2 Komentar

Research

2 comments on “Research

  1. Amerika Serikat boleh saja mengalami penurunan peringkat surat utang oleh lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s. Namun, Negeri Paman Sam tersebut hingga saat ini tercatat sebagai negara dengan cadangan emas terbanyak di jagat bumi.

    Berdasarkan data resmi Lembaga Moneter Internasional atau IMF seperti dikutip World Gold Council, laporan kepemilikan emas beberapa negara di dunia ini dikeluarkan pada Agustus 2011 dengan periode kepemilikan sampai Mei atau Juni 2011.

    Dalam laporan tersebut IMF mengungkapkan, daftar kekayaan emas negara ini tidak menyebutkan seluruh negara yang ada di dunia. Selain karena keterlambatan penyerahan laporan kepemilikan emas selama enam bulan, ada juga negara yang memang sengaja tidak melaporkan jumlah kepemilikan emas mereka.

    Jumlah kepemilikan emas ini menunjukkan porsi dari nilai emas terhadap cadangan devisa sebuah negara. Untuk menghitung porsi tersebut, World Gold Council menggunakan data harga emas pada Juni 2011 sebesar US$1.505,50 per troy ounce.

    Dari laporan terakhir yang dipublikasikan IMF, cadangan emas di dunia mencapai 30.700,1 ton. Wilayah Eropa tercatat memiliki cadangan kekayaan berupa emas sebanyak 10.792,5 ton.

    Saat ini, Amerika Serikat masih tercatat sebagai pemilik emas terbesar di dunia. AS diketahui memiliki cadangan emas seberat 8.133,5 ton. Jumlah tersebut mencerminkan 74,2 persen cadangan devisa negara pimpinan Barack Obama tersebut.

    Di posisi kedua, Jerman yang terancam mengalami pertumbuhan ekonomi stagnan pada kuartal III-2011, memiliki cadangan emas seberat 3.401 ton. Emas tersebut mencerminkan 71,4 persen dari cadangan devisa dari negara yang memproduksi mobil sedan Mercedes Benz itu.

    Kendati bukan sebuah negara, IMF ternyata mencatat kepemilikan emas sebanyak 2.814 ton. Dengan volume emas seberat itu, IMF masuk dalam jajaran tiga besar penguasa emas di jagat bumi.

    Dua negara yang berada di posisi keempat dan kelima merupakan negara yang berasal dari Eropa. Sama dengan Jerman, kedua negara ini juga tengah dihadapkan pada krisis utang yang melanda benua biru tersebut.

    Pada posisi keempat, IMF mencatat Italia memiliki cadangan emas sebanyak 2.451,8 ton. Jumlah emas tersebut menunjukkan 71,2 persen dari porsi cadangan devisa negara Pizza tersebut.

    Sementara itu, menguntit di posisi kelima adalah Prancis. Sebagai ketua kelompok negara G-20 tahun 2011, Prancis memiliki cadangan emas sebanyak 2.435,4 ton. Jumlah tersebut menunjukkan 66,2 persen dari cadangan devisa negara mode itu.

    Untuk wilayah Asia, sejumlah negara yang masuk dalam jajaran 10 besar penguasa emas dunia terdapat nama-nama seperti China sebanyak 1.054,1 ton dan Jepang 765,2 ton.

    IMF juga mencatat Indonesia saat ini memiliki emas sebanyak 73,1 ton. Emas tersebut diketahui menyumbang porsi cadangan emas Indonesia sebesar 3,1 persen. Dengan cadangan tersebut, Indonesia berada pada posisi 38 dunia mengalahkan negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia sebanyak 36,4 ton.

  2. Sekedar info:

    Daya saing para peneliti Indonesia di kalangan internasional semakin menurun.

    Untuk meningkatkan kembali daya saing itu, Kemenristek Dikti membuka penghargaan publikasi ilmiah internasional.

    “Untuk setiap jurnal akan diberi penghargaan Rp 50 -Rp 100 juta,” kata Menristek Dikti M Nasir di gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2015).

    Nasir menjelaskan, untuk setiap jurnal yang dipublikasikan oleh lembaga pengindeks jurnal ilmiah internasional dengan impact factor minimal 0,1 akan diberi penghargaan Rp 50 juta. Sementara jurnal yang dipublikasikan di lembaga pengindeks jurnal internasional dengan impact factor 5 ke atas akan mendapat penghargaan Rp 100 juta.

    Kemenristek Dikti bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu dalam hal penganggaran. Ini mengingat dana LPDP lebih fleksibel dan mudah dicairkan.

    “Untuk periode pertama ini dana yang kita siapkan Rp 50 miliar dulu. Kalau masing-masing jurnal dapat Rp 100 juta kan sudah 500 jurnal setahun. Sudah bagus itu,” katanya.

    Periode pendaftaran akan dibuka 2 kali dalam setahun yakni pada tanggal 1 Februari-30 Maret dan 1 Juni-30 Juli. Periode pertama akan dinilai pada 10 Mei-19 Juni dan diumumkan pada tanggal 20 Mei. Sementara periode kedua akan dinilai pada 31 Juli-16 Agustus dan diumumkan pada 17 Agustus. Pendaftaran online dapat dilakukan di website LPDP http://www.lpdp.kemenkeu.go.id.

    Nasir mengatakan, nantinya setiap peneliti yang memperoleh penghargaan akan diminta memberikan laporan pertanggungjawaban berbasis output. Sebab selama ini laporan penelitian yang dibiayai pemerintah selalu berbasis pada aktivitas sehingga para peneliti merasa kerepotan.

    “Selama ini laporan pertanggungjawaban selalu base on activity sehingga peneliti malas. Ini yang harus kita dorong, kita ubah sistemnya,” ujar Nasir.

    Dari data Kemenristek, saat ini jumlah publikasi jurnal selama setahun baru 178 dari 50 perguruan tinggi yang paling produktif di Indonesia. Padahal Indonesia memiliki 134 perguruan tinggi negeri dan lebih dari 4.200 perguruan tinggi swasta.

    Nasir menjelaskan, menurut versi World Economic Forum (WEF) 2015-2016, daya saing ekonomi Indonesia tahun 2015-2016 menurun menjadi 37 dari 140 negara. Padahal tahun lalu Indonesia berada di posisi 34. Salah satu yang mempengaruhi penurunan ini adalah kesiapan teknologi dan inovasi.

    Angka ini terpaut cukup jauh dengan negara tetangga Singapura yang menempati posisi 2, Malaysia posisi 18 dan Thailand posisi 32. Indonesia tercatat unggul dari Vietnam (56), Laos (83), Kamboja (90) dan Myanmar (131).

    Sementara itu lembaga pemeringkat internasional Scimago Instituon Ranking pada tahun 2014 menempatkan Indonesia pada posisi 52 dalam publikasi ilmiah internasional, jauh di bawah Malaysia (23), Singapura (33) dan Thailand (40).

    “Kami harap penghargaan ini dapat mendorong riset dan publikasi lebih baik. Paling tidak 3 besar lah di ASEAN,” ujarnya.

    http://www.reseachgate.com/profile/Rusdin_Tahir/publications

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: