untuk menganalisis data anda. Anda akan perlu untuk mencocokkan berbagai referensi anda dengan apa yang lebih mungkin dapat dikerjakan (feasible) dan dengan hakikat data yang anda kumpulkan.

Hakekat data

Data yang telah anda kumpulkan mungkin dalam sejumlah bentuk bahkan mungkin juga hanya dalam satu bentuk yang sempurna, valid dan menarik utk melaksanakan riset. Pikirkanlah sejenak untuk mengingatkan diri anda sendiri tentang hakikat data, jumlah data yang anda punyai, darimana data tersebut berasal dan bagaimana data tersebut diperoleh. Maka dari  itu cobalah latihan 45 dibawah ini. Sementara itu di dalam Boks 87 dan 88, tercantum berbagai contoh bentuk –bentuk data yang berbeda untuk mengingatkan anda terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi.

Latihan 45: berfikir tentang data

Apakah bentuk data yang anda kumpulkan:

  • Kuesioner?
  • Catatan –cacatan, rekaman atau transkrif wawancara?
  • Salinan dokumen?
  • Catatan –catatan atau rekaman video observasi?
  • Pengukuran perilaku?
  • Bagan, peta, table ataukah diagram?
  • Fotography?
  • Catatan dalam buku harian penelitian? Ataukah
  • Bentuk data lainnya?

Buatlah catatan –cacatan bentuk data anda yang berbeda dan secara kasar hitunglah jumlah masing –masing data yang berbeda tersebut yang anda miliki. Pikirkanlah tentang darimana macam –macam data yang berbeda tersebut berasal, dan bagaimanakah itu semua dapat reliable. Pikirkan juga tentang berapa banyak yang akan anda perlukan untuk mengurangi volume data anda agar dalam menyajikan, menganalisis dan mendiskusikan itu semua berada dalam ruang yang ada pada anda.

Membedakan Kualitatif dan Kuantitatif

Di antara jenis- jenis data tersebut, mungkin kita mengenal adanya sebuah batasan yang mendasar antara kuantitatif (contohnya sejumlah angka –angka) dan kualitatif (contohnya sejumlah kata –kata). Batasan –batasan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana data bisa dianaslisis dan juga untuk mereflesikan berbagai tradisi, philosophi, dan praktek –praktek disiplin atau sub disiplin ilmu –ilmu social  yang berbeda. Anda hampir pasti mempunyai beberapa contoh keduanya diantara data anda bahkan mungkin bisa saja lebih  dominan kualitatif atau kuantitatifnya.

Namun demikian perbedaan antara kata –kata dan angka –angka tersebut tidak begitu tepat sebagaimana  yang nampak pada saat kita pertama kali memandangnya. Keduanya menawarkan representasi dari apa yang kita sebagai individu persepsikan sebagai realitas kita. Hal ini mungkin saja bahwa data kualitatif lebih menawarkan detil namun keduanya hanya memberikan sebuah deskripsi parisial saja, bukan merupakan “fakta” dalam sesuatu, namun sebuah perasaan yang sangat jauh berkurang selama proses penelitian, seperti kita berusaha untuk meringkaskan atau menggambarkan titik-titik utama dari keluasan data yang ada.

Kuantitatif dan kualitatif juga memiliki sebuah tendensi untuk saling membayangi antara satu dengan yang lainnya, sehingga akan sangat jarang untuk menemukan laporan penelitian yang tidak mencantumkan keduanya baik kata –kata ataupun angka –angka saja. Data kualitatif mungkin akan dikuantitatifkan  dan juga sebaliknya data kuantitatif akan dikualitatifkan. Sebagai contoh adanya praktek-praktek yang umu dalam menganalisis hasil survey untuk menandai yang kadang-kadang berubah –ubah dari nilai numeric ke data numeric ke data kualitatif seperti: (1) kesuksesan: (2) ketidaksuksesan.

Para peneliti yang mengambil data kualitatif, bisa saja mengemukakan sejumlah angka –angka, dan begitu pula yang mengambil data kuantitatif, dapat didukung dengan uraian kata –kata. Contohnya: “ semua yang diwawancarai”. “banyak dari responden”,”setengah dari perempuan yang saya bicarakan:, dan sebagainya. atau jika anda mendasarkan studi anda seluruhnya terhadap data numeric, maka andapun masih akan mengenal faktor –faktor kualitatif dalam analisis anda, seperti membicarakan harga relatif (the relative worth) dari sumber –sumber data yang berbeda, dan dalam mengartikan apa arti hasil anda tersebut untuk prakteknya.

Dua sub bab berikut ini bertujuan untuk lebih memperjelas poin-poin diatas. Anda bisa saja melompati salah satu di antara keduanya jika anda benar –benar telah paham dengan kedua pendekatan tersebut (kualitatif dan kuantitatif).

Apa yang dimaksud dengan angka-angka ?

Pada latihan 46 di bawah ini meminta anda untuk kembali contoh –contoh data kuantitatif yang tercantum dalam Box 87.

Latihan 46: Pengertian Angka –angka

Pada Boks 87 berisi contoh data kuantitatif seperti: bagian dari suatu table, daftar pengukuran survey, peta dengan wilayah yang diberi nomor memuat skala tertentu, dan daftar skor faktor.

Pikirkanlah beberapa pertanyaan berikut ini :

  • apakah jenis angka –angka tersebut dimasukkan ke dalam contoh?
  • Bagaimana angka –angka tersebut dikumpulakn atau dihasilakan ?
  •  Apakah mungkin anda bekerja dengan atau berkata tentang angka –angka tersebut?

Pada Boks 87 tersebut tentu saja tidak mencantumkan contoh –contoh dari seluruh Janis atau penggunaan angka –angka yang berbeda yang mungkin anda temui dalam rangkaian riset anda, tetapi itu cukup berisikan beberapa contoh yang sudah umum saja. Jika anda telah melaksanakan survey atau eksperimen sebagai bagian dari riset anda, maka anda sangat mungkin telah mengahasilkan gambaran yang sama dalam contoh yang kedua yang bisa saja terdiri dari:

  • pengukuran langsung, atau apa yang biasa disebut angka mentah angka riel-nya
  • kategori –kategori, di mana respon –responnya telah diberi kode atau ditandai dengan nilai –nilai numeric
  • persentase, yang merupakan sebuah pengukuran dari proporsi, dan
  • rata –rata, yang merupakan summary dari serangkaian pengukuran.

Peta yang ada pada boks 87  tersbut merupakan sebuah contoh data kuatitatif yang cukup menarik sejak masing –masing area diberi kode menurut skor rata –rata dalam istilah skla, sehingga kita bisa mengetahui rentang skor untuk masing –masing area tersebut namun itu belum iketahui secara tepat apa maksud skor-skor tersebut.

Dalam melihat skor- skor faktor, masih banyak diantara anda yang mungkin bengong, kecuali jika anda bisa mengetahui beberapa teknik multivarian yang dikenal dengan analisis faktor, maka sedikitnya anda akan bisa memahaminya.

Contoh terakhir, menyoroti relevansi dari pertanyaan kedua pada latihan 46 di atas. Untuk data kuantitatif yang semestinya, mereka mungkin berkata banyak kepada anda jika anda tahu bagaimana itu semua diperoleh dan bagaimana mengartikan semua itu. Inilah yang merupakan hal –hal yang umum, yang dengan sama dapat diterapkan untuk semua contoh yang diberikan tersebut. Setiap sumber data perlu untuk dipertanyakan mengenai representasinya, realibilitasnya dan akurasinya. Pada peneliti idealnya perlu mengetahui dengan siapa itu semua didapatkan, untuk maksud apa dan dalam cara apa mereka dihasilakan. Angka –angka yang dalam penampulannya begitu presisi, dapat menyembunyikan manufacturing, impresisi  dan subjektivitasnya. Hal –hal inilah yang akan diuraiakan lebih lanjut dalam bab-bab berikutnya, yaitu bab interprestasi.

Pertanyaan yang ketiga dari latihan 46 tersebut, menunjukkan bahwa sekali anda menyajikannya dengan serangkaian data kuantitatif, maka  biasanya anda dapat mulai untuk melakukan hal –hal lainnya, baik secara kualitatif, ataupun kuantitatif lagi.

Anda mungkin bisa menghitung rata –rata atau bahkan memikirkan satu item pertanyaan yang lebih besar atau lebih kecil dari yang lainnya, atau dengan nilai yang sama. Jika anda telah memiliki informasi yang cukup maka anda dapat menghitung persentase dari data mentah atau menghasilkan data mentah dari persentase tersebut.

Penyajian data  kuantitatif, apakah yang didapt dari and sendiri maupun yang diperoleh dari sumber- sumber data sekunder, biasanya merupakan titik awal dari sebuah analisis. Dalam melaksanakan sebuah analisis, seorang peneliti tidak bisa menghindar lebih jauh dari data original atau data real, dan prosedur, pembuatan abstaraksi yang lebih tinggi.

 

Apa yang di maksud dengan kata-kata?

          Dalam latihan 47, meminta anda untuk menguji kembali contoh-contoh data kualitatif yang ada pada box 88.

 

Latihan 47 : pengertian kata-kata

Pada box 88 berisi 5 contoh data kualitatif yaitu : bagian dari naskah wawancara, bagian dari dokumen kantor, sumber-sumber yang tidak terpublikasikan, catatan-catatan dan diagramatis obesrvasi. Pikirkanlah beberapa pertanyaan:

  • Apakah jenis kata-kata tersebut dimasukan ke dalam contoh?
  • Bagaimana kata-kata tersebut dikumpulkan atau dihasilkan ?
  • Apakah mungkin anda bekerja dengan atau berkata tentang kata-kata tersebut ?

Sebagaimana dalam box 87, pada box 88 ini juga tidak mencantumkan contoh-contoh semua bentuk atau tipe kata-kata. Hal ini jelasnya dibatasi sumber bahasa Inggris untuk sebuah permulaan. Meskipun begitu, kita dapat mengenalinya dari contoh-contoh yang diberikan dalam data tertulis yang meliputi :

  • Kata-kata yang tertulis secara langsung, dan kata-kata yang terucapkan yang telah direkam atau dalam bentuk yang telah dilaporkan.
  • Catatan-catatan tertulis, selama atau segera setelah peristiwa tersebut digambarkan
  • Kata-kata yang tertulis dengan hati-hati, yang dimaksudkan untuk publikasi dan atau tidak untuk dipublikasikan serta yang dimaksudkan untuk sebuha distribusi yang lebih kecil dan sebentar saja.

Dalam contoh-contoh tersebut, kita dapat mengenali perbedaan tingkat abstraksi. Catatan-catatan secara jelas hanya menawarkan sebuah ringkasan peristiwa yang parsial saja. Yang memfokuskan terhadap semua aspek mana orang-orang membuat catatan tersebut menjadi signifikan pada suatu saat untuk tujuannya saja. Dokumen-dokumen, biasanya hanya dikeluarkan setelah sebuah proses pengkonsepan dan pengkonsepan kembali dan bisa saja sebagai sebuah kepentingan untuk apa mereka tidak katakana seperti untuk apa mereka katakana juga untuk bagaimana mereka katakana itu.

Bahkan pembicaraan yang langsung ialah sangat selektif, namum demikian pengucapan kat hanya setelah  pembicara telah memikirkannya untuk waktu yang lebih singkat atau lebih lama tentang apa yang akan mereka katkn, dan sebagiannya ditentukan oleh apa yang pembicara pikirkan tentang pendengarannya.

Pembicaraan singkat ini menyarankan bahwa beberapa analisis siap terjadi dalam semua contoh yang telah diberikan. Sesuatu yang anda, sebagai seorang peneliti, akan lakukan terhadap data tersebut seperti dalam rangkaian analisis, anda akan lebih jauh memperbaiki kembali dan memilihnya dari kata –kata yang telah diberikan itu. Sehingga anda mungkin akan memilih kutipan atau kalimat tertentu sebagaimana sebuah ilustrasi dari teks yang ada.

Sebagaimana yang mungkin telah anda catat sekarang, dua subbab terakhir,  yaitu pengertian angka –angkadan kata –kata, telah sangat serupa dalam format dan pendekatannya. Kami telah mengambil pendekatan ini untuk 2 alasan utama yaitu:

  • Proses yang tercakup dalam penganalisisan bentuk –bentuk data tersebut merupakan sebuah anologi yang sangat luas
  • Baik bentuk yang secara intrinsic lebih baik, lebih akurat atau lebih actual, masing –masing kesemuanya itu harus dinilai, dianalisis, dan digunakan atas harga yang dimilikinya.

 

Setelah merangkai data anda untuk analisi, secara normal tahap berikutnya ialah menajerialnya. Hal ini secara tipikal meliputi, pemilihan, pengkodean, pengurangan atau peringkasan data dari bentuk asalnya, dan mendapatkannya ke dalam sebuah bentuk yang lebih pantas (suitable) untuk analisis dan pelaporan. Teknik –teknik ini merupakan subjek dari bab berikutnya.

Mengolah Data Anda

          Dalam menjawab pertanyaan pada latihan 45, anda harus realistis , jika anda belum bgitu siap untuk melakukannya, bahwa anda telah mengumpulkan data dalam jumlah yang banyak untuk maksud –maksud riset anda. Tetapi data tersebut masih mentah dan belum merupakan hasil dari riset anda. Sebagai contoh, anda tak mungkin secara sederhana merangkai semua naskah wawancara yang telah anda lakukan, atau dari kuisioner yang telah kembali kapada anda atau dari semua catatan yang telah anda ambil lalu menyajikannya sebagai laporan atau desertasi anda. Karena itu akan menjadi sesuatu yang tidak berarti bagi mereka. Oleh karena itu dalam masalah penganalisian data yang telah anda kumpulkan, pada kenyatannya mencakup dua proses yang berhubungan erat yaitu:

  • pengelolaan data anda, dengan menguranginya ukuran dan cakupannya, sehingga anda dapat mellaporkannya secara memadai dan bermanfaat;
  • menganalisis pengolaan serangkaian data, dengan mengabstraksikan darinya dan menggambarkan focus perhatiannya untuk apa yang anda rasakan itu penting atau signifikan.

Saran:

Bebarapa tugas yang tercakup dalam penganalisisan sangat mendasar dan akan berulang. Simpanlah ini semua untuk ketika anda mampu melakukannya atau tidak merasa senang untuk malakukannya, sehingga menjadi sesuatu yang akan lebih dibutuhkan

Anda boleh memilih serangkaian cara berhubungan untuk mengelola data anda tersebut, yang beberapa diantaranya telah disebutkan dalam bab 4 yaitu reading for research. Yang kesemuanya digambarkan dalam Boks 89 di bawah ini dan anda mungkin akan menggunakannya dalam melakukan analisis data.

Bab 89: Teknik –teknik untuk mengelola data

  • Coding. Suatu proses dengan mana item –item atau kelompok data ditandai dengan kode-kode tertentu. Hal ini mungkin digunakan untuk menyederhanakan dan menstadarkan data untuk maksud –maksud analisis, seperti karakteristik dari jenis kelamin, status perkawinan atau pekerjaan diganti dengan angka-angka (contoh: untuk laki –laki diganti dengan ‘1’, wanita dengan ‘2’). Atau merupakan suatu proses yang meliputi beberapa pengurangan kuantitas data seperti usia, lokasi atau sikap yang dikategorikan ke dalam sebiah jumlah kelompok  yang terbatas, yang masing –masing kelompoknya ditandai dengan identitas numeric (contoh: kategori usia:’di bawah 21’,’21-64’, dan ’65 lebih’, yang diganti dengan ‘1’,’2’, dan ‘3’)
  • Annotating. (keterangan/anotasi), suatau proses dengan mana bahan- bahan tertulis (mungkin juga audio/visual) diganti dengan catatan tambahan atau komentar –komentar. Dalam berbagai buku atau makalah, ini merupakan bentuk catatan pinggir, atau garis bawah atau sorotan dari teks itu sendiri. Proses tersebut bisa menggambarkan perhatian untuk apa yang anda pertimbangkan menjadi bagian yang lebih signifikan, mungkin untuk abstraksi atau kutipan berikutnya
  • Labeling. Di mana anda memiliki sebuah skema analitis dalam benak anda atau sedang mengembangkannya, maka anda bisa melakukannya melalui materi –materi seperti wawancara atau dokumen peraturan atau kalimat –kalimat dengan kata –kata yang penting
  • Selection. Sebuah kunci dalam mengelola data, melalui mana item –item yang menarik, signifikan, yang representatif, atau yang tidak biasa dipilih untuk mengilustrasikan argumen anda. Hal ini mungkin dalam bentuk , sebagai contoh , seorang anggota kelompok, satu lembaga, satu jawaban untuk sebah survey, satu kutipan tertentu, satu teks, atau sejumlah seleksi tersebut. Intinya ialah bahwa anda sedang memilih untuk macam –macam alasan, yang mencontohkan pengumpulan data untuk penekanan dan pembicaraan. Dan dalam hal ini selalu ada subjekvitas yang baik dalam proses ini.
  • Summary. Suatu proses di mana lebih dari memilih satu atau lebih contoh dari sebuah badan data yang lebih luas, anda boleh memilih untuk mengahsilkan sebuah versi pengurangan. Précis atau sinipsis dari keseluruhan rangkaian data. Ini juga dimaksudkan untuk memelihara sesuatu variabilitas original data yang terkumpul

Semua teknik yang disebutkan dalam boks 89 dapat diterapkan baik untuk data kualitatif maupun kuantitatif. Semuanya bersifat subjektif dalam tingkat yang rendah maupun tinggi.

PROSES ANALISIS

          Analisis dapat menjadi sebuah kata yang mekutkan bagi peneliti baru dalam skala kecil. Anda mungkin akan memulai proyek penelitian dengan konsepsi dari apa yang akan anda temukan. Anda sekarang telah mengumpulkan banyak data dalam topik anda dan mendapatkannya dari rangkaian kata dengan angka –angka yang besar yang telah anda kumpulkan atau hasilkan untuk sebuah kesimpulan atau rekomendasi yang nampak rapi? Apakah yang dimaksud dengan proses analisis tersebut? Latihan 48 maminta anda untuk berfikir tentang hakikat dan pengertian analaisis dan beberapa kata yang berhubungan

Latihan 48: beberapa kata yang menakutkan

Apakah anda memahami dengan arti kata –kata berikut ini?

Analisis; konsep ; eksplanasi (penjelasan); teori; dan pemahaman.

Cobalah artikan secara singkat dalam kata –kata anda sendiri. Kalau bisa jangan membuka kamus yang cenderung memberikan arti –arti yang singkat saja.

Kelima kata dalam latihan 48 tersebut merupakan istilah –istilah yang berhubungan dan merupakan jantungnya dari proses analisi.

Secara sederhana kelimanya berarti :

–          konsep merupakan suatu  abstrak atau ide –ide umum yang penting untuk bagaimana kita berfikir tentang suatu subjek atau isu tertentu.

–          Teori merupakan anggapan –anggapan yang menjelaskan atau untuk mencari penjelasan sesuatu.

–          Eksplanasi merupakan penyatuan –penyatuan sesuatu, dalam hal ini ialah area subjek, isu –isu dan atau pertanyaan –pertanyaan penelitian

Analisis mengenai pencarian untuk eksplanasi dan pemahaman, berada dalam rangkaian konsep dan teori yang mungkin menjadi kemajuan, pertimbangan dan perkembangan. Anda akan menemukan hubungan yangluas dikelola dengan penuh ienterprestasi anda sendiri.

MENGANALISIS DOKUMEN

Dokumen tidak saja merupakan gambaran yang sederhana tetapi juga merupakan konstruksi realistis social dan versi –versi berbagai peristiwa. Pencarian dokumen berarti “kelanjutan” tetapi dengan para peneliti juga melatih “kecurugaan”. Lalu dokumen diamsusikan sebagai artifak netral yang melaporkan realitas social secara independen.

Sebagaimana yang telah kami tunjukkan bahwa analisis dokumen merupakan proses yang dilakukan melalui pembacaan –pembacaan untuk maksud –maksud penelitian.

Boks 90: isu –isu dalam analisis dokumen

          Untuk setiap dokumen yang sedang anda analisis, tanyalah diri anda sendiri dengan menggunakan beberapa pertanyaan berikut ini:

–          Siapa pengarannya ?

–          Mengapa dokumen tersebut dibuat?

–          Di mana dan kapan dokumen ini dihasilkan

–          Dalam konteks apa dokumen terssbut

–          Bagaimana dokumen tersebut dubuat dan untuk siapa?

–          Apa posisinya?

–          Apa bias-biasnya?

–          Apa asumsinya?

–          Apa yang dikatakan/tidak dikatakannya

–          Bagaiamana argumen argumen disajikan?

–          Apakah argumen tersebut saling mendukung dan menyajikan?

–          Apakah dokumen tersebut berhubungan dengan yang sebelumnya?

–          Apa yang dikatakan sumber –sumber lain tentangnya?

 

Ada dua kunci boks 90 di atas yaitu:

1.    Dokumen, apapun sifatnya (baik statistik atau kata –kata, official atau non official, pemerintah atau swasta), tidak dapat diambil dari nilai wajahnya saja, karena dokumen memiliki nilai yang persial dan artificial yang perlu dinilai secara kritis bagi tujuan –tujuan penelitian.

2.    banyak dokumen yang menarik dan penting yang dihasilkan pada saat dokumen tersebut dipertimbangkan dalam hubungannya dengan dokumen lainnya.

Oleh karena itu melakukan analisis dokumen dengan mengabstrksikan dari masing –masing dokumen yang kita anggap penting dan relevan sert dengan mengelom-pokkan temuan –temuan tersebut, atau dengan menyusunnya pada  sepanjang sisi lannya yang kita akan menjadi sebuah produk dari sudut pandang disiplin dan focus anda nantinya.

 

Menganalisis wawancara

          Ada dua contoh proses analisis wawancara yang tercantum dalam boks 92, yang berguna dalam menggambarkan beberapa pendekatan yang berbeda dan adanya beberapa keumuman dalam data wawancara.

Contoh yang pertama, adanya pendekatan teori grounded yang dikembangkan oleh dua orang sosiolog Amerika pada tahun 1960-an yaitu Glaisser dan Strauss. Dalam teori Graounded tercantum cara –cara pengkodean (coding) naskah wawancara dan/atau data lainnya. Coding tersebut bis dilakukan baik oleh individu peneliti itu sendiri. Perbandingan, ataupun bersama –sama peneliti lainnya. Teori ini juga membangun sebuah persepsi proses penelitian dalam bentuk siklikal atau spiral, di mana konsep pengembangan pengumpulan dan analisis data terjadi dalam suatu conjungsi (hubungan ) yang erat satu sama lainnya.

Contoh yang kedua, mencakup cara –cara bagaimana seorang baru yang tidak menyadari bahwa dia telah mengikuti suatu pendekatan tertentu dalam menganalisis dat yang dikumpulkannya. Namun demikian catatan analisisny menunjukkan adannya persamaan yang kuat dengan pendekatan dari teori grounded tersebut, walaupun tidak begitu siklikal ataupun mahal. Pengujian terhadap naskah wawancara dalam pertanyaan demi pertanyaan dan perbandingan jawaban untuk pertanyaan –pertanyaan tertentu, diberikan dengan sebuh retang pihak –pihak yang di wawancarai.

Tentunya ada pendekatan lain dlam menganalisis wawancara. Di mana anda mungkin tidak bisa menghasilkan naskah wawancara, tetapi menganalisis langsung dari sebuah kaset rekaman. Namun demikian proses untuk mencari pertanyaan dalam wawancara lainnya akan menjadi sama.

Boks 92: contoh –contoh analisis wawancara:

          Abramson dan Mizrahi (1994) menggambarkan penggunaan pendekatan teori Grounded dalam menganalisis naskah wawancara yang difokuskan pada pekerja social/kelompok fisikawan, di mana mereka telah mengidentifikasi adanya tiga phase analisis dan pengumpulan data yaitu:

1.    open coding, fase pertama dalam analisis, di mana sepuluh buah naskah telah direview untuk mengidentifikasikan konsep –konsep provisional. Kemudian konsep –konsep itu di modifikasi dan dijumlahkan untuk diarahkan kembali pada strategi sampling dan perbaikan –perbaikan dalam wawancara. Kategori –kategori dibagi melai dari analisis awal  kemudian diterapkan pada lingkaran data lainnya untuk melihat apakah data tersebut layak untuk digunakan atau tidak.

2.    axial coding, untuk mencari hubungan antara berbagai kategori yang telah diidentifikasikan.

3.   Theoretical coding, merupakan sebuah evolusi paradigma dan matriks kondisional, dengan cara indentifikasi kesamaan –kesamaan yang mendasar dan dirumuskannya ide –ide teoretis dari serangkaian konsep. Mulai dari pola piker induktif dan deduktif, dan mengecek proposisi kolaborasi terhadap data.

MENGANALISIS OBSERVASI

          Sebuah team kecil  pemasaran dan penjualan dalam sebuah pabrik pembuat sepatu, mengadakn pengamatan untuk menganisis potensi pelung pasr di wilayah pasifik. Dari hasilnya manajer pemasaran menerima dua buah laporan. Yang pertama, mengatakan bahwa “mayoritas penduduknya tidak memakai sepatu, sehingga merupakan peluang yang baik untuk pemasaran”. Sedangkan yang kedua mengatakan bahwa” sangat banyak penduduk yang tidak memakai sepatu, sehingga merupakan peluang yang jelek untuk pemasaran”.

Sebagaimana dalam anekdot diatas, ialah dangat mungkin akan terjadi pada dua orang yang sedang menganalisis data observasi yang sama ataupun yang sangat berbeda, yang tentunya akan menghasilakn kesimpulan yang bebeda pula.

Ad sejumlah poain kunci dalam menganalisis observasi  pada penelitian ilmu social yaitu:

–          Kuantitatif bentuk –bentuk obsevasi, menjadi suatu rutinitas dalam menganalisis dan mengumpulkan data yang sangat bermanfaat dalam menjelaskan isu-isu tertentu dalam bentuk table dan diagram.

–          Pengumpulan dan penganalisisan data observasi, sengaimana dengan teknik teknik penelitian lainnya, terjadi secara parallel dalam sebuah rangkaian

–          Obsevasi, sebagaimana teknik –teknik lainnya, sangat sering digunakan bik untuk mengkontekstualisasikan ataupun memperluas analisi yang sedang dilaksanakan

Analisis kuisioner

          Data yang dikumpulakn melalui kuesioner, bisa dalam bentuk kualitatif  maupun kuaantitatif. Strategi alternatif untuk menganalisis data kualitatif, telah diuraiakan dalam bagian –bagian sebelumya. Namun demikian, kuesioner bisa memberikan bentuk yang lebih kuantitaif dalam analisisnya, karena terutama didesain untuk mengumpulakn informasi, baik angka –angka maupun  kata –kata yang dapat diberi kode dan merupakan representasi dari angka –angka.

Oleh Karen itu focus dalam bagian ini alah mengenai analisis dalam bentuk kuantitatif. Banyak riset dalam skala kecil yang menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menguji hubungan diantara masing –masing variable yang diteliti, karena tidak memerlukan penggunaan metode statistik diluar striktis deskripstif . hal ini akan cukup untuk mengatakan bahwa begitu akan banyak menggunakan perbandingan (proportion) dan persentase serta berbagai ukuran gejala pusat seperti rata-rata dan rentang.

Namun demikian anda jug perlu memanfaatkan metode statistik seperti statistik inferensi atau metode analisis multivariate. Ada 12 statistik inferensial dimana tiga diantaranya sudah digunakan dalam boks 98. fungsi dari statistik inferensi ini sangat bervariasi, tetapi secara tipikal digunakan untuk membandingkan pengukuran sampel dari variable tertentu dengan sampel atau populasi lainnya, sehingga sebuah keputusan dapat dibuat apakah sampel tersebut sama atau tidak. Hal yang penting ialah bahwa semua statistik inferensial bisa meyakinkan asumsi baik mengenai hakikat data dan bagaimana data tersebut di kumpulkan.

Metode analisis multivarian bisa digunakan untuk menguji keterhubungan di antara tiga variable atau lebih secara simultan. Umumnya menggunakan contoh –contoh yang menckup regresi perkalian, analisis cluster dan analisis faktor. Sekarang ini paket software komputer untuk berbagai program analisis tersebut telah tersedia dengan luas.

Satu point yang harus disadari pada saat melaksanakan analisis kuantitatif, ialah pertanyaan kausalitasnya, salah satu tujuan dari analisis ialah untuk mencari penjelasan dan pemahaman. Kami akan senang untuk mengatakan bahwa “sesuatu itu bisa begiti karena sesuatu yang lainnya” namun demikian hanya ada dua variable dalam anda memiliki ukuran yang nampak yang nampak untuk dihubungkan. Agar bisa menunjukkan adanya kesulitan ,maka anda harus menemukan, setidknya menduga bahwa adanya sebuah mekanisme yang menghubungkan variable –variable secara bersam –sama.

Boks 95: contoh –contoh Analisis Kuisioner

          Fielding (1993 :225) beberap aturan dasar untuk pengkodean:

1.    kode satu sama lain harus saling berbeda (ekslusive)

2.   kode harus lengkap (exhaustive)

3.   keseluruhan kode harus dapat diterapkan secara konsisten

ada lima tahap dalam proses pengkodean:

1.    mengembangkan kerangka kode baik untuk sebelum di diberi kode ataupun pertanyaan –pertanyaan yang terbuka

2.   membuat buku kode dan petunjuk pengkodean

3.   memberi kode kuisioner

4.   memasukkan nilai ke dalam komputer

5.   mengecek dan membersihkan data

boks 96: Tingkat Analaisis Kuatitatif :

  • statistik deskriptif: variable frekuensi, rata –rata dan range
  • statistik inferensial : menilai signifikan data dan hasil
  • interrelasi sederhana: cross-tbulasi, atau korelasi antara dua variable
  • analisismultivarian: mempelajari keterhubungan antara lebih dari dua variable.
  •  

Boks 97: Statistik deskriptif

          Untuk data nominal atau ordinal: Perbadingan (proportion); persentase; dan rasio. Sedangkan untuk data interval atau dara rasio:

  • Mean (rata –rata): total jumlah nilai dibagi dengan jumlah kelas
  • Median :nilai dari tengah kelas
  • Mode (modus): nilai frekuensi yang sering terjadi/ muncul

Dengan menggunakan ukuran –ukuran penyebaran (Dispersion):

  • range (rentang): nilai perbedaan antara nilai yang tertinggi dan nilai yang terendah
  • standard (standar deviasi): akar kuadrat rata –rata deviasi kuadrat dari rata –rata deviasi

boks 98 : contoh –contoh statistik inferensial

 

  • fungsi : untuk membandingkan serngkaian nilai
  • asumsi : random sampling, data nominal

kolmogorov –Smirnov

 

  • Fungsi : untuk membandingkan dua sampel
  • Asumsi :random sampling, data oridinal

Student T-test

 

  • fungsi : tes rata –rata sampel tunggal atau rata –rata dua sampel
  • asumsi : random sampling data interval dan distribusi normal

boks 99: Tipe –tipe Kuantitatif:

  • Nominal : nilai –nilai numeric yang ditandai untuk mengkategorikan sesuatu sebagai suatu kode : contohnya: pria diberi  tanda ‘1’ dan wanita ‘2’.
  • Ordinal : nilai –nilai numeric dalam hubungannya dengan skala kualitatif. Contohnya dalam memberikan kode sikap sangat puas, agak puas tidak puas dan sangat tidak puas. Diberi kode ‘5’,’4’,’3’,’2’,dan ‘1’.
  • Interval :pengukuran yang dibuat berdasarkan skala kuatitatif di mana adanya ukuran perbedaan rentang yang sama  dan tetap antara yang satu dengan yang lainnya, serta tidak memiliki nilai nol absolut, contohnya : tahun 2000, terjadi 1500 tahun setelah tahun 500.
  • Rasio: ukuran –ukuran yang dibuat berdasarkan skala kuantitatif , di mana adanya ukuran perbedaan rentang yang sama dan tetap antara yang satu dengan lainnya, serta memiliki nilai nol absolut. Contohnya : jarak , penghsilan dan panjang.

 

Interprestasi

          Interprestasi merupakan suatu proses dengan mana anda meletakkan pengertian anda sendiri terhadap data yang telah anda kumpulkan dan analisis, serta membandingkan pengertian tersebut dengan pengertian lainnya yang lebih baik.

 

Perspektif anda sendiri

          Kita telah menekankan bahwa betapa pentingnya untuk mengenali dn membuatnya nampak terhadap peran dan posisi anda dalam penelitian anda. Hal inilah yang berkenaan dengan tuntutan kepemilikan, pembatasan –pembatasan, pengaruh dan bias dari perspektif anda. Sebuah elemen kritis muncul pada penilaian anda sendiri terhadap apa arti dari hasil anda itu dan bagaimana ini semua berhubungan dengan area subjek anda. Apa yang anda pikirkan itu penting? Apa yang anda pikirkan dengan dugaan ini? Di mana dan bagaimana anda memikirkan jenis yang harus anda jawab sendiri, tanpa harus merujuk referensi lainnya.

 

Boks 100: signifikan, generalibitas, reliabilitas, dan validitas

  • significance (signifikansi): konsep signifikan memiliki pengertian statistik dan interprestasi yang lebih umum. Secara statistik, signifikansi menunjuk kepada suatu kesamaan bahwa suatu hasil yang didapat dari sebuah sampel dapat ditemukan secara tak disengaja. Makin signifikan suatu hasil maka hasil tersebut akan makin mewakili sesuatu dari yang aslinya.
  • Generalizability: konsep generabilitas atau keterwakilan, memiliki relevansi yang khusus dengan penelitian dalam skala kecil. Hal ini menunjukkan apakah hasil temuan anda dapat diterapkan secara luas di luar focus studi anda.
  • Reliability (reliabilitas): maerupakn konsep seberapa seberapa baik anda telah menjalankan projek penelitian anda.  Sudahkah anda melaksanakannya dalam suatu cara yang jika peneliti lainnya melihat pertanyaan yang sama dan dalam kondisi yang sama pula, akan mendapatkan hasil yang sama pula ? jika demikian maka anda telah reliable
  • Validity: merupakan konsep apakah metode, pendekatan dan teknik yang anda gunakan benar-benar berhubungan atau mengukur isu-isu yang anda selidiki?

KESIMPULAN

  • Memiliki apresiasi terhadap bentuk data yang berbeda, dan jenis analisis yang pantas untuknya
  • Menyadari proses pengelolaan, analisis dan interprestasi data tercakup dalam kegiatan pengumpulan data
  • Memiliki pemahaman terhadap berbagai pendekatan yang berbeda yang mungkin dipakai untuk menganalisis dokumen, wawancara, observasi, dan kuisioner
  • Mampu menilai tingkat signifikan, generalibilitas , reliabilitas dan validitas  penelitin dan hasil –hasil penemuan anda.

 

 

 

 

 

 

 

MENYELESAIAKN PENELITIAN


PENDAHULUAN

Bagi peneliti baru, bahkan bagi yang berpengalaman sekalipun, menyelesaiakan dapat menjadi hal yang dirasakan sulit pada saat memulai. Hal ini biasanya disebabkan adanay suatu keengganan yang umum terjadi dalam menyelesaiakn suatu pekerjaan untuk kemudian beralih ke pekerjaannya telah menghabiskan waktu yang panjang hanya untuk menyelesaiakn suatu tugas tertentu menghasilkan sesuatu darinya, tetapi tidak menyadari bahwa sesungguhnya telah menyelesaiakn tugas tersebut. Mungkin seorang yang perfeksionis berfiikir bahwa pekerjaan tersebut masih perlu dikerjakan lebih lanjut.

Adapun tujuan dari bab ini ialah untuk membantui dalam menyelesaiakn proyek penelitian. Sedangkan hal –hal yang akan dibahasnya ialah:

  • Planing to finish : alasan-alasan yang dapat/tidak dapat dihindarkan untuk tidak menyelesaiakn penelitian tepat pada waktunya;
  • Penultimate and final draft; mengecek penyajian pekerjaan
  • Adds extra : pada saat mencantumkan/ tidak mencantumkan bagian pengantar atau lampiran –lampiran
  • process of assessment : apa yang bisa dilakukan pihak lain terhadap tesis/laporan anda
  • what do I do now? : membangun atas dan melihat keluar dari projek penelitian anda.

Boks 111: ada beberapa alasan yang baik untuk tidak menyelesaiakn laporan/tesis tepat pada waktunya:

  • hard disk komputerku rusak
  • ibuku baru saja meninggal
  • horreee… saya baru saja menang undian
  • mobilnya mogok
  • informan tidak mau berbisara lagi dengan saya
  • informan mau berbicara banyak dengan saya
  • supervisor tidak mau berbicara lagi dengan saya
  • saya lupa tanggal deadline-nya
  • terlalu banyak hal untuk dikerjakan
  • pekerjaannya belum selesai
  • saya kehilangan bahan –bahan
  • hasil kuisioner hilang di kantor pos
  • saya mendapatkan suatu pekerjaan
  • saya memutuskan untuk menikah/hamil dulu
  • saya belum cukup mendapat data
  • itu belum cukup baik
  • saya merasa tidak enak badan
  • anggota lain dalam kelompok penelitian saya ada yang belum menyelesaikannya.

Planning to finish

Memang selalu ad saja alasan untuk menunda penyelesaian laporan/tesis tepat pada waktunya. Jika masih ragu akan hal ini, maka tengoklah boks 111 di atas tentang beberapa alasan mengenai hal tersebut.

Jika telah berfikirke depan, dan jika telah selesai membaca beberapa atau seluruh isu buku ini, maka mungkin akan mengenal hal –hal sebagai berikut:

  • adanya beberapa alasan yang memang tidak dapat dihindarkan oleh kita: hal ini biasanya berhubungan dengan kejadian yang tiba –tiba, adanya krisi hidup yang tidak bisa dikendalikan
  • beberapa alasan yang bisa dihindarkan : jika telah memiliki rencana ke depan, dalam hal penyelesaian untuk agak molor waktunya atau bahkan diperketat
  • beberapa alasan baik yang dapat/tidak dapat dihindarkan : hal ini mungkin karena faktor ketidakberuntungan, tetapi telah membuat antisipasinya.

Boks 112 : mengecek hal –hal yang sudah harus selesai dalam konsep akhir:

  • sedahlah memberi judul, nama, tanggal dan inforamasi lainnya yang diperlukan pada halaman judul?
  • Apakah  seluruh halamannya sudah lengkap?
  • Apakah penomoran halamannya sudah benar?
  • Apakah seluruh bab atau bagian sudah diberi nomor secara berurutan?
  • Sidahkah mengecek kesalahan –kesalahan pada ejaan dan tata bahasanya ?
  • Sudahkan mengatur margin & spasi tulisan sesuai dengan yang ditentukan?
  • Apakah semua kutipan /rujukan yang ada dalam tulisan sudah dicantumkan dalam referensi /bibilographi?
  • Sudahkan merinci semua referensi yang ada
  • Sudahkah menyesuaikan teksnya dengan peraturan –peraturan yang ada?

The Penultimate and Final Draft

Sebagai bagian dari proses penulisan, maka mungkin membuat konsep dan mengkonsepnya kembali semua isi laporan/tesis untuk beberapa kali. Focus kita kali ini ialah berkenaan dengan bagaimana mengkonsepkan pekerjaan mulai dari konsep awal, konsep yang hampir selesai (penultimate) hingga konsep final. Hal ini dasarnya merupakan suatu kegiatan untuk mengkonsep penyajian, dan untuk menbuat sesuatu perbaikan yang esensial atau yang diinginkan sebelum menyelesaiakan, menggandakan dan menjilinya. Kesemuanya ini bisa dilihat pada boks 112 di atas.

 

Mengecek Halaman Judul

Apakah sudah menyebutkan laporan/tesis penelitian ?, apakah judulnya benar –benar sudah bisa menggambarkan isi?. Anda bisa saja merubah topik atau beberapa penedekatan yang signifikan sejak memulai penelitian, juga suatu hal yang tepat apabila ingin merevisi judul.

Apakah judulnya terlalu luas? Jika judul tersebut ingin memudahkan pembaca, maka buatlah dalam kalimat yang  tidak telalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Jika ingin menempatkan judul penelitian secara khusus, maka judulnya bisa pendek  dan sub judulnya yang panjang.

Namun demikian, pemberian judul, bukan satu –satunya hal yang terpenting dalam halaman judul. Anda juga harus mencantumkan nama anda, agar pembaca bisa mengenali siapa pengarangnya dan tanggal pembuatannya, dan mungkin juga lembaga atau jabatan dan hal –hal lain harus dicantumkan.

Mengecek Isi

Apakah semuanya sudah lengkp ?, adakah atau sesuatu lainnya yang hilang ?, apakah panjang tulisan sudah pas (baik kata –kata maupun halamannya(?, apakah penomoran halamannya sudah berurutan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan?, apakah semua bab atau bagian dan sesuai dengan ketentuan?, apakah semua bab atau bagian (dan mungkin juga paragrafnya) telah diberi nomor secara benar dan berurutan ? , sedahkah anda mengecek kesalahan –kesalah pada ejaan dan tatabahasanya ?, dan bagaimana dengan readibilita (keterbacaan) dan kemampudimengertiannya (intelligibility) ?, mengenai hl ini anda bisa menanyakannya kepada teman atau relasi anda. Apakah layout tulisan sudah sesuai dengan ketentuan? , sudahkah anda menggunakan spasi dobel pada teksnya ?sudhkah anda memberi margin kiri yang cukup agar bisa dijilid?.

 

Mengecek Referensi

Apakah semua referensi sudah dicantumkan dengan lengkap ?, apakah sudah disusun secara alpabethis?. Di sini anda mungkin akan menambahkan atau mengurangi beberapa rujukan yang dicantumkan dalam teks. Ada dua hal yang harus anda perhatikan:

  • sudahkah anda menyediakan semua rincian yang dibutuhkan untuk masing –masing referensi, sehingga para pembaca dapat meng-copy dan membacanya bilamana mereka menginginkannya.
  • Apakah semua materi rujukan dalam teks sudah dicantumkan dalam referensi atau bibiligrafi?, jika anda lebih banyak mencantumkan referensi dibandingkan dengan bibilograrfi, cek juga apakah ada referensi yang tercantum yang tidak ada rujukannya dalam teks.

Mengecek Ketentuan –ketentuan

Jika melaksanakan penelitian tersebut untuk kebutuhan akademi, bahkan sekalipun bukan tujuan akademis, maka anda harus menyesuaikannya dengan berbagai peraturan yang telah ditentukan.

Anda bisa saja berfikir bahwa sudah mengetahui dan mentaati semua ketentuan tersebut dalam keseluruhan penelitian anda, namun tidak ada salahnya bila and mengecek kembali ketentuan –ketentun tersebut.

Tamabahan –tambahan Ekstra

Ada berbagai tambahan apabila diperlukan bisa dicantumkan, diluar komponen yang mendasar dalam hapir setiap laporan atau desertasi (seperti halaman judul, halaman isi, sejumlah bab atau bagian, sejumlah referensi /bibliografi). Tambahan tersebut diantaranya: ucapan terima kasih, kata pangantar, persembahan, abstrak,  dan lampiran –lampiran. Satu hal yang dipertnyakan di sini ialah: apakah and benar –benar memerlukannya?, jika anda tidak terlalu membutuhkannya maka alangkah baiknya jika anda tidak memasukkanny, dengan pertimbangan karena:

Biasa menambah tebal laporan atau tesis anda. Hal ini bisa menjadi faktor yang kritis bila ada batasan baik dalam kalimat maupun halaman. Atau bayangkanlah anda sebagai salah seorang pembacanya apakah anda juga akan membacanya?

Semua itu dicntumkan dalam batang tubuh utama, jasi di manakah yang pantas untuk mencantumkannya?

Ucapan terima kasih (acknowledgement)

Biasanya dimaksudkan untuk memberikan ucapan penghargaan baik kapada orang –orang ataupun organisasi-organisasi  ynag telah membantu selama pelaksanaan riset anda.

Kata pengantar (preface)

Kat pengantar merupakan sebuah bentuk tulisan yang ada di luar ketentuan pada batang tubuh (main body) tulisan anda, dan untuk alasan tersebut, maka tidak harus menyebutkan sesuatu yang secara materi menambah isi teks utamanya. Kata pengantar khususnya digunakan untuk mengatakan utamanya. Kata pengantar khususnya digunakan untuk mengatakan sesuatu mengenai pengalaman pribadi pengarang dalam melaksanakan dan menuliskan penelitian tersebut, dan biasanya juga mencantumkan ucapan –ucapan terima kasih pada bagian akhirnya.

Persembahan (dedications)

            Persembahan umumnya merupakan sutu pribadi pengarang yang biasanya ditujukan bagi seseorang yang dihormati atau dicintai yang sangat berpengaruh dan membantu dalam penelitian anda. Sehingga anda mungkin saja mempersembahkan laporan/desertasi tersebut kepada partner atau orang yang anda cintai, anak-anak atau orang tua anda.

Abstraks

Dari sekian banyak bentuk tambahan di atas, abstrak merupakan tambahan yang sebenarnya sangat penting dan membantu anda, yang mungkin juga merupakan suatu hal yang dipersyaratkan. Abstrak bisa dipersamakan dengan sebuah ringkasan yang khusus, yang berfungsi untuk merangkum secara singkat hakikat dari penelitian anda yang berisi konteks penelitian, bagaimana penelitian dilaksanakan, dan apa temuan utamanya. Idealnya abstrak tidak lebih dari satu halaman dengan batasan antara 200-300 kata atau kurang dari itu.

Abstrak juga dapat membantu penulis dalam mendorong  mereka untuk menyuling (distill) sejauh mungkin kebijaksanaan mereka, yang mungkin akan membantu anda dalam menyusun kambali draft akhir.

Lampiran –lampiran (appendices)

Para peneliti yang bukan pemula, sering berusah untuk mencantumkan semua jenis material dalam bentuk lampiran-lampiran di bagian akhir laporan/sedertasinya. Lampirn tersebut bisa berisi salinan surat –surat, kuisioner, naskah interview, rangkuman studi kasus, salinan dokumen lembaga, dan sebagainya. yang dimaksudkan dengan material di sini ialah materi –materi yang relevan dengan penelitian anda, yang dapat dipertnyakan apakah and harus mencantumkannya dalam laporan anda.

Proses penelitian

Sekali anda menyelesaikan apa yang anda anggap sudah menjadi draft akhir dari tesis/laporan , maka sudah saatnya anda mengetik atau mencetaknya, cek kembali bahw segala sesutunya sudah lengkap benar , buatlah beberapa potokopinya. Jilid dan berikan kepada supervisor, manejer atau par pembaca.

Sendainya penelitin yang and lakukan itu untuk mebutuhan akademik, maka tesis/desertasi yang and buat akan diuji oleh sejumlah penguji. Berbagai perturan –peraturn dan ketentuan akan sangat bervriasi di antara masing –masing  lembaga pendidikan, sehingga anda harus menyesuaikannya dengan lembaga pendidikan dimana anda berada. Tetapi jika penelitian and berpern sebagai bagian dari pekerjaan anda atau di luar kepentingan pribadi, maka laporan akhir anda mungkin tidak akan diuji secara akademis, namun tetap saja akan dibaca dan dinilai oleh pihak lain.

Ada beberap hal yang umu yang muncul selama proses penilaian tersebut:

  • bagaimana pekerjaan anda akan diterima?
  • Apakah peran supervisor, penguji, mentor, kolega, donatur, atau para penerbit?
  • Peristiwa –peristiwa tertentu apa yang digabungkan dengan proses penilaian?
  • Bagaimana anda menghadapi kritik, referral atau penolakan?

Bagaiman pekerjaan and akan diterima

Periode anda menyelesaiakan tesis/laporan dapat menjadi sesuatu yang sangat antiklimak. Mungkin akan memakan waktu berbulan –bulan selama peneyelesaian proses penilaian. Anda mungkin tidak akan pernah menerima satu komentarpun terhadap pekerjaan and tersebut. Anda mungkin akan merasakan seperti bila anda telah bekerja keras untuk waktu yang lama dengan tidk memiliki tujuan apapun, atau merasa seperti tak seoarang pun yang tertarik dengan apa yang telah  anda kerjakan atu temukan. Jika mengerjakan penelitian dalam lahan bisnis penilaian, akan membuat risiko –risiko tersebut menjadi lebih visible. Bagi partisipasi individual, keseluruhan proses penilaian bisa nampak menjadi suatu bisnis yang mengherankan (astonishingly), ialah suatu hal yang wajar berkenaan dengan bagaimana pekerjaan and akan diterima, apakah oleh penguji, kolega, keluarga, atau para pembaca lainnya.

Apakah peranan supervisor, penguji, mentor, kolega, donatur, atau penerbit?

Memahami peranan dari pihak –pihak yang terlibat dalam proses penilaian ialah suatu bagian yang penting untuk menjadi seorang peneliti. Sementara itu proses penilaian bisa berbeda diantara masing –masing lembaga, dan kasus ke kasus.

Jika hasil penelitin and menjadi salah satu bagian dari penilaian, maka berbagai peraturan tertulis yang ada harus anda perhatikan. Copy dan pahmilah peraturan tersebut sehingga anda memahaminya dengan jelas. Praktek-praktek penilaian tersebut dari setiap universitas akan selalu berbeda tergantung kepada tingkatan dan gelar kesarjanaannya seperti first degree (S1), master degree (S2) dan doctoral degree (S3)

Tetapi jika laporan panelitian and dinilai dalam kerangk pekerjaan, biasanya tidak akan banyak ketentuan yang membatasinya, bahkan mungkin bisa dibuat secara lebih praktis.

Peristiw –peristiwa tertentu apa yang menertai proses penilaian ?

Berbagai peristiwa tertentu yang menyertai proses penilaian ialah persentasi, seminar atau ujian lisan bilamana tesis/desertasi tersebut telah selesai. Presentasi hasil penelitian bisa memiliki sejumlah tujuan yang berhubungan. Pada tingkat yang paling sederhana, bertujuan untuk menyajikan hasil pekerjaan anda kapada audien dalam bantuk ringkasan, mungkin secara khusus berfokus pada hasil –hasil temuan dan kesimpulan, atau juga berkenaan dengan implikasi dan aplikasi dari temuan –temuan tersebut. Selain itu, juga berkenaan dengan pembahasan pekerjaan and secara bersam –sam antara anda dengan para audien.

Jika penelitian anda dilakukan dalam setting pekerjaan, maka persentasi bisa melibatkan kolega dekat atau atasan langsung, yang berkepentingan dengan hasil –hasil temuan anda. Fokusnya berada pada tingakt mana kesimpulan dan rekomendasi anda layak dan sesuai dengan kebijaksanaan dan prktek –praktek yang ada.

Bagaimana anda menghadapi  kritik, referral atau penolakan?

Jika projek penelitian termasuk menantang dan bermanfaat (worthwhile), maka mungkin saja akan menjumpai beberapa kritik. Anda juga mungkin akan menemukan referral dan bahkn penolakan, jika anda melakukan pekerjaan tersebut untuk tujuan akademis.

Namun demikian kritik merupakan bagian dari proses malakukan penelitin. Kritik harus dipandang sebagai sesuatu yang dapat memberikan kontribusi positif bagi penelitian anda. Jika semua itu mungkin, maka anda jangan merasa tertekan dalam menghadapi kritik, bahkan yang langsung dilontarkan pada saat harus mengubah tesis/laporan anda, biasanya kritik yang menguntungkan, tetapi ada juga kritik yang membingungkan dan memuakkan.

Referral (penyerahan kembali) merupakan suatu respon yang umum  terjadi dalam dunia penelitian akademik. Itu berarti bahwa pekerjaan anda dinilai belum memenuhi kualifikasi yang ditentukan sehingga anda masih diberi kesempatan untuk mengubah dan memperbaikinya kembali. Untuk menghindarkannya, maka anda harus memastikannya bahwa pekerjaan anda tersebut sudah dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan berbagai ketentuan yang ada.

Boks 117 : merespon kritikan

  • menerima kritikan dengan lapang dada
  • mengevaluasi validitas dan implikasi kritikan terhadap penelitian anda
  • membandingkan masing-masing kritikan dengan respon yang timbul
  • memodifikasi temuan dan strategi riset jika perlu
  • membuat respon yang dipertimbangkan untuk kritik tersebut.

 

Apa yang harus saya kerjakan saat ini ?

Setelah anda berhasil menyelesaikan pekerjaan anda menyerahkannya dan juga sudah dinilai, maka mungkin ada dua bentuk perasaan yang akan anda rasakan, pertama, ada perasaan sangat ringan dan bebas seperti terlepasnya beban yang sangat ringan dan bebas seperti terlepasnya beban yang sangat berat dari pundak anda, kedua, sebuah perasaan kehilangan, dari sebuah lubang yang menganga  (gaping hole) dalam hidup anda ayng akan perlu menutupnya kembali. Sehingga apa yang harus saya lakukan ?. ada banyak pilihan yang bisa anda lakukan, tergantung kepada situasi, imajinasi dan sumber-sumber yang anda miliki. Hal ini bisa dilihat dalam Boks 118.

Ada tiga saran yang bisa anda lakukan, dengan sendirinya dapat dilihat sebagai bagian dari proses penelitian itu sendiri yaitu :

  • dissemination (menyebarkan hasil penelitian) merupakan proses dengan mana anda mengkomunikasikan hasil penelitian anda, temuan-temuan dan rekomendasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini bisa dilakukan melalui :

–          di dalam organisasi

–          di pertemuan di mana berkumpulnya orang-orang dari organisasi yang sama

–          di kantor cabang

–          asosiasi professional

–          kelompok-kelompok pendidikan orang dewasa

–          konferensi natau internasional

  • publication (mempublikasikannya), hampir sama dengan diseminasi. Publikasi bisa dilakukan secara terbatas kalangan intern, bisa bersifat rahasia, bisa dilakukan melalui mass media (Koran dan majalah) atau media terbatas, (jurnal), dalam bentuk buku, mungkin juga didistribusikan dan dipublikasikan sendiri. Sekali anda melakukan publikasi dan/diseminasi hasil pekerjaan anda, berarti anda telah memasuki wilayah publik yang sangat memungkinkan terjadinya berbagai oleh umum.
  • Melakukan penelitian lebih lanjut, selalu ada kalimat yang sepertinya bercanda bahwa dalam rekomendasi utamanya biasa menyebutkan “perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut”. Hal ini merupakan suatu cirri bahwa penelitian itu akan selalu menghasilkan lebih banyak pertanyaan dibandingkan dengan jawaban. Oleh karena itu melakukan penelitian dan mungkin terutama hal yang terbaik ialah menentukan apakah perlu penelitian kembali.

 

Boks 118 : ada 20 hal yang bisa dilakukan setelah menyelesaikan penelitian

  • berlibur dulu
  • tidur yang enak
  • tinggal di sauna hingga anda melupakannya
  • merayakannya dengan keluarga dekat dan teman-teman
  • berjalan-jalan dengan ditemani anjing
  • cobalah untuk mempromosikannya
  • adakah seminar untuk menyebarluaskan penemuan anda
  • rencanakan apa yang akan anda pakai pada saat wisuda nanti.
  • Kumpulkan informasi mengenai kursus-kursus studi lainnya.
  • Bacalah buku-buku yang baik bakar buku-buku anda
  • Cobalah diet
  • Luangkan waktu yang cukup untuk bercengkrama dengan keluarga
  • Tulis dan terbitkan riset anda
  • Kirimlah surat kepada kami tentang bagaimana anda menggunakan buku ini
  • Carilah pekerjaan lain (ngegodain cewek cakep misalnya)
  • Terapkan hasil penemuan anda
  • Cobalah minum minuman lainnya
  • Cobalah bersenang-senang
  • Lakukan beberapa penelitian lainnya lagi.

 

Ringkasan

Setelah membaca bab ini maka diharapkan memiliki :

  • apresiasi terhadap pentingnya menyelesaikan projek penelitian
  • memahami proses-proses pengecekan yang perlu anda lakukan dalam mempersiapkan draft akhir laporan/tesis anda
  • menyadari berbagai manfaat dan kekurangan dari bagian pengantar dan lampiran-lampiran
  • menyadari berbagai hal yang meungkin akan terjadi selama proses penilaian laporan/skripis/tesis/disertasi
  • mengetahui berbagai pilihan untuk menyajikan hasil penelitian dan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, bila menginginkannya.